SURAT UNTUK MENTERI PENDIDIKAN

Kepada Yth.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI

Bapak Nadiem Anwar Makarim

Jalan Jendral Sudirman Jakarta Pusat 10270

 

No. 02/Eks/I/2020

Jakarta, 16 Januari 2020

 

 

Dengan hormat

 

Salam sejahtera kami sampaikan kepada bapak Semoga Allah SWT melindungi dan memberikan kekuatan bagi Bapak dalam menjalankan tugas sebagai Menteri Pendidikan RI.

Perkenalkan nama saya Bambang prakuso, saya adalah pelatih utama di Alfateta Indonesia Mind Power Academy. Aktivitas sehari-hari menulis buku, memberikan motivasi, pelatihan di bidang komunikasi,  motivasi, mind power, pengembangan sumber daya manusia.

 

Bersama ini saya kirimkan sebuah proposal “Menciptakan SDM Unggul Menuju Industri 4.0.” Proposal ini saya kirimkan juga kepada yth. Bapak Presiden RI Joko Widodo (dengan pangantar surat terlampir). Saya mengirimkan tembusan ke Pak Nadiem karena isinya banyak terkait dengan dunia pendidikan. 

 

Saya menyusun program di atas berdasarkan pengalaman saya roadshow memberikan pelatihan tentang pemberdayaan pikiran kepada para pelajar, mahasiswa, guru dan dosen dari Aceh sampai Papua, atas swakarsa, swadaya dan swadana masyarakat. Walau kami telah melatih puluhan ribu dan memohon dukungan ke Presiden Jokowi melalui 8 surat kami, tampaknya pemerintah belum memberikan dukungan. Mungkin di masa lalu, presiden mendisposisikan surat kami ke Kemendikbud namun tidak mendapatkan respon.

 

Diangkatnya bapak sebagai menteri pendidikan  tentu kami berharap ada angin segar bagi dunia pendidikan Indonesia. Pernyataan bapak bahwa pendidikan tidak menjamin kesuksesan seseorang, sangatlah benar. Di masa depan ilmu kehidupan akan menentukan nasib dan masa depan mereka. Hal yang sama juga sudah dikumandangkan di negara maju. Kebijakan bapak menyederhanakan kurikulum juga kami harap memberikan warna baru dalam dunia pendidikan.

 

 

Yang terhormat, Bapak Mendikbud,

 

Yang mungkin bapak perlu perhatikan adalah sistem pendidikan kita sangat tidak mendukung akomodatif terhadap  metode belajar terbaru yang sedang berlaku di dunia maju. Sebagai pelatih ilmu mind power saya berpikir, kita tidak akan bisa mengubah karakter, moral, akhlak bangsa ini tanpa kita mengajarkan ilmu kekuatan pikiran (mind power) kepada mereka. Mind power adalah ilmu tentang otak manusia, hukum, sifat, cara kerja, dan cara memberdayakannya. Dengan ilmu ini kami yakin, jika diterapkan dalam dunia pendidikan, dalam waktu kurang dari 5 tahun kita akan mampu bangkit dari keterpurukan dan mampu berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia.

 

Ilmu mind power sangat luas, dan dapat diaplikasikan pada metode belajar siswa agar mampu menshortcut ilmu pengetahuan dengan mudah. Salah satu contoh aplikasi mind power adalah mind mapping. Dalam hidup saya pribadi menggunakan mind map untuk mencatat pelajaran, menulis buku, berpidato, memecahkan masalah, mengatur waktu dll. Karena manfaatnya yang luar biasa, tidak salah jika Thailand dan Singapura menjadikan mind mapping pelajaran wajib.

Bagaimana di Indonesia? 8 tahun lalu dari ratusan guru yang mengikuti pelatihan saya, hanya 1-2 guru yang paham mind mapping, selebihnya mendengar pun tak pernah. Ketika saya mengkonfirmasi dengan seorang pejabat yang pernah di Dikbud, mengapa mind mapping tidak dijadikan pelajaran wajib, ia menjawab karena tidak ada dalam kurikulum.

 

Kurikulum 2013 mengklaim menggunakan mind map. Faktanya buku para pelajar kita menggunakan peta konsep. Peta konsep bukan mind map. Bahwa pemerintah belum memandang mind map sebagai hal penting bisa dilihat dari buku-buku pelajaran yang disusun oleh para ahli Kemendikbud. Penyusun tidak membantu pelajar dapat mencatatnya dengan mind map. Sebagai pelatih mind map saya sendiri kesulitan membuat mind map dari buku pelajaran SD sampai SMA. Sehingga pantas saja pelajar dan guru tidak memanfaatkan mind map. Beberapa tahun terakhir ini banyak siswa dan guru yang tahu mind map, tapi tidak menggunakannya dalam metode belajar. Hal ini karena tidak adanya kewajiban dari pemerintah.

 

Banyak ilmu lain yang kita tidak pernah tahu, kapan kementerian pendididikan dan kebudayaan akan menerapkannya. Seperti super brain memory, hitung kilat (menghitung lebih cepat dari kalkularatur), super speed reading (membaca sehari 5 buku), menciptakan manusia berkualitas, studentpreneur, jurnalistik, dll. Ilmu ini tidak dipelajari padahal sangat penting. Kami sebagai penyelenggara pelatihan kasihan melihat sekolah negeri, karena mereka terancam tertinggal dengansekolah swasta yang terbuka menerima ilmu baru yang ditawarkan oleh para trainer dan motivator, sedangkan sekolah negeri dilarang memungut biaya sepeser pun. Ini akan menjadi bom waktu, pelajar dan mahasiswa menjadi tenaga kerja tidak siap pakai.

 

Pak Mendikbud Yth,

Kita adalah negara paling malas membaca di dunia. Menurut Unesco, kita berada di peringkat 60 dari 61 negarapaling malas baca di dunia. Padahal kita negara dengan perpustakaan terbanyak nomor 2 di dunuia. Negara lain mengebut menciptakan masyarakatnya agar gemar membaca kita santai-santai saja. Ketika Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura sudah mampu meningkatkan minat bacanya 50%, kita masih 0,001%. Ketika negara Asean  (tanpa Indonesia) sudah mampu meningkatkan minat bacanya 5 buku/tahun, Jepang 13 buku/tahun, Eropa 13 buku setahun, Indonesia 1 pun tidak. Saya tidak tahu mengapa pemerintah mengejar proyek pengadaan perpustakaan dan pengadaan buku, tapi enggan mengadakan pelatihan baca cepat. Fakta membuktikan kecepatan membaca seorang S2 ternyata tak jauh beda dengan pelajar SD. Kelambanan dalam membaca berbading lurus dengan rendahnya minat baca. Saya sudah menyurati Kemendikbud untuk kerjasama meningkatkan minat dan kecepatan baca buku bangsa kita, termasuk menyurati perpustakaan nasional, tapi membalas surat kami pun tidak.  

Kami sudah berupaya membantu para siswa sekolah negeri dengan mengajukan permohonan bantuan dana CSR akan kami bisa membantu pelajar sekolah negeri. Tapi belum mendapatkan respon.

 

Bapak Mendikbud Yth.

Untuk tidak berpanjang panjang, saya melampirkan Proposal Meningkatkan Mutu SDM menghadapi Era Industri 4.0. Dalam proposal ini saya menguraikan betapa pentingnya ilmu pikiran sebagai dasar Revolusi Mental. Dan Revolusi Mental yang kami maksud adalah Revolusi Mental Paripurna dari Rakyat untuk Rakyat. Silakan bapak pelajari proposal terlampir. Jika bapak menganggap ini penting dan ingin mendiskusikan dengan kami, kami siap melakukan presentasi. Dan jika bisa diterima kami akan membantu negara untuk meraih Indonesian Dream, terciptakanya masyarakat yang cerdas, mandiri, sejahtera dan berakhlak.

 

 

 

 

Hormat kami,

 

 

 

Bambang Prakuso

Pelatih Utama Alfateta Indonesia

 



Tembusan:

Seluruh Rakyat Indonesia

Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP