SURAT UNTUK PRESIDEN

Kepada Yth.                        
Bapak Presiden RI
Ir. H. Joko Widodo
Di Istana Negara Jakarta

Jakarta, 10 Januari 2020
Hal: Surat Ke-9, masih tentang Revolusi Mental
No. Surat: 001/E/1.2020

Dengan hormat

Semoga bapak tetap dilindungi oleh Allah SWT dalam memimpin bangsa ini. Saya tak pernah bosan menyurati bapak sekalipun 8 kali surat saya belum mendapat respon. Padahal menurut saya surat surat dan proposal yang saya kirim sangatlah penting untuk merevolusi mental bangsa ini. Tujuan surat ini hanya satu: Dukung kami melakukan pendidikan revolusi mental di seluruh Indonesia secara moril, itu yang paling penting. Tanpa dukungan pemerintah, di lapangan kami mengalami kesulitan bukan dari rakyat tapi dari pemerintah sendiri.


Sejak Bapak terpilih jadi presiden Periode 1 saya telah mengirimkan konsep 300 halaman “4 pilar Revolusi Mental dari rakyat untuk rakyat.”  Jika saja itu ditanggapi positif saya yakin kondisi mentalitas bangsa kita tidak seperti saat ini.


Konsep Revolusi Mental yang kami susun sudah kami buat 5 tahun sebelum bapak jadi presiden. Konsep ini didasarkan atas pidato pak SBY pada HUT RI tahun 2011: “Tidak ada bangsa yang dapat melakukan transformasi besar,  tanpa didahului dengan perubahan mindset,  atau cara pandang”. Konsep pak SBY dan Pak Jokowi menjadi dasar bagi saya memperkuat konsep REVOLUSI MENTAL PARIPURNA DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT yang selama ini telah saya susun dan kembangkan  sejak 2007.

Konsep REVOLUSI MENTAL PURNA DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT.  “Paripurna” artinya menyeluruh meliputi REVOLUSI AKHLAK BERBASIS AGAMA, REVOLUSI MORAL BERBASIS PANCASILA, REVOLUSI BUDI PEKERTI BERBASIS BUDAYA, DAN REVOLUSI MINDSET BERBASIS MIND.  Ini harus berjalan seiring, tidak ada yang dianaktirikan.  “Dari Rakyat untuk Rakyat” artinya revolusi mental akan dilaksanakan oleh rakyat secara swakarsa, swadaya, swadana. Saat ini terjadi ketimpangan sehingga muncul egosentris. Manusia Indonesia paripurna harus menguasai 4 pilar ini. Jika tidak akan rawan konflik dan kesalahan berpikir.


Sayang proposal 300 halaman yang saya kirim ke Istana belum direspon. Padahal setidaknya ini bisa menjadi masukan bagi negara. Saya menyesalkan konsep Revolusi Mental 5 tahun berjalan hanya diprogramkan untuk PNS bukan untuk rakyat. Itupun menurut penilaian saya gagal, karena faktanya PNS tidak berubah malah jauh dari Pancasila. Sementara rakyat tak pernah tersentuh pelatihan Revolusi Mental karena pelatihan itu tidak pernah ditujukan untuk rakyat. Padahal ketika bapak kampanye menjadi gubernur DKI kita pernah berdialog, intinya saat itu saya  pesan pentingnya mengubah mentalitas warga Jakarta. Waktu itu bapak menjawab, character building itu penting, tetapi harus dimulai dari pejabatnya dulu. Waktu itu saya berpendapat mentalitas pejabat dan rakyatnya satu paket dibenahi.


Dalam surat ke-9 ini saya hanya ingin terus mengingatkan bapak tentang pentingnya Revolusi Mental, sekalipun Pak Jokowi mungkin malah sudah lupa. Jika berkenan mohon terima masukan saya tentang revolusi mental terlampir.


Bapak Presiden Jokowi yth.

Maaf jika saya menjadi warga negara yang kritis dan tak tahu diri, tetap menyurati bapak walau sudah 8 kali tidak dibalas. Saya lakukan ini untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Karena saya dan lembaga saya Alfateta Indonesia punya impian besar yakni Indonesian Dream (terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri, sejahtera, dan berakhlak).  Kalaulah bapak memberi dukungan, kami akan merangkul semua ormas, pemuda, LSM dll untuk bersama melaksanakan Revolusi Mental di seluruh Indonesia.


Jika revolusi mental di atas berjalan, kita akan mampu mengatasi banyak masalah seperti kemiskinan, kebodohan, pengagguran, korupsi, radikalisme, terorisme, konsumerisme, tawuran dll.  Dalam 5 tahun ke depan, kita akan mampu sejajar dengan bangsa maju di dunia. Dan Revolusi mental ini tetap langgeng sekalipun bapak sudah tak menjabat negara ini.


Seharusnya kita selesaikan dulu Revolusi Mental setelah itu baru program SDM Unggul. Tahapan pelatihan meliputi perubahan mindset berbasis 4 pilar, pemberdayaan pikiran, baru meningkatkan keterampilan berpikir rakyat kita.  Dengan pengalaman lebih 10 tahun saya mengajar Revolusi Mental atau Revolusi Mindset, dari Aceh sampai Papua dan dari semua strata, saya telah menciptakan hampir 50 modul untuk mengubah mental bangsa dan menciptakan SDM Unggul. Selain bertahap juga tersegment. Untuk dunia pendidikan misalnya super memory, mind map, super speed reading dll, untuk Pekerja harmonisasi hubungan industrial, revolusi karier, menjadi karyawan berkualitas. Untuk umum menciptakan SDM bermutu, entrepreneurship, dll.


Program ini tak perlu APBN. Dukungan moral dari bapak akan menggerakkan orang-orang yang masih peduli masa depan bangsa ini. Dukungan bapak akan memberi amunisi untuk kami menciptakan relawan pelatih dan melaksanakan pelatihan revolusi mental di seluruh Indonesia. Dukungan bapak akan membuka pikiran dan wawasan para pejabat di daerah bagaimana seharusnya Revolusi Mental kita laksanakan dan selanjutnya bagaimana kita menciptakan SDM unggul menghadapi Era Industri 4.0. Dukungan bapak akan mampu mewujudkan impian saya menciptakan 2 trainer di tiap desa untuk melaksanakan pelatihan revolusi mental dengan swakarsa (inisiatif masyarakat), Swadaya (dilaksanakan rakyat), dan Swadana (dana masyarakat). Pemerintah hanya perlu menjadi fasilitator. Kami sudah membuktikan, dan bisa. Pemerintah justru yang memanjakan masyarakat dengan melakukan politik uang atau kebijakan uang uang dan uang. Sehingga masyarakat menjadi malas dan tak kreatif.  Kedepn pemerintah harus mau berubah pola pikir. Jika masyarakat punya masukan bagus, sambut dengan baik. Tidak ditelantarkan idenya. Buruk atau baik bisa atau tidak diterapkan hargai mereka.  


Pak Jokowi Yth,

Saya tak pernah lupa untuk mengingatkan Pak Presiden Jokowi, Jika kita gagal atau tidak serius melaksanakan Revolusi Mental dalam 5 tahun ke depan, Indonesia Dalam Bahaya 5 tahun berikutnya. Kita bukan saja sulit bangkit dari keterpurukan, tapi juga sulit berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia. Peringatan ini sudah sering saya sampaikan kepada bapak disertai data sejak 5 tahun terakhir ini. Ada yang salah dalam kurikulum pendidikan kita dan pemahaman kita terhadap character building. Sejuta pelatihan character building jika tidak dimulai dari pemahaman paling dasar yakni ilmu pikiran atau ilmu mind power, tidak akan mampu karakter buruk bangsa ini.


Kami berharap setelah bapak lengser, bapak tidak saja dikenang sebagai Bapak Pembangunan Infrastruktur tapi juga bapak Revolusi Mental.  


Saya tidak ingin memperpanjang  surat yang sudah panjang ini. Skema, grafik, buah pikiran, fakta, data, gambar, ada dalam proposal terlampir.  Jika butuh video saya bisa mengakses channel bambang alfateta. website terlampir.


Mohon maaf jika ada kata saya yang salah atau tidak sopan pak Presiden. 4 x 4 = 16 pak. Sempat gak sempat mbok surat saya yang ke-9 ini dibalas ya Pak Jokowi, presiden yang ramah, tidak sombong, sederhana, dan baik hatinya.  


Salam hormat saya,


Bambang Prakuso.

Tembusan:
1. Kementerian Pendidikan
2. Seluruh masyarakat Indonesia (via medsos)

Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP