PROPOSAL UNTUK PERUSAHAAN

PROPOSAL UNTUK PERUSAHAAN

PROPOSAL UNTUK PERUSAHAAN

PROPOSAL KEGIATAN

PELATIHAN REVOLUSI MENTAL BERBASIS MINDSET

UNTUK PERUBAHAN POLA PIKIR, PEMBERDAYAAN PIKIRAN, dan KETERAMPILAN BERPIKIR PEKERJA/KARYAWAN PERUSAHAAN

 

A.   LATAR BELAKANG

Setiap perusahaan dan pekerja pasti berharap perusahaannya dapat langgeng dan dapat meningkat lebih baik dari tahun ke tahun. Karena itu perusahaan harus peduli dengan pendidikan yang bisa mengubah mindset dan mampu memberdayakan pikiran mereka. Fakta membuktikan gaji bukan faktor paling penting yang membuat pekerja loyal, displin, optimis, produktif dll.

Namun demikian perkembangan zaman telah mengakibatkan terjadinya pola pikir karyawan yang dipengaruhi oleh teknologi, informasi, politik, dan lain-lain. Pada akhirnya sekarang ini memunculkan problematik. 

1.   Kurangnya penghargaan dan rasa syukur karyawan terhadap perusahaan. Hal ini berakibat mudanya karyawan dibujuk pihak ketiga untuk mempersoalkan hak yang normatif maupun yang tidak normatif mengakibatkan mudahnya terjadi unjuk rasa, demonstrasi, atau pemogokan bahkan seringkali yang bersikap anarkhis.

2.  Lebih dekatnya karyawan dengan serikat pekerja daripada dengan perusahaan. Seperti diketahui jumlah serikat pekerja lebih dari satu, sedangkan Apindo sebagai organisasi yang menaungi pengusaha hanya satu. Dan seeringkali Apindo bukan diwakili oleh pengusaha tetapi oleh HRD atau personalia. Hal ini mengakibatkan HRD atau personalia lebih cenderung sebagai karyawan daripada mewakili perusahaan. Akibatnya personalia sering tidak dapat mengatasi masalah ketika buruh merasa aspirasinya terwakili oleh buruh.

3.   Ada buruh yang menjadi trouble maker dan berlindung di balik seriakt buruhSebagai trouble maker mereka sebenarnya karyawan yang malas, tidak disiplin, berpikir negatif, lemah produktivitas atau lemah loyalitas. Lalu mereka bergabung menjadi pengurus serikat pekerja dan menjadi trouble maker bagi perusahaan atas nama serikat pekerja. Akhirnya banyak terjadi karyawan yang di PHK menuntut dan mengajak serikat untuk menekan pengusaha mempekerjakan kembali karyawan trouble maker yang di PHK.

4.  Tigginya pembajakan dan turn over karyawan. Di beberapa perusahaan, terjadi pemajakan karyawan atau tenaga ahli yang mengakibatkan ada perusahaan yang sangat terganggu bahkan sampai gulung tikar karena hampir seluruh karyawanya tiba-tiba pindah ke perusahaan lain. Perusahaan melupakan bahwa kesetiaan dan loyalitas pekera seringkali bukan karena gaji, tetapi suasana perusahaan.

5.   Kebijakan pemerintah yang umumnya aneh dan dipaksakan. Banyak kebijakan pemerintah yang dipaksakan sehingga terkesan menekan pengusaha, seperti kebijakan BPJS, UMK/UMR, CSR, dll.  Contoh, pemerintah menetapkan iuran BPJS berdasarkan UMK. Masalahnya masih banyak pengusaha yang menggaji karyawannya di bawah UMK, akibatnya tidak mampu membayar BPJS sementara BPJS adalah wajib. Aturan ini dianggap aneh, karena iuran karyawan di tiap daerah berbeda tetapi pelayanan BPJS sama. Di satu sisi BPJS adalah wajib.

6.   Pemerintah Lebih mendukung serikat pekerja daripada pengusahaSeorang pejabat Ketenagakerjaan pernah mengatakan lebih baik mereka mendukung buruh daripada pengusaha. Kalau mendukung buruh mereka mendapatkan dukungan politis sedangkan jika mendukung perusahaan “kami dapat apa?” Akibatnya banyak perusahaan yang harus mengalah, bahkan jika tidak sanggup mengikuti aturan pemerintah memilih minggir ke daerah agar upahnya murah, atau hengkang ke luar negeri. Apindo mecatat 9/000/000 orang telah di PHK sampai dengan taahun 2015.

7.   Karyawan kehilangan akhlak, moral, budi pekerti dan cara berpikir rarionalKita punya pelajaran agama, Tapi sayang kita secara bersamaan tidak menggalakkan pendidikan moral Pancasila, budi pekerti dan pendidikan mindset (pendidikan tentang cara berpikir) di sekolah dan di masyarakat. Sementara itu perusahaan juta tidak memiliki program revolusi mental untuk karywannya secara khusus. Akibatnya banyak karyawan yang salah dalam berpikir di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan.

8.  Perusahaan seperti juga pemerintah, lamban merespon ilmu mind power sehingga karyawan tidak dapat merubah mindset dan memberdayakan pikirannya. Mungkin saja karyawan selama ini cukup cerdas, tetapi sesungguhnya mereka bisa lebih cerdas jika mereka memahami ilmu ilmu pikiran sepereti yang diajarkan oleh Alfateta Indonesia.

 

Atas dasar pemikiran di atasAIMPA (Alfateta Indonesia Mind Power Academy)  menawarkan Pelatihan Perubahan Mindset, Pemberdayaan Pikiran, dan Keterampilan Berpikir untuk Pelajar SD, SMP, SMA (Sederajat) dan mahasiswa.

 

 

B.    LANDASAN KEGIATAN

Kegiatan Pelatihan AIMPA (Alfateta Indonesia Mind Power Academy)  ini dilaksanakan berlandaskan:

  1. UUD 1945 dalam pembukaan dan Batang tubuh tentang Hak dan Kewajiban Setiap Warga Negara terhadap Negara
  2. Undang-undang RI Tentang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2013
  3. Undang-Undang RI  UU No.2 Thn 2004 - Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
  4. Program Revolusi Mental Jokowi (Integritas, Etos Kerja, Gotong Royong)
  5. Missi Alfateta Indonesia: Indonesian Dream menciptakan masyarakat yang CERDAS, MANDIRI, SEJAHTERA, dan BERAKHLAK.

 

C.  NAMA DAN TEMA KEGIATAN

1.  Kegiatan ini bernama Pelatihan Revolusi Mental berbasis Mind Power untuk Perubahan Mindset, Pemberdayaan Pikiran, dan Keterampilan Berpikir seluruh pekerja dan karyawan di seluruh indonesia. .

2.  Tema kegiatan Pelatihan Revolusi Mental Berbasis Mindset ini bertemakanMenciptakan karyawan yang loyal, disiplin, cerdas, penuh syukur, optimis, mandiri, sejahtera, berakhlak, sehat melallui pendekatan ilmu Mind Power dan ilmu turunannya.”

 

D.   MAKSUD DAN TUJUAN

Tujuan diselenggaarakan kegiatan pelatihan REVOLUSI MENTAL BERBASIS MIND POWER AIMPA (Alfateta Indonesia Mind Power Academy) adalah sebagai berikut:

1.    Memahami apa itu Revousi Mental. Memberikan pemahaman apa itu Revolusi Mental menurut Jokowi dan apa itu Revolusi Mental menurut AIMPA (Revolusi Akhlak, Revolusi Moral, Revolusi Budi Pekerti, dan Revolusi Mindset).

2.    Membekali para para pekerja dan manajemen dengan ilmu Mind Power dan ilmu turunannya. Indonesia tidak memiliki pendidikan tentang mind power, pendidikan tentang cara memahami dan memberdayakan 99% potensi pikiran kita yang masih tertidur.

3.    Memberikan pemahaman tentang kedahsyatan pikiran manusia. Dengan memahami kedahsyatan pikiran, cara kerja otak dan pikiran serta cara memberdayakannya pekerja akan menghargai otak dan pikirannya serta tertarik untuk menggali ilmu pengetahuan dan senantiasa berpikir positif. Setelah pelatihan ini karyawan akan takut untuk berpikir negatif dan merusak otaknya dengan narkoba.  

4.   Dengan memahami cara kerja pikiran, pekerja menyadari bahwa perusahaan adalah ladang mereka yang harus dijaga dan diperjuangkan eksistensinya. Dengan demikian siswa akan menghargai waktunya menit demi menit untuk berpikir positif. Pikiran yang positif akan menciptakan tindakan dan perilaku yang positif sereta nasib yang lebih baik di masa depan siapa pun kita.  

5.   Pekerja dan jajaran menajmen mengetahui korelasi hubungan antara produktivitas, positive thikinking, loyalitas, disiplin dll dan hubungannya dengan  Mind Power. Al Quran dan kitab suci lainnya menempatkan pikiran di tempat tertinggi. Tidak ada yang agung di dunia ini kecuali mausia, tidak ada yang agug dalam diri manusia kecuali pikirannya. Ada 52 kali di dalam Al Quran disebut tentang akal, tapi sedikit sekali orang beriman yang menggunakannya. Karena itu kata Allah, orang yang diangkat derajatnya adalah orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Paul Yongi Cho pendeta Korea dengan ajaran dimensi ke-4nya membuktikan akallah yang menghubungkan kita dengan Tuhan. Budha mengatakan segala sesuatu yang kita pikir ghaib seringkali sesungguhnya hanyalah hasil kerja pikiran belaka. Tuhan bisa memafkan dosa di masa lalu, pikiran tidak. Karena itu seorang manusia sedini mungkin harus terus berpikir dan berperilaku positif. Tindakan masa lalu yang negatif atau positif akan mempengaruhi dan menentukan masa depan seseorang. Karyawan yang berpikir positif akan menghasilkan tindakan yang positif.

6.    Merevolusi Cara Berpikir sama dengan Merevolusi Goal Setting Perusahaan. Kita adalah apa yang kita pikirkan. Mengubah cara berpikir dapat eingkatkan omzet atau penjualan perusahaan. Kesadaran akan cara berpikir akan mampu meningkatkan produkditivas, loyalitas, dan pencapaian goal setinggi perusahaan dll.  

7.    Karyawan dapat mengubah perilakunya dalam 30 hari. Jika petunjuk dalam pelatihan dan sesudah pelatihan, kami menjamin akan terjadi perubahan moralitss atau mentalitas karyawan dala waktu hanya 30 hari. Kami menggunakan teknik scan virus, remove virus, format ulang dan install ulang pikirn. Dengan mengubah pikiran agar terjadi perubahan dalam tindakan, kebiasaan, perilaku dan nasib seorang karyawan.

8.    Pembekalan untuk manajemen. Membekali manajemen dan karyawan bagaimana cara mengatasi perilaku tidak terpuji seorang karyawan seperti malas, tidak disiplin, suka melawan atasan, bermalas-malasan, berpikir dan berperilaku negatif dll. .

 

E. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN

Tempat Pelatihan    : Ditentukan oleh Perusahaan

Waktu Pelatihan     : Ditentukan oleh Perusahaan

 

F.    SASARAN KEGIATAN

Sasaran dari pelatihan ini adalah:

1.       Buruh/pekerja/operator

2.        Penyelia (supervisor)

3.        Manajer

4.        Direktur

5.        Owner.

 

 

G.   SUMBER DANA

Perusahaan

 

H.    JADWAL KEGIATAN

Kami menawarkan 4 hari pelatihan. Pelatihan dapat diambil 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari, atau ½ hari saja, bergantung kebutuhan dan dana yang ada.

 

I.  TIME SCHEDULE

Jadwal atau kurikulum rlampir (dapat dipili)

Lihat www.alfateta.com

 

J.  RIWAYAT PELATIH

Riwayat Pelatih (terlampir) atau dapat dibuka di www.alfateta.com

 

K. KLIEN DAN ROADSHOW

Infomasi terlampir atau dapat dibuka di www.alfateta.com

 

L. SUSUNAN PANITIA

Panitia dilakukan oleh AIMPA, atau perusahaan yang menyelenggarakan, atau event organizer

 

M. ESTIMASI DANA

Biaya terlampir dalam surat pengantar atau lihat daftar biaya di www.alfateta.com

 

N.     PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat dengan harapan kegiatan ini menjadi sebuah upaya untuk memberikan kontribusi nyata di bidang pemberdayaan pikiran manusia. Semoga dengan dukungan semua pihak yang memiliki keinginan sama untuk memperbaiki bangsa ini melalui bidang pemberdayaan pikiran manusia, sehingga kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar.

 

Jakarta, Agustus 2016

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook