Artikel Populer

SEKALI LAGI CARA JADI TRAINER ALFATETA

SEKALI LAGI CARA JADI TRAINER ALFATETA

Admin Jum'at, 06 Juli 2018 PELUANG ALFATETA
SEKALI LAGI CARA JADI TRAINER ALFATETA

*SEKALI LAGI TENTANG CARA JADI TRAINER*


Semangat pagi rekan-rekan semuanya.

Sehubungan dengan surat yang kami kirimkan dan share ke seluruh grup pasukan Monas, Alfateta,  dan Triyana, kami telah mendapatkan banyak pertanyaan dan usulan. Melihat pertanyaan tersebut, ternyata banyak orang yang ingin jadi trainer tapi belum melihat video yang ada di www.alfateta.com.


Untuk mau jadi trainer Anda harus bersedia membaca atau mendengarkan presentasi yang ada di website atau YouTube tentang cara jadi trainer Alfateta. Karena kalau kita malas baca, ya jelas saja kita kurang informasi dan akhirnya bingung.


Saya ingin meringkas apa yang ada dalam video bahwa intinya seorang mau jadi trainer harus melewati tahap:


  1. Dia harus belajar dulu.
  2. Dia harus mengikuti TFT (training for trainer) dulu.
  3. Dia harus mau memasarkan  pelatihan Alfateta dulu di daerahnya (learning by doing). Ini bukan saja lebih murah, tapi juga waktu Anda lebih luas untuk bertanya, bahkan Anda bisa mendapatkan uang. Tawarkan pelatihan Alfateta ke sekolah. Anda belajar marketing sekaligus ketika kami datang dapat jadikan bahan pembelajaran, bahkan Anda dapat uang. Apa yang terjadi kalau Anda datang ke Jakarta, bukan saja Anda harus membayar mahal, tapi waktu yang Anda keluarkan jauh lebih banyak. Pada saat Anda belajar, gunakan waktu untuk langsung TFT. Apakah setelah TFT Anda bisa mengajar? Belum Anda harus dapat lisensi dulu. Setelah dapat lisensi, harus saling edifikasi. Anda edifikasi saya dan Alfateta, saya mengedifikasi Anda sebagai calon trainer di wilayah Anda. Pelatihan berbeda dengan produk. Pelatihan adalah Jasa. Jasa itu melekat dengan orang yang menciptakan atau yang mempopulerkannya. Orang akan memilih menggunakan jasa Hotman Paris SH daripada orang yang mengaku kerja di kantor Hotman Paris SH. Orang akan lebih memilih dilatih oleh Mario Teguh daripada Anda yang mengaku muridnya Mario Teguh. Apalagi Anda baru belajar sekali dan belum ada jam terbang. Orang akan memilih Bambang Prakuso yang memberikan pelatihan daripada Anda yang baru sekali ikut pelatihan saya dan baru sekali TFT. Karena itu Anda menjual Alfateta dan pelatihnya adalah mutlak. Jika Anda tidak mau melalui ini saya pastikan gagal. Karena bukan 1 atau 2 orang yang gagal. TApi 100 orang yang tidak percaya tahapan itu harus dilalui. Sekali lagi, juallah pelatihan Alfateta ke sekolah di wilayah Anda. Yang bayar kami adalah sekolah, bukan Anda. Anda bisa belajar gratis, bahkan pada hari kami ke wilayah Anda kami bisa melakukan TFT. Apakah Anda bisa dipercaya masyarakat setempat dengan sekali pelatihan dan TFT? Tidak. Sedikitnya 3 kali. Itu adalah masa di mana Anda mengedifikasi keberadaan Alfateta dan pelatih utamanya, dan Alfateta mengedifikasi Anda sebagai calon pelatih Alfateta di daerah Anda. Pada pelatihan ke-2 dan ke-3 Anda harus mengikuti tahap yang namanya asisten pelatih. Barulah Anda mendapatkan lisensi. Jadi gak semudah apa yang Anda bayangkan sekali Anda ikut TFT Anda langsung jadi pelatih. Anda nanti akan frustasi sendiri.
  4. Anda memasarkan diri Anda sendiri. Setelah Anda belajar dan melihat langsung pelatihan 1 atau 2 kali, mengikuti TFT dan menjadi asisten pelatih, barulah kami dan masyarakat percaya Anda bisa melakukannya. Nah Anda harus memasarkan diri Anda dulu. Anda bisa mengurangi tahap memasarkan diri sendiri, jika Anda mengikuti petunjuk kami,
  5. Anda dipasarkan oleh orang lain. Anda membuat massa atau jaringan lebih dulu. Massa ini adalah massa di Grup WA Anda, organisasi yang Anda bentuk, marketing yang Anda ciptakan dll. Agak aneh jika seorang trainer merangkap pemasar. Apalagi proposal Anda sendiri yang antar. Kecuali Anda sendang memagangkan marketing Anda.


Itulah dasar, mengapa Anda harus melewati 5 tahap di atas sebelum jadi trainer di daerah Anda sendiri. Saya tidak ingin membuang waktu atau mengulangi kesalahan yang sama. 100 trainer semua gagal karena tidak mau mengikuti 5 langkah di atas. Saya juga awalnya berpikir, cukup sekali memberi pelatihan dan TFT kepada seseorang masakkan dia tidak bisa menjadi trainer. Faktanya gagal. Dan saya mendapatkan ada yang berhasil karena dia mengikuti tahapan yang sudah kami buat. Bahkan seorang trainer kami bisa mencapai trainer internasional, setelah memasarkan kami puluhan kali. Sulit? Ini bukan persoalan sulit, tapi persoalan kesabaran. Untuk itu seorang trainer akhirnya dibayar mahal. Mario Teguh misalnya bisa punya penghasilan Rp 100 juta/jam. Apa dia bisa jadi trainer dan berpenghasilan sejumlah itu dalam hitungan tahun? Tidak. Dia butuh waktu 20 tahun. Saya sendiri, butuh waktu 7 tahun. Lebih cepat, karena saya juga menggunakan tahapan menjual pelatih atau guru saya lebih dulu. Berkali-kali berhasil? Tidak. Berkali-kali gagal. Untungnya dia mau terus saya minta jadi trainer sekalipun beberapa kali gagal, dan saya rugi. Baru setahun saya bisa menjual dia dan akhirnya dia menjadi trainer di sebuah perusahaan besar.


Anda tidak perlu punya pikiran bahwa kapan Anda majunya kalau saya terus yang melatih. Itu pemikiran yang salah. Saya justru kalau bisa sudah segera meninggalkan Anda dan tak ke daerah Anda lagi untuk melatih karena sudah ada Anda di daerah Anda sebagai pelatih. Saya masih punya kewajiban melakukan hal yang sama di daerah lain. Alfateta tidak akan bisa mewujudkan impiannya menciptakan pelatih di daerah jika, trainer Alfateta terus menerus menjadi pelatih di daerah Anda.


Haruskah Ikut Pelatihan?

Banyak sekali calon pemasar yang mengatakan bagaimana mungkin saya bisa memasarkan tanpa saya pernah ikut pelatihan Alfateta. Fakta menyebutkan lain. Hampir seluruh EO saya di daerah berhasil justru karena tidak pernah mengikuti pelatihan Alfateta. Cukup memegang brosur Alfateta saja. Toh walau ada 50 pelatihan, sesungguhnya yang bisa dipasarkan untuk anak sekolah hanya 4 judul saja. Bahkan 2 judul cukup. Untuk apa berpikir semua pelatihan akan anda bawakan di daerah Anda? Anda boleh bertanya pada perwakilan atau EO Alfateta di Medan, Sintang, Pontianak, Banjarmasin, Makasar, Bali, Papua, Lampung, dll. Apakah mereka sukses memasarkan pelatihan saya karena telah melihat pelatihan saya lebih dulu? Tidak. Faktanya Medan telah mengundang Bambang Prakuso hampir 40 kali, tanpa pernah melihat pelatihan Alfateta pada awalnya, begitupun Lampung, dan Kediri. Ini daerah yang telah mengundang kami sebagai pelatih lebih 10 kali. Yang unik, tidak ada satupun dari EO yang saya sebut di atas ingin jadi trainer. Malah mereka tetap ingin jadi EO. Kami juga tidak ingin ini. Sistem sekarang, sekalipun mereka tidak ingin jadi trainer, mereka harus siapkan calon trainer.


Salam


 Bambang Prakuso


 

NB: Anda cukup mempelari 4 modul Alfateta, jangan pelajari semua modul, yakni:


  1. Cara Melejitkan Prestasi Siswa
  2. Cara Dapat Nilai A
  3. Mind Map
  4. Super memory


Cukup 4 itu saja yang Anda pasarkan. Yang di bawah ini, boleh Anda pasarkan tapi jangan dulu berharap Anda jadi trainernya. Pelatihan di bawah ini adalah pelatihan yang Anda sisipkan setelah Anda berhasil menawarkan pelatihan di atas. Jadi jika pun pelatihan di bawah ini pesertanya sedikit atau tidak ada sama sekali tidak mengapa.  Hitung-hitung kita pernah menawarkan pelatihan ini di daerah Anda. Dan hitung-hitung Anda dapat pelatihan gratis. Kalau pun rugi, gak ada rugi karena kalau Anda ikut pelatihan ini di Jakarta juga sangat mahal biaya yang Anda keluarkan.


  1. Speed Reading
  2. Psikomagnetik
  3. Psikotrransmiter
  4. Cara Melamar Kerja
  5. Rahasia Dapat Modal tanpa Jaminan
  6. Jurnalistik.



Lampiran:

Angket. Angket adalah untuk mengetahui pelatihan apa yang dibutuhkan di daerah:



Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jl. Kalibata I No.,17, Pancoran, Jakarta Selatan
081380642200 / 087775477733
081380642200
surfatalfateta@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2018 ALFATETA INDONESIA. Oleh Webpraktis.com | sitemap