REVOLUSI MENTAL

REVOLUSI MENTAL 


Ubah Mindsetmu, Nasibmu dan Negaramu akan Berubah!

“Kita tidak dapat melakukan transformasi besar, tanpa lebih dulu melakukan perubahan mindset, perubahan cara berpikir” (Soesilo Bambang Yoedhoyono),

Indonesia menghadapi dekadensi moral yang sangat parah di bidang korupsi, penyalahgunaan Narkoba, kenakalan remaja, terorisme, anarkhisme, intoleransi, dll. Ini adalah mental blok yang membuat kita tertinggal. Bagaimana menyelamatkan Indonesia?

Dekadensi moral di semua lini kehidupan masyarakat, mendasari Presiden Jokowi untuk menelurkan ide “Revolusi Mental”. Menurut Jokowi, Revolusi Mental adalah  Integritas, Etos Kerja dan Gotong Royong.

Lihat saja setahun lebih Revolusi Mental digagas dan dimasyarakatkan, bangsa ini dikejutkan dengan banyaknya kasus terorisme, anarkhisme, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, korupsi yang makin merajalela, intoleransi yang berujung pengerusakan rumah ibadah, dan banyak lagi.

Mengapa? Apa yang salah dari Revolusi Mental? Selain konsepnya tidak menyentuh masyarakat, Revolusi Mental yang seharusnya dikomandoi langsung oleh Jokowi karena urgensinya, justru diserahkan ke kementerian yang tahu banyak tentang Revolusi Mental.  Jika metode pemerintah hanya memberikan nasihat, himbauan dan perintah Revolusi Mental dipastikan gagal.  Di zaman reformasi seperti sekarang ini, melakukan kekerasan terhadap masayrakat juga bukan solusi yang tepat, mendekati masyarakat dengan jalan lunak dan bujukan juga bukan solusi benar. Yang bisa dilakukan oleh pemerintah menurut pandangan Alfateta Indonesia adalah REVOLUSI MENTAL dengan 4 PILAR REVOLUSI:

1. Revolusi Akhlak
2. Revolusi Moral
3. Revolusi Budi Pekerti
4. Dan Revolusi Mindset


Sekolah mengajarkan akhlak (agama), moral (Pancasila), Budi Pekerti (Budaya), tapi tidak mengajarkan Mindset. yang bersumber dari ajaran Mind Power. Ketidaktahuan kita tentang mindset membuat bangsa kita tidak mampu melihat dari sudut pandang orang lain, merasa diri paling benar, rendahnya toleransi, dan berakhir pada upaya memaksakan kehendak dengan cara damai atau kekerasan.

Alfateta sangat konsen dengan pelatihan pilar ke-4, Revolusi Mental berbasis Mind Power. Pelatihan inilah yang membedakan pelatihan Revolusi Mental oleh pemerintah dengan yang kami lakukan. Kami jamin jika program Revousi Mental berbasis mindset di Alfateta dijalankan, maka Indonesia bisa meraih impiannya tidak perlu seperti yang diharapkan Jokowi 60 tahun lagi, tapi bisas kita lakukan dalam waktu kurang dari 5 atau 10 tahun. 

Pelatihan ini hanyalah dasar yang diberikan secara GRATIS di seluruh Indonesia. Dengan harapan pikiran manusia Indonesia terbuka dan memiliki niat dan semangat untuk mengubah dirinya sendiri dan bangsa ini.

Jangan terlalu banyak berharap pada pemerintah untuk mengubah nasib Anda dan bangsa ini. Bagaimana pun Jokowi dan para pejabat di negeri ini sudah begitu banyak hal yang harus dipikirkan. Alfateta Indonesia selama 10 tahun ini justru konsen dengan pelatihan perubahan mindset melalui pelatihan dan penulisan buku-buku.  Belum tentu konsep pemerintah jauh lebih baik dari konsep yang dimiliki masyarakat.

Dengan memahami cara mengubah mindset, maka Anda bisa mengubah mindset diri Anda dan orang lain.
Ikuti pelatihan dasar ini, agar Anda memahami apa yang harus kita lakukan untuk bangsa ini. Selanjutnya Anda bisa mengikuti pelatihan Alfateta yang lain yang lebih mendalam. (Bambang Prakuso Alfateta)

Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP