SELALU ADA WAKTU

SELALU ADA WAKTU

SELALU ADA WAKTU

SELALU ADA WAKTU

-Bambang prakuso BSM alfateta.-

Banyak orang mengatakan tidak punya waktu sehingga dia tidak bisa baca buku, tidak bisa menonton film atau video, tidak bisa mononton TV, dia tidak punya waktu menulis buku. Benarkah kita tidak punya waktu?


Mungkin saya bukanlah contoh yang baik, tapi mungkin bisa anda pertimbangkan untuk mengambil sisi baiknya.


Saya bangun pukul 05.00. Pukul 06.00 atau pukul 07.00 saya sudah mulai bekerja di rumah dan selesai pukul 23.00 atau 24.00 terkadang pukul 01.00.


Hampir seharian saya berada di depan komputer, mengerjakan tidak hanya satu hal tapi beberapa hal sekaligus.


Saya bisa menulis artikel, membuat slide presentation, membaca buku, menonton video, bahkan menulis status di WA di Facebook dan di media sosial lainnya dalam waktu yang sama.


Bagaimana saya bisa melakukan 4-5 pekerjaan sekaligus dalam satu waktu? Ini hanya soal kemauan, bukan bisa atau tidak.


Ketika saya menulis status di media, sebenarnya saya sedang belajar juga sedang menulis potongan-potongan kecil dari buku saya. Ketika saya membaca buku saya juga sedang menyusun sebuah slide dan naskah buku.


Bagaimana saya bisa menonton video dalam waktu yang sama dengan membaca buku. Tidak semua hal harus kita tonton saya menyetel video pada saat saya bekerja dan saya berhenti sebentar ketika dialog-dialog penting terjadi di video.
Ternyata setelah film selesai, saya mengerti cerita film itu. Terkadang memang saya tidak menikmati tapi mengerti isi film. Terkadang saya menikmatinya. Dengan menonton film dan TV wawasan saya menjadi lebih luas.


Satu hal yang perlu anda ketahui saya juga menggunakan waktu saya di kendaraan untuk mencatat ide-ide dan membuat perencanaan. Saya bawa voice recorder dan blok note kemana pun saya pergi. Saat berpergian minimal di tas saya ada 3 buku yang saya baca kalau ada waktu luang, misalnya menunggu orang, saat di kendaraan dll.


Itulah jawaban atas pertanyaan mengapa saya bisa menulis puluhan buku dan puluhan modul serta masih sempat mengajar menyusun brosur sendiri meng-update website dan lain-lain.


Memang kalau kita tidak mau melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu anda akan terus kekurangan waktu.


Hidup ini seperti naik taksi, begitu kita duduk argonya jalan. Di dalam taksi ada orang yang menghabiskan waktunya dengan tidur, ada orang yang ngobrol, ada orang membaca, ada yang dengerin musik ada yang mencoret coret di kertas sebuah ide atau perencanaan, ada orang yang main HP dll.


Hidup ini pilihan. Takdir itu ketentuan Allah. Hidup ini singkat. Tanyakan pada diri sendiri apa yang bisa kita lakukan untuk manusia lain sebagai bekal kita di akhirat nanti? Selagi kita hidup kita masih punya kesempatan untuk berbuat yang terbaik untuk diri kita sendiri bangsa dan agama kita.


Maksimalkan waktu kita, maksimalkan potensi otak kita maksimalkan sumberdaya kita, maksimalkan sumber informasi untuk kehidupan kita hari ini dan masa yang akan datang.


Jangan tunggu kondisi membaik, lakukan sesuatu agar kondisi membaik. Tidak ada masalah, yang ada hanyalah peluang. Tuhan tidak pernah menguji kita, yang ada adalah ia ingin manusia menggunakan pikirannya untuk bisa membalik musibah menjadi berkah.


Kita hari ini adalah apa yang kita pikirkan dan kita lakukan di masa lalu. Siapa kita di masa depan, adalah apa yang kita pikirkan, kita baca, kita lakukan hari ini.
Janganlah menyalahkan Tuhan akan kondisi saat ini sebab nasib bukanlah takdir tapi hasil pikiran dan perbuatan kita di masa lalu. www.alfateta.com

Silakan share kalau Anda suka artikel ini


Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook