PROPOSAL REVOLUSI MENTAL UNTUK JOKOWI


img-1567338451.jpg

 


PENGANTAR


“Mereka yang mampu bertahan dan memenangkan masa depan, bukan mereka yang kuat atau pintar, tapi mereka yang mau berubah.” (Charles Darwin)


 Mohon dengan kerendahan hati, bapak Presiden Jokowi mau menerima surat saya yang ke-8 selama Pak Jokowi menjabat presiden. Total selama Pak Jokowi jadi presiden sejak tahun 2014 saya telah mengirim 1 draft Revolusi Mental 400 halaman, 2 proposal Kritik dan Masukan terhadap Revousi Mental, dan 7 surat. Draft Revolusi Mental sendiri saya kirim 4 kali ke Pak Jokowi (saat KPU menyatakan Pak Jokowi menang melalui Pak Tjahjo Kumolo, Rini Suwandi – Rumah Cemara, Pemda DKI, dan Kemudian melalui Setneg). Inti semuanya adalah masukan saya terhadap revolusi mental karena saya melihat saat dilaksanakan Revolusi Mental jauh dari harapan dan saya khawatir program bagus ini gagal dilaksanakan.


Proposal Revolusi Mental ini didasarkan pada pengalaman saya melatih revolusi mental lebih dari 10 tahun pada puluhan ribu orang dari Aceh sampai Papua.  Saya ingin sekali ini, Pak Jokowi bersedia membaca dan mempelajari proposal REVOLUSI MENTAL PARIPURNA DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT ini. Hanya Pak Jokowi yang memahami konsep revolusi mental. Dari pengamatan saya para pejabat bapak selama ini tidak memahami dan tidak seirus melaksanakan konsep Revolusi Mental pak Jokowi.


Saya menulis draft Revolusi Mental setebal 400 halaman bukan sekedar wacana, tapi didasarkan pada pengalaman saya melatih Revolusi Mental sejak tahun 2007.  Saya telah melatih  Revolusi Mental pada puluhan ribu orang dari Aceh sampai Papua sejak zaman SBY Mereka yang saya latih meliputi gelandangan, pengemis, narapidana, pelajar, guru, dosen, karyawan, PNS, aparat kepolisian, anggota organisasi masyarakat, dll. Sangat saya sayangkan memang, sekalipun demikian sangat sayangkan jangankan ucapan terima kasih, surat saya pun tidak pernah dibalas.


Dalam draft Revolusi Mental yang pernah saya kirimkan, saya telah memprediksi jika Revolusi Mental gagal  radikalisme akan semakin marak, negara kita terancam, BPJS tidak saja akan bermasalah dalam hal keuangan bahkan membangkrutkan negara, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba naik, dan kita akan sulit mengatasi kemiskinan, kebodohan, korupsi, kenakalan remaja, dll.  


Revolusi Mental ide yang bagus, tapi kita tidak punya konsep dasar. Konsep Dasar Revolusi Mental yang saya usulkan ada 4 yakni akhlak, moral, budi pekerti, dan mindset. Ini saya sebut dengan “Paripurna”. Kelemahan Revolusi Mental Pak Jokowi adalah hanya 3 pilar (integritas, etos kerja, gotong royong). Ini terlalu sempit, dan hanya cocok untuk birokrat. Padahal Revolusi Mental seperti yang pernah saya dialogkan pada Pak Jokowi tahun 2012 melalui skype Gramedia Blok M Jakarta – Solo, pemerintah akan pusing sendiri jika revolusi mental hanya untuk birokrat, bukan untuk rakyat. Dan ini terjadi.


Syukur Alhamduilillah, Pak Jokowi akan menitikberatkan pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) pada periode 2 pemerintahannya. Tanpa Revolusi Mental kita tidak akan mampu memperbaiki


Saya sebagai rakyat mohon agar dinding istana tidak terlalu tebal untuk menerima surat dan proposal saya tentang revolusi mental untuk kali ini. Saya khawatir nasib bangsa ini jika periode ini kita gagal melakukan Revolusi Mental. Jika Pak Jokowi dikenal merakyat, bahkan anak SD menangis ingin ditelepon Jokowi saja diladeni, mengapa saya yang telah dengan susah payah membuat proposal draft buku Revolusi Mental setebal 400 halaman dan menulis surat 7 kali serta berpengalaman memberikan motivasi diabaikan. Semoga saya menerima kabar baik dari bapak, minimal saya diberi kesempatan untuk presentasi kepada siapa pun yang bapak percaya mengelola revolusi mental. Syukur Alhamdulillah jika saya dapat mempresentasikan langsung ke istana.


Alumni saya di seluruh Indonesia, teman-teman di media sosial dan semua jaringan saya dan lembaga Alfateta Indonesia yang saya pimpin tahu bahwa saya pejuang Revolusi Mental yang yang sangat gigih dan konsisten. Saya selalu melaporkan kepada komunitas saya bahwa saya setiap saya mengirim surat dan proposal ke Pak Jokowi. Walau mereka mentertawakan saya dan mengatakan tak mungkin istana mau menanggapi proposal saya, tapi saya tetap percaya Pak Jokowi suatu saat pasti bergeming. Dan saya ingin membuktikan Pak Jokowi merespon usulan baik dari rakyat.


Karena 7 kali saya mengirim proposal tidak pernah direspon, saya ingin memperjuangkan Revolusi Mental melalui DPR. Karena itulah saya melamar menjadi Caleg  DPR PSI (Partai Solidaritas Indonesia). Tapi sayang, PSI tidak berhasil mendapatkan kursi di Senayan. Sekalipun begitu saya sudah coba untuk menyampaikan proposal ini ke pimpinan PSI, namun mereka juga belum merespon, sehingga sekalipun saya punya lembaga seperti Alfateta Indonesia, Germental (Gerakan Revolusi Mental), Gersemot (Gerakan Sejuta Motivator), Gerbaku 1:1 (Gerakan Baca Buku 1 Bulan 1), saya terpaksa mengirimkan proposal atas nama pribadi saya, karena pengalaman 7 kali saya mengirimkan surat atas nama lembaga tersebut tidak ada respon. 


Walaupun masyarakat, anggota DPR, para pengamat yang saya baca dari media offline dan online menyatakan Revolusi Mental telah gagal, saya melalui proposal ini meyakinkan kepada bapak bahwa Revolusi Mental belum gagal. Saya menyemangati  Pak Jokowi untuk menghidupkan kembali jargon Revolusi Mental. Ini program luar biasa jika dikonsep dan dilaksanakan dengan baik.  Program Revolusi Mental bapak adalah sangat jenius. Hanya saja bapak  belum menemukan orang yang tepat dan kreatif untuk membuat Revolusi mental dapat diselenggarakan oleh rakyat secara swakarsa, swadaya, dan


Saya peduli karena

“Jika kita gagal atau tidak serius melaksanakan Revolusi Mental 5 tahun ke depan, kita juga akan kehilangan harapan dan kesemaptan untuk mengubah mentalitas bangsa Indonesia dan sulit berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah INDONESIA DALAM BAHAYA.”


 


1.  PENDAHULUAN

img-1567341311.jpg

Saya telah mengirim 7 surat ke Pak Jokowi tentang pentingnya Revolusi Mental. Saya telah mengirimkan laporan, kritik, saran di dalam surat dan proposal proposal saya. Surat saya terakhir saya mengatakan keprihatinan saya bahwa bangsa Indonesia mendapat predikat sebagai bangsa yang paling malas membaca di dunia. Bahkan dengan ASEAN saja kita kalah jauh. Bangsa kita baca 1 buku pun tidak dalam 1 tahun. Saya agak gregetan, jengkel, dan marah karena pemerintah tidak dapat berbuat apa pun untuk mengatasi ini. Ada program literasi tapi menurut saya tidak akan mampu membuat bangsa kita rajin membaca. Sebagai pelatih BSC (Baca Sangat Cepat) atau Mampu Membaca 1 Hari 5 Buku, menawarkan pelatihan BSC untuk pejabat negara. Jika tidak ada anggaran saya akan memberikan pelatihan BSC secara gratis. Saya ingin pejabat mampu membaca cepat sehingga dapat ditularkan ke masyarakat, dan kita bisa mengkoreksi minat dan kemampuan baca buku bangsa kita. Ini pun tidak dibalas. Bagaimana mungkin kita merevolusi mental bangsa jika pejabat dan rakyatnya  malas membaca buku? Kemendiknas yang kami kirimi proposal, menjawab bahwa mereka tidak punya waktu melihat pelatihan kami. Sungguh memprihatinkan.


Tidak ada  Cara merevolusi mental bangsa paling mudah, murah, dan cepat kecuali menumbuhkan minat baca dan minat menulis bangsa kita.  Kami sudah membuat Gerakan Revolusi Mental dan Gerakan Membaca Buku, dan kami laporkan ke presiden, tapi sulit kami laksanakan karena tidak respon dari istana. Tidak ada respon dari istana berarti tidak ada publikasi. Tidak ada publikasi masyarakat tidak kenal. Masyarakat tidak kenal ya program tidak bisa berjalan. Padahal program kami tidak perlu bantuan APBN, APBD, tapi cukup dukungan pemerintah.


Saya akan tetap mengirimkan surat kepada Pak Jokowi sampai Pak Jokowi membaca proposal saya. Merupakah kehormatan besar jika saya bisa diundang beliau mempresentasikan proposal REVOLUSI MENTAL PARIPURNA DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT INI. Jika pun pak Jokowi tak punya waktu bertemu dengan saya sebagai rakyat kecil yang kritis, saya akan sangat merasa dihargai jika saya dapat dipertemukan dengan siapa pun yang dipercaya beliau untuk menangani Revolusi Mental.


Saya sangat berharap besar pada Pak Jokowi untuk bisa sukses merevolusi Mental bangsa ini. Saya menyambut positif tekad pak Jokowi untuk fokus pada pengembangan SDM pada periode ke 2 kepemimpinannya. Namun demikian Pak Jokowi tidak perlu merasa gagal melaksanakan revolusi mental sehingga tidak lagi menggunakan istilah Revolusi Mental. Saya menyarankan Pak Jokowi tetap menggunakan istilah REVOLUSI MENTAL. Namun kali ini saya saran kita gunakan REVOLUSI MENTAL PARIPURNA UNTUK RAKYAT DARI RAKYAT. Dan Pak Jokowi harus memimpin sendiri Revolusi Mental ini.


2.   KEPEDULIAN TERHADAP REVOLUSI MENTAL

 img-1567341407.jpg

Mungkin Pak Jokowi tidak ingat, saya pernah berkomunikasi dengan bapak tahun 2012, saat Pak Jokowi sedang kampanye sebagai Gubernur DKI Jakarta. Saya berdialog dengan Pak Jokowi dari  Gramedia Blok M Jakarta sekitar tahun 2012. Saya berkesempatan berdialog dengan beliau melalui Skype. Pada saat itu saya mengatakan,”Jika beliau jadi gubernur saya titip agar dia memberikan pendidikan perubahan mindset. Karena jika tidak dia akan pusing memimpin Jakarta”. Saat itu beliau mengatakan yang paling penting mengubah mindset para birokrat. Saya senang sekali ketika Jokowi mencalonkan diri jadi presiden beliau mengangkat  PROGRAM REVOLUSI MENTAL. Gambar berikut ini bukti bahwa saya pernah memuat dialog ini di facebook tahun 2012.


Ketika Pak Jokowi mengumumkan tentang Revolusi Mental sebagai jargon kampanyenya di tahun 2014, saya adalah orang yang mendukung dengan tindakan nyata menyelenggarakan seminar tentang Revolusi Mental. Gambar di samping ini adalah bukti ketika seminar saya selenggarakan di Wisma Haji Jl. Jaksa Jakarta Pusat.


Bukan cuma pernah berdialog dan mengadakan seminar, sebagai penulis buku saya juga telah menyusun draft buku Revolusi Mental setebal 400 halaman untuk Pak Jokowi yang saya serahkan pada saat Pak Jokowi mulai dari Jokowi Kampanye, menang, dan ketika menjadi Presiden. Draft buku itu saya kirim  melalui Tjahjo Kumolo, Pemda DKI, Rumah Cemara, dan Istana Negara. Saya sangat menyayangkan satupun tidak ditanggapi. Dan saya juga tidak pernah tahu, mengapa 7 surat yang saya kirim ke Pak Jokowi selama 4 tahun dia menjabat presiden, satu pun surat saya, jangankan ucapan terima kasih, surat saya dibalaspun tidak. Sebegitu parahkah manajemen persuratan Istana? Padahal saya yakin, jika presiden membaca, draft ini memberi banyak masukan.


Akibat tidak ada balasan dan tidak dipenuhinya permintaan tandatangan dari Pak Jokowi, buku ini tidak jadi diterbitkan oleh Gramedia.


Dalam draft buku Revolusi Mental yang saya kirim ke Pak Jokowi saya telah mengingatkan banyak hal di antaranya kita akan sulit menurunkan angka kemiskinan, korupsi, pengangguran, penyalahgunaan narkoba, kebodohan, radikalisme, terorisme, konsumerisme, dll. Saya bahkan memperkirakan jika revolusi mental gagal gagal radikalisme makin marak dan BPJS bisa bangkrut. (Jika draft itu masih ada di arsip Istana silakan dibuka kembali)

 


3.  QUOVADIS REVOLUSI MENTAL?

 img-1567341507.jpg

REVOLUSI MENTAL GAGAL?

Saya memang menyesalkan, banyak masukan yang seharusnya bisa dilaksanakan oleh Pak Jokowi dalam melakukan Revolusi Mental dari draft buku yang saya kirimkan. Banyak hal yang saya prediksi akan terjadi jika Revolusi Mental gagal yang akhirnya benar-benar terjadi, seperti maraknya intoleransi, radikalisme, terorisme, termasuk meningkatnya korupsi, konsumerisme, penyalahgunaan Narkoba dll.


Untuk menguatkan pendapat saya bahwa revolusi mental gagal, saya menampilkan catatan dan publikasi yang menggambarkan Revolusi Mental gagal. Media massa banyak mensinyalemen Revolusi Mental telah gagal. Saya pun menduga hal yang sama. Indikatornya adalah.


1.   PRESIDEN JOKOWI TIDAK LAGI MENGKAMPANYEKAN REVOLUSI MENTAL. Sangat aneh, beberapa tahun terakhir ini Revolusi Mental tidak lagi dikumandangkan Jokowi, padahal saya masih setia membawakan pelatihan Revolusi Mental di seluruh Indonesia.  Dan saya sangat berharap ada terobosan Jokowi di bidang Revolusi Mental.


2.        TIDAK DISEBUTKAN DALAM LAPORAN NAWA CITA. Dalam laporan keberhasilan Nawa Cita yang ditampilkan dalam bentuk video oleh pembantu  Pak Jokowi di media sosial,  hanya Revolusi Mental yang tidak dilaporkan keberhasilannya.


3.        PENILAIAN PEJABAT dan MASYARAKAT. Para pejabat baik di lingkungan eksekutif maupun Yudikatif banyak yang menilai Revolusi Mental gagal, ditambah lagi pemberitaan media offline dan online. Ukuran gagal setiap orang berbeda. Karena tidak mengerti apa itu Revolusi Mental, setiap ada tindakan masyarakat atau pejabat yang negatif  dianggap kegagalan Revolusi Mental gagal, misalnya ada peristiwa korupsi, tawuran, penyalahgunaan Narkoba, tindak kejahatan lainnya.


4.        SULITNYA MENURUNKAN ATAU MENAIKKAN TARGET REVOLUSI MENTAL. Semakin maraknya intoleransi, radikalisme dan terorisme, sulitnya menurunkan angka kemiskinan, kebodohan, pengangguran. Menurut kami masalah kemiskinan, kebodohan, pengangguran banyak dipengaruhi oleh mentalitas atau mindset. Jadi jika mindset tidak dibenahi maka kita sulit menurunkan problematika di atas, bahkan kita sulit menaikkan produktivitas bangsa, meningkatkan minat baca, dll.


 

MENGAPA GAGAL?


1.     REVOLUSI MENTAL JOKOWI TERLALU NAIF. Revolusi Mental yang Pak Jokowi buat yakni 3 konsep Revolusi Mental yakni: Etos Kerja, Integritas dan Gotong Royong terlalu naif. Konsep ini hanya cocok untuk PNS. Seperti pernah saya sarankan pada pak Jokowi via skype dari Gramedia Blok M – Solo, jika hanya pejabat negara atau PNS yang menjadi sasaran Revolusi Mental yang pusing adalah Pak Jokowi sendiri. Masyarakat dibiarkan tidak punya pedoman pembinaan SDM yang seharusnya sudah tepat Revolusi Mental. Karena Revolusi Mental hanya untuk ASN, maka . jangankan rakyat, DPR pun tidak tahu tentang konsep Revolusi Mental. Akibat ketidakpahaman itu, masyarakat dan anggota DPR selalu mengatakan Revolusi Mental gagal ketika ada kasus korupsi, kasus kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat. Jika saja Pak Jokowi membaca draft buku Revolusi Mental yang saya kirimkan, Revolusi Mental bisa dipergunakan untuk rakyat dan untuk itu pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya dari APBN atau APBD karena dengan sistem yang telah kami miliki masyarakat dapat melakukan Revolusi Mental secara swakarsa, swadaya, dan swadana.


2.      STAF PRESIDEN TIDAK MEMAHAMI REVOLUSI MENTAL. Saya sudah mencoba menyurati hampir tiap tahun beberapa kementerian untuk diberi kesempatan mempresentasikan Revolusi Mental. Tapi dari puluhan surat hanya ada 3 kementerian yang mengundang saya. Kemenaker dan Kemendikbud yang seharusnya menanggapi tidak memberikan respon. Ada 3 Kementerian yang pernah menerima saya untuk presentasi yakni Kemenkopolhukam, Kemendagri, dan Kemenko PMK.  Di Kemenkopolhukam, mereka menyambut baik. Karena sangat tertarik, dari waktu yang disediakan 1 jam, Kemenko Polhukam memolorkan waktu diskusi menjadi 2,5 jam. Mereka sangat tertarik. Tapi mereka mengatakan program ini seharusnya dibicarakan di tingkat presiden karena bersifat nasional. Di Kemendagri juga sambutannya positif, tapi kembali usulan kami lebih cocok langsung ke Presiden.  Nah kami menyayangkan di PMK tidak ditanggapi serius. Saya malah dipimpong ke 5 Kemenko yang katanya incharge Revolusi Mental. Faktanya setelah saya datang  ke beberapa Kemenko, mereka tidak punya staf yang menangani Revolusi Mental. Saya sangat kecewa. Saya sudah berpikir, jika demikian, Revolusi Mental saya prediksi akan gagal. Dan itu terjadi. (Foto: Seusai presentasi di Kemenkopolhukam)


3.    PROGRAM PENDIDIKAN PEMERINTAH “MERUSAK MENTAL”. Saya pernah melaporkan ke Kementerian PMK bahwa penilaian kami di lapangan, program pemerintah banyak merusak mental masyarakat. Banyak program pemerintah yang maksudnya baik justru membuat masyarakat jadi malas, miskin, sakit dan bodoh. BPJS membuat masyarakat memiliki mental sakit, BLT atau bagi-bagi uang pada rakyat miskin menciptakan mentalitas miskin pada masyarakat, dan banyak lagi. Di bidang pelatihan, tujuan pemerintah ingin membuat masyarakat mau belajar, pada akhirnya justru menciptakan masyarakat yang malas belajar kalau tidak ada uang saku atau transportasi dari pemerintah. Kami ditertawakan Pemda, karena di daerah mereka kalau ada seminar, pemerintah menyediakan uang untuk peserta. Ini menjadi kendala bagi kami menumbuhkan swakarsa, swadana, dan swadaya masyarakat dalam ikut pelatihan.  Ketidakpahaman pejabat pemerintah terhadap revolusi mental malah memberikan hasil yang memprihatinkan, sejumlah PNS dalam penelitian justru menjadi orang yang menolak Pancasila bahkan setuju dengan khilafah dan menjadi simpatisan ISIS.  Hal ini juga merembet ke pelajar, mahasiswa, guru, dosen. Mesjid-mesjid BUMN dan pemerintah justru dikuasai oleh ustadz radikalis. Dan pemerintah terkesan membiarkan. Revolusi Mental tidak menjadi pokok bahasan.  Mengenai ini kami melampirkan laporan hasil perjalanan kami melatih Revolusi Mental ke beberapa daerah.


 


4.   EFEK KEGAGALAN PROGRAM REVOLUSI MENTAL


Jika kata INDONESIA DALAM BAHAYA menakutkan, saya mohon maaf. Tapi fakta yang saya lihat di lapangan adalah demikian. Apa yang saya prediksi akan terjadi dalam draft buku 400 halaman yang pernah saya kirimkan kepada Pak Jokowi menjadi kenyataan, di antaranya maraknya radikalisme, naiknya korban dan pelaku penyalagunaan dan peredaran gelap narkoba, kemiskinan, pengangguran yang sulit kita atasi, sampai meningkatnya korupsi, serta BPJS bisa bangkrut jika revolusi mental tidak berjalan dengan baik. 


Potret ini telah kami sampaikan dalam draft Revolusi Mental setebal 400 halaman yang kami kirimkan kepada Presiden Jokowi. Jika kita membandingkan 5 tahun kemudian setelah draft saya kirim tidak terjadi banyak perubahan sampai 4 tahun pemerintahan Pak Jokowi. Kami tidak tahu mengapa kami tidak pernah diundang untuk mempresentasikan hal ini pada presiden. Presiden memang mendisposisikan surat kami ke kementerian terkait. Tapi presiden tidak pernah tahu bahwa mereka gagal paham, dan justru kalau bisa melemparkan masalah ini kembali ke presiden.


1.     ½ PENDUDUK INDONESIA MISKIN. Jumlah orang miskin di Indonesia menurut BPS 30 juta orang. Dan diklaim menurun pada periode Jokowi. Menurunkan angka kemiskinan cukup gampang, bagikan saja secara BLT dan sejenisnya secara berkala, angka kemiskinan pasti turun. Tapi apakah demikian cara menurunkan angka kemiskinan yang benar? Siapakah orang miskin? Berdasarkan rumusan yang pernah saya baca, seseorang dikatakan miskin jika mereka berpenghasilan $1 per hari. Itu berarti sama dengan Rp 15.000/hari atau Rp 450 ribu/bulan. Padahal menurut World Bank, orang miskin adalah orang yang penghasilannya $2/hari, atau ini sama dengan Rp 30.000/hari atau Rp 900.000/bulan. Apakah di zaman sekarang kita bisa hidup dengan Rp 450 ribu per bulan? Tentu sangat sulit sekali. Apalagi jika seseorang sudah berkeluarga dan tinggal di kota besar. Penghasilan tersebut jelas sangat tidak cukup. Dari presiden ke presiden tidak ada yang berani menaikkan kriteria miskin sebagaimana dibuat oleh Bank Dunia. Dalam kenyataan hidup di lapangan kami menerima banyak keluhan dari masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan apa pun sementara harus menanggung anak dan istri. Kami bahkan menerima beberapa keluhan yang mengatakan mereka ingin bunuh diri karena tidak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menghidupi keluarganya. Bukan tidak ingin bekerja, tapi memang tidak ada pekerjaan.  Jumlah orang miskin, selama mentalitas mereka tidak diperbaiki dengan pendidikan mindset, maka jumlah orang miskin yang diklaim menurun tidak ada artinya, apalagi jika kriteria miskin tidak mengacu pada kriteria miskin menurut World Bank. Jika mengacu pada kriteria bank dunia ½ penduduk Indonesia miskin. Pembagian dana desa, BLT, dan semacamnya tidak bisa diklaim angka kemiskinan menurun. Cara untuk mengatasi kemiskinan seharusnya mengubah pola pikir mereka lebih dahulu.

 

2.     PENGANGGURAN. Jumlah pengangguran terus bertambah. Saat ini terdapat 7 juta pengangguran (2 juta sarjana, 5 juta lulusan SD, SMP dan SMA). Lapangan kerja tidak banyak membantu. Pengurangan pengangguran di zaman Jokowi terbantu dengan munculnya transportasi online dan bisnis online yang semakin popular. Namun gairah untuk menciptakan usaha konvensional sangat mungkin turun karena banyaknya toko yang tutup karena pengaruh bisnis online, berkurangnya armada transportasi umum seperti taxi dengan munculnya transportasi online. Banyak pengusaha berpikir 2 kali mendirikan perusahaan atau usaha karena biaya tenaga kerja semakin tinggi. Pada akhirnya lowongan yang dapat disediakan oleh masyarakat dan pemerintah sangat terbatas. Jika tidak dibarengi revolusi mental kami khawatir KARTU KERJA Jokowi akan menjadi masalah, karena akan menciptakan mentalitas malas di masyarakat. Tujuannya baik tetapi efeknya merusak mental jika masyarakat gagal memaknai, seperti permasalahan BPJS yang gagal dimaknai oleh masyarakat.

 

3.    BANGSA PALING MALAS BACA DI DUNIA. Indonesia adalah bangsa paling malas membaca dunia berdasarkan survei Unesco (no. 61 dari 63 negara yang disurvey). Menurut Unesco, buta huruf tidak lagi orang yang tidak bisa membaca, tapi mereka yang tidak banyak membaca. Sangat aneh dengan julukan itu para pejabat negara tidak bisa berbuat apa pun. Padahal kami telah mengirimkan surat penawaran pelatihan baca sangat cepat yang seharusnya wajib diikuti oleh pejabat dan seluruh rakyat Indonesia. Bahkan dalam surat kami terkahir ke Presiden Jokowi, saya siap memberikan pelatihan ini gratis demi negara. Tapi tetap tidak digubris Presiden. Kami tidak tahu, apakah surat ini sampai atau tidak ke Presiden. Benarkah presiden tidak memiliki perhatian terhadap warga negaranya yang ingin menyelamatkan bangsa ini dengan program Revolusi Mental yang kami usulkan, padahal untuk hal yang sepele saja Presiden bersedia menerima rakyatnya.


  4.   KENAKALAN REMAJA MASIH SULIT DIATASI Kebebasan seks, tawuran, kejahatan dengan kekerasan, dan perilaku menyimpang dari pelajar masih belum dapat di atasi. Padahal Revolusi Mental Paripurna jika saja diterapkan akan mampu mengatasi banyak masalah pelajar dan remaja.  Gambar dan hasil penelitian di bawah ini berbicara.


  5.  INTOLERANSI, RADIKALISME, DAN TERORISME MENINGKAT. Menyedihkan penelitian yang dilakukan beberapa lembaga. Sekitar 20% pelajar, mahasiswa, guru, PNS, pegawai BUMN anti Pancasila, dan tertarik dengan Negara Khilafah. Di masjid-masjid bebas diperdengarkan kebencian, permusuhan, intoleransi. Bahkan di beberapa sekolah yang berbasis agama sudah diajarkan intoleransi dan radikalisme. Negara mendiamkan. Bukanlah rahasia umum, dibelakang Paslon 02 berdiri HTI, FPI, dan ormas Islam yang ingin mendirikan khilafah. Saya sangat khawatir, jika  REVOLUSI MENTAL gagal atau tidak serius dilaksanakan, Indonesia dalam Bahaya. Kemendiknas dan Kementerian Pendidikan tidak pernah bisa memonitor upaya intoleransi dan radikalisme yang sudah diperkenalkan kepada para guru sejak mereka SD. Sekolah yang mengajarkan intoleransi ini umumnya yang dikelola oleh partai tertentu. Mereka sudah menanamkan bibit radikalisme sedini mungkin. Jika Revolusi mental tidak menjadi prioritas kami khawatir konflik horizontal dan vertikal serta terorisme akan menjadi ancaman bagi keamanan nasional. Kita akan dihadapkan pada kasus bom bunuh diri sebagaimana yang terjadi di Pakistan, dan menyeret kita ke konflik seperti Suriah. Masyarakat merasakan adanya pembiaran dari aparat pemerintah, yang kami paham karena aparat gamang mengatasi radikalisme karena UU terorisme lamban disahkan karena di dalam tubuh DPR sendiri ada orang-orang, kelompok, bahkan partai yang mendukung intoleransi, radikalisme, bahkan terorisme. Tidak sedikit mereka yang bermain mata dengan kaum radikal yang ada di akar rumput. Mereka melindungi mereka karena mereka adalah pendukung partai dan caleg mereka. Pelajaran agama dan Pancasila tidak dapat menghentikan terorisme dan radikalisme, tetapi pelajaran tentang mindset dapat menghentikannya. Pemerintah tidak pernah tahu ada pelajaran mindset.  Di beberapa sekolah yang dikelola oleh partai politik atau ormas tertentu mengajarkan intoleransi bahkan sejak mulai dari SD. Banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini baik melalui media sosial misalnya.


Mengenai mengatasi terorisme melalui FB Pak Moeldoko saya pernah memberi masukan. Kita tidak akan bisa menyadarkan teroris dengan meningkatkan pemahaman mereka terhadap pemahaman agama. Mereka akan kembali lagi menjadi teroris. Kita juga tidak d apat menggunakan orang di kelompok mereka untuk menyadarkan mereka. Walau ini yang dianggap pemerintah benar, menurut kami justru sangat salah. Mereka akan membuang orang yang dijadikan alat bagi pemerintah untuk menyadarkan mereka sebagai musuh. Aparat pemerintah harus memiliki ahli anti brain wash. Waktu itu pak Moeldoko mengatakan akan memperkenalkan saya ke BNPT. Namun sampai sekarang tidak pernah terjadi.


Jika pemerintah tidak serius atau tidak punya ide kreatif atau gagal melaksanakan revosuli mental dalam 5 tahun ke depan, kita bukan saja tidak mampu mengatasi problematik bangsa dan tidak dapat berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia, tapi juga Indonesia dalam Bahaya. Ideologi Khilafah mengancam menggantikan ideologi Pancasila secara konstitusional.


6.     PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN NARKOBA MENINGKAT. Jika di masa lalu, jumlah korban yang tewas karena Narkoba 40 orang, maka dalam 4 tahun terakhir ini jumlah pengguna Narkoba mencapai 50 orang dan ini dipredikisi akan naik menjadi 100 orang. Tentu saja naiknya korban yang tewas karena Narkoba berbanding lurus dengan semakin meningkatnya jumlah korban Narkoba (5 juta orang) dan meningkatnya sindikat dan peredaran Narkoba. Berdasarkan data dari Kemenhukam, 75% atau sekitar 100 ribu lebih penghuni Lapas adalah pengguna dan pengedar Narkoba.


Pengalaman kami melatih para warga binaan di Lapas Narkoba, sesungguhnya mereka ingin berubah, tapi mereka tidak tahu caranya. Pengetahuan tentang mind power dan mindset yang kami berikan, diakui mereka sangat luar biasa, karena sangat logika.


7.     KORUPSI MASIH MERAJALELA. Indonesia adalah termasuk negara paling korup se Asia Fasifik. Ketua KPK mengatakan jika pegawainya cukup, setiap hari KPK bisa melakukan OTT. Benar bahwa semakin banyaknya koruptor  yang tertangkap, tidak berarti bahwa di zaman Jokowi jumlah koruptor semakin banyak. Justru bisa berarti sebaliknya, bahwa dengan makin banyaknya koruptor ditangkap menunjukkan Presiden Jokowi tidak mencampuri KPK, dan sepenuhnya penangkapan koruptor adalah wewenang KPK. Tidak ada hambatan untuk KPK selama pemerintahan Jokowi. Tapi tingginya OTT di zaman Jokowi menunjukkan Revolusi Mental gagal mencegah terjadinya korupsi.  Tanpa pendidikan Revolusi Mental, mindset para kepala desa dan masyarakat tidak siap menerima dana Desa. Ini artinya tanpa melakukan Revolusi Mental lebih dahulu sebelum membagi dana desa, sama dengan mengantarkan para kepala desa ke pintu penjara.


8.     MASIH SEBAGAI NEGARA KONSUMTIF. Kita masih menjadi negara konsumtif yang mengimpor daging, buah-buahan, sayuran, gula, beras, bahkan garam serta pacul dari luar negeri. Jika Revolusi Mental gagal kita sulit melakukan revolusi mental menjadi negara yang produktif. Akan tetap konsumtif. Tanpa Revolusi Mental, diperlukan puluhan tahun lagi. Dengan Revolusi Mental paripurna seharusnya semua bisa kita capai kurang dari 5 tahun.


9.   KEUANGAN PEMERINTAH TERGERUS BPJS. Dalam draft buku yang saya kirimkan ke Pak Jokowi saya juga memprediksi jika pola pikir pemerintah dalam penanganan kesehatan seperti sekarang (saat buku itu ditulis), saya khawatir bukan BPJS saja yang akan bangkrut, tetapi negara juga. Saya juga ketika itu sudah memberikan solusi. Bahkan saya memberi masukan ke Depkes bagaimana kita bisa menyelamatkan keuangan BPJS. Saya bahkan menyiapkan Seminar Mind Power for Healing, bagaimana masyarakat bisa mencegah dan mengatasi penyakit dengan kekuatan pikirannya. Bahkan tumor ganas pun dapat disembuhkan. Setidaknya pelatihan mind power for healing bisa menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan penyembuhan diri sendiri sebelum bergantung pada medis. Berdasarkan ilmu pikiran, segala penyakit bersumber dari pikiran, dan penyembuhannya juga dengan  pikiran. Umumnya penyakit adalah karena pola pikir yang salah, pola hidup yang salah, dan pola makan yang salah. BPJS telah membuat masyarakat memiliki mindset yang salah, yang berakibat BPJS mengalami kerugian dan terancam bangkrut. Saya pernah mengusulkan kepada Depkes, bisakah Depkes membiayai ribuan masyarakat dengan hanya membayar pelatihnya tentang mind power for healing. Dengan ilmu ini diharapkan masyarakat tidak bergantung 100% pada medis jika sakit, tapi melakukan terapi diri sendiri dengan pikirannya. Ternyata tidak bisa dan tidak akan direncanakan. Padahal pada saat itu Depkes mengeluaran kuang ratusan juta untuk mengadakan sebuah seminar, yang pesertanya dibayar cukup mahal. Peserta, bukan pembicara. Dan penilaian saya seminar yang dibuat oleh Depkes itu tidak memberikan banyak manfaat. 


 



5.                 REVOLUSI MENTAL PARIPURNA

img-1567341670.jpg

Berdasarkan pengalaman dan analisis  kami selama memberikan pelatihan REVOLUSI MENTAL dulu judulnya Change Your Mindset pada puluhan ribu orang di berbagai lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Kami merumuskan REVOLUSI MENTAL PARIPURNA DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT terdiri dari 4 Pilar, yakni:

 

Apakah Revolusi Mental Paripurna? Revolusi Mental Paripurna meliputi:

1.    REVOLUSI AKHLAK. Adalah revolusi yang didasarkan kepada ajaran agama. Siapa pun yang pernah terjun dalam dunia bisnis dan motivasi mengenal nama motivator internasional seperti Dale Carnegie, Napoleon Hill, JC. Maxwell, Norman Vincent Peale, dll. Pelatihan kepemimpinan, meraih sukses, positive thinking berpedoman pada buku mereka, dan terbukti sukses. Siapakah para motivator itu, Sebagian dari mereka adalah pendeta. Jika demikian, mengapa Jokowi tidak memerintahkan semua pemuka agama mengajukan ayat ayat terbaik yang bersifat universal (berlaku untuk semua agama) dan dijadikan konsep revolusi akhlak? Kami bukan presiden, Presidenlah yang bisa mencari pertimbangan dan melakukan hal ini.  Kami pun sudah mencoba dalam materi pelatihan kami menyampaikan ayat-ayat dari berbagai kitab suci tanpa harus menyebutkan sumbernya agar dapat diterima semua orang.


2.    REVOLUSI MORAL. Adalah revolusi yang didasarkan kepada ideologi Pancasila. Banyak anak remaja yang menolak Pancasila dan ingin mendirikan negara khilafah. Karena mereka paham agama tapi tidak kenal Pancasila. Kesalahan pemerintah adalah melupakan bahwa kita pernah punya P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila). Banyak butir butir dan ajaran Pancasila yang masih sangat relevan. Begitu miskinkah negara ini sehingga tidak ada yang menguasai Pancasila dan mengemasnya sehingga berguna, bermanfaat, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat? Sampai kapan kita membiarkan Pancasila menjadi barang rongsokan? Mengajarkan Pancasila dengan cara orde baru jelas sudah tidak menarik lagi. Harus disesuaikan dengan zaman sehingga setiap orang dengan sukarela belajar Pancasila. Tidak harus dibayar.


3.    REVOLUSI BUDI PEKERTI.  Adalah revolusi yang berbasis budaya. Pak Jokowi sudah memulainya dengan menggunakan pakaian adat pada acara2 tertentu seperti acara 17 Agustusan. Tapi adakah di sekolah diajarkan budaya-budaya Indonesia secara detail, khususnya pada budaya bangsa yang positif? Budaya setiap bangsa ada yang buruk, tapi sangat banyak yang positif. Budaya antar suku yang sangat baik ini perlu dijadikan budaya nasional dan diajarkan kepada para generasi muda, sehingga mereka bisa mencintai budaya sesame suku di Indonesia. Karena tidak ada pelajaran ini, banyak bangsa kita yang justru mengingat sifat negative dari sebuah suku, tapi tidak belajar budaya baiknya. Pemerintah harus menghimpun semua budayawan untuk mengkompilasi semua budaya suku yang ada di Indonesia dan menjadikannya budaya nasional.


4.     REVOLUSI MINDSET. Revolusi Mindset adalah revolusi yang didasarkan pada ajaran tentang pikiran. Semua orang paham, bahwa kaya miskin bukan karena agama, bukan karena budaya, atau ideologi, tapi karena mindset (pola pikir) rakyatnya. Kita punya pelajaran agama, Pancasila, budi pekerti, tetapi tidak punya pelajaran mindset. Mindset bersifat subyektif, sedangkan 3 lainnya bersifat obyektif. Agama, Pancasila, budaya pembentuk mindset, tapi bukan mindset itu sendiri. Itulah sebabnya mengapa negara paling islami di dunia adalah New Zelad, negara pendidikannya paling baik Finlandia, negara paling aman di dunia adalah Belanda, negara paling makmur Norwegia. Mengapa bukan Indonesia? Karena perilaku sebuah bangsa adalah karena mindsetnya. Di mana pelajaran mindset di Indonesia? Tidak ada. Mindset berbasis mindpower. Ilmu yang mengajarkan otak manusia, cara kerja otak, dan bagaimana cara memberdayakannya. Mengapa Amrozi membom Bali, bukan ajaran agamanya yang salah, tapi mindsetnya. Lalu di mana pelajaran tentang mindset dan mind power? Tidak ada.


 

Dalam bagan di atas ada lingkaran yang menghubungkan antar Revolusi Mental. Ini menunjukkan, bahwa seharusnya seorang pemuka agama tidak saja menguasai ajaran agama, tapi juga moral (Pancasila), Budi Pekerti (Budaya), dan Mindset (Mind). Jika kita membiarkan seorang pemuka agama tidak mengenal ketiganya maka yang muncul adalah intoleransi, terorisme, dan fanatisme yang berlebihan terhadap agama dan tidak peduli dengan unsur Revolusi Mental yang lain. Apa yang terjadi saat ini, ada sekolompok orang (dalam jumlah sangat besar) ingin mengubah ideologi negara atau mengubah Indonesia menjadi negeri khilafah, dapat barakibat Indonesia terseret ke dalam perang saudara dan menjadikan Indonesia seperti Suriah atau negara-negara Arab lainnya. Kita semua tidak mau itu terjadi, tapi banyak orang yang nekat karena politik dan kebodohan.

 


REVOLUSI MINDSET

img-1567341738.jpg

=  TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH. Revolusi Mental 1, 2, dan 3 adalah tanggung jawab dan tugas negara. Karena negara yang memiliki perangkat, mampu menggerakkan, dan memiliki kekuasaan untuk menggerakkan para pemuka agama, manggala, dan budayawan. Revolusi Mental ke-4, Revolusi Mindset berbasis Mind Power adalah tugas kami sebagai motivator dan trainer, namun tetap harus mendapatkan dukungan dari negara.  Pelajaran mindset dan mind power tidak ada di Indonesia, sehingga kita sulit mengubah mindset dan mensejajarkan pola pikir kita dengan bangsa maju di dunia. Pelajaran agama bukan pelajaran mindset, pelajaran Pancasila bukan pelajaran mindset, budi pekerti bukan pelajaran mindset tapi pembentuk mindset. Mindset bersifat subyektif sedangkan moral, budi pekerti, dan akhlak bersifat obyektif.  


=  KUNCINYA  AJARKAN ILMU MINDSET. Sebuah Negara menjadi ADIDAYA, DISIPLIN, MAJU adalah karena MINDSETNYA!, bukan karena agama, budaya, atau ideologi negaranya.  Alexander Paulus mengatakan, 80% keberhasilan ditentukan oleh mindset”. Pola pikir menentukan jalan hidup dan nasib seseorang, sukses atau gagal, baik atau jahat, benar salah, miskin kaya, menang atau kalah. Kita tahu tentang ini, tapi masyarakat tidak tahu bagaimana harus mengubah mindset mereka. Pemerintah tidak pernah memberikan pelajaran bagaimana caranya. Mereka yang mau belajar yang berhasil melepaskan diri dari blok mentalnya, sementara yang lain tetap pada posisinya, miskin, jahat, atau kalah. Celakanya, mindset kalah, buruk, jahat, miskin ini justru dimiliki pula oleh para pejabat kita yang tidak suka belajar apalagi mengikuti trend ilmu pengetahuan perubahan mental saat ini. REVOLUSI MENTAL SUDAH DIUJI 10 TAHUN. Kami telah melakukan pelatihan Revolusi Mindset dari Aceh sampai Papua sejak tahun 2007. Audiens meliputi gelandangan, pengemis, anak jalanan, fakir miskin, narapidana, pelajar, mahasiswa, guru, dosen, para pakar, professional, santri, angota organisasi profit maupun nonprofit, PNS, aparat kepolisian, kelompok pengajian, dll.


=  MINDSET ADALAH BIANG MASALAH DEKADENSI. 85% masa depan seseorang atau suatu bangsa ditentukan mindsetnya. Masa depan seseorang atau negara sangat bergantung kemampuan kita untuk memulai mengajarkan ilmu mindset dan memberdayakan pikiran bangsa Indonesia mulai hari ini. Banyak orang yang baru memahami bahwa nasib mereka ditentukan dari cara berpikir mereka. Mereka bisa mengubah nasib mereka dengan mengubah cara berpikir mereka. Selama ini para pemuka agama, budayawan, guru hanya mengatakan tidak boleh ini dan tidak boleh itu, tapi tidak pernah diajarkan bagaimana pikiran bekerja, hukum pikiran, dan sifat pikiran. Dengan memahami cara kerja pikiran, seharusnya kita tidak akan melakukan kesalahan di awal. Kesalahan berpikir di awal yang dilakukan terus menerus akan dipercaya sebagai kebenaran. Inilah yang kemudian menyesatkan seseorang menjadi pelaku kejahatan yang mereka tidak sadari sama sekali. Bahkan kita pun seringkali tidak percaya bahwa seseorang melakukan kegiatan tercela.


=  MENGAPA DEKADENSI MORAL? Korupsi terjadi bukan karena koruptor lemah iman, tidak takut Tuhan, atau salah mengamalkan agama. Mengapa korupsi dilakukan oleh mereka yang pemahaman agamanya cukup baik bahkan alim? Bukan soal agama, tapi soal mindset. Pendeta, guru ngaji memperkosa mengapa? Ya karena ibadahnya jalan, rajin, tapi tetap nonton film porno, akhirnya bawah sadar mendorong mereka untuk memperkosa. Mereka rajin beribadah, tapi mereka tidak terbiasa menerima sogokan, gratifiviasi, dan sejenisnya sebagai bukan korupsi. Mindset yang salah yang dilakukan terus menerus pada akhirnya membuat mereka membernarkan korupsi. Bagaimana cara menghindarkan korupsi, perkosaan, maka pelajaran mindset harus diadakan. Pelajaran mindset harus menjadi salah satu dari 3 unsur Revolusi Mental paripurna.


=  MINDSET BERBASIS MIND POWER. Tidak ada yang bisa mengubah pola pikir seseorang kecuali dirinya sendiri, tidak ada cara yang paling mudah mempelajari cara mengubah pola pikir kecuali mempelajari otak atau pikiran manusia.  Inilah dasar mengapa Alfateta memfokuskan diri perubahan mental berbasis pikiran. Ilmu pikiran. Penting diketahui bahwa otak manusia sangat luar biasa. Terdapat 100 milyar neuron di dalam otak kita yang 1 neuron setara dengan 1 komputer tercanggih. Manusia umumnya baru menggunakan kurang dari 1% dari potensi pikirannya. Ilmu mind power telah membantu banyak orang sukses di seluruh dunia dalam berbagai bidang, pendidikan, penyembuhan, kesuksesan dan kekuatan supranatural pikiran. Jika ilmu ini diajarkan sejak dini, bangsa ini akan maju pesat. Fakta bahwa negara-negara yang menempatkan pemberdayaan pikiran di dunia akan maju. Salah satu contoh ketertinggalan bangsa Indonesia di bidang pemberdayaan pikiran sehingga bangsa lain jauh lebih maju adalah pemanfaatkan ilmu-ilmu pikiran untuk membuat bangsa ini cerdas.    Napoleon Hill (abad 20) telah mewawancarai 500 orang paling sukses di seluruh dunia. Dia menyimpulkan “Rahasia SUKSES adalah mereka berhasil memanfaatkan pikiran bawah sadarnya secara maksimal”. Bawah sadar adalah Inteligensia terbesar dalam otak manusia (Ralph Waldo Emerson). Kunci bangsa Indonesia untuk bisa mengubah mindset dan memberdayakan pikiran adalah segera mind power diajarkan. Begitu mindset berubah, secepat kilat cara hidup, nasib, dan masa depan kita pun akan berubah. .  Perguruan tinggi di Barat mulai melirik ilmu pemberdayaan pikiran untuk memecahkan masalah yang selama ini dianggap sebagai supranatural. Terbukti bahwa kemampuan supranatural manusia adalah ilmiah 100%.


=  MIND POWER BISA DITERIMA DI RUMAH IBADAH, PANCASILA TIDAK. Beberapa kali kami diundang oleh memberi motivasi di tempat umum, masjid, pesantren, tempat pengajian dll. Satu hal yang kami dapat dari peserta di akhir sesi adalah meminta agar pelajaran tentang mindset atau mind power diajarkan di masjid-masjid. Pertanyaannya apakah Pancasila menarik diajarkan di masjid-masjid? Tidak. Apalagi dengan kondisi saat ini. Karena itu untuk mengajarkan Pancasila dan budaya, harus menggunakan ajaran tentang mindset dan mind power.


=  MENGAPA PEMERINTAH TIDAK MENGAJARKAN MIND POWER? Mind Power baru berkembang pesat tahun 1980an dan mulai meningkat pesat tahun 2000an. Jadi wajar jika banyak para pejabat yang berkuasa sekarang tidak memahami ilmu pikiran (mind power). Fakta banyak doktor dan profesor kita memahami ilmu pikiran, tapi tak mampu mempengaruhi kebijakan pendidikan dan pemerintah di bidang pemberdayaan pikiran.  Ini sama artinya permerintah kurang peduli dan tidak kreatif serta tertinggal pengetahuannya sehingga tidak bisa membangkitkan potensi pikiran masyarakat. Pengajaran ilmu mind power (clear magic), tidak hanya bermanfaat untuk mengubah mindset, tetapi juga memberdayakan pikiran seperti untuk  pendidikan, penyembuhan, pencapaian sukses..


=  BERIMAN TAPI TAK BERILMU. Akibat tidak belajar Revolusi Mental Paripurna, banyak orang memiliki fanatisme sempit terhadap agama, sehingga menganggap Pancasila, Budaya, Pikiran tidak penting. Padahal dalam agama Islam sangat jelas dikatakan, Orang yang diangkat derajatnya adalah orang yang beriman dan berilmu. Banyak orang beriman tapi tak berilmu. Dianggap belajar agama cukup. Padahal di Islam “gunakan akalmu” sangat banyak disebut dalam Al Quran. Akibat fanatisme sempit, banyak orang sangat mudah dihasut atas nama agama. Saat itu otak tak lagi digunakan.


=  KITA TAK PUNYA PENDIDIKAN MINDSET. Pendidikan Mindset adalah pendidikan yang mengajarkan tentang otak manusia dan cara kerjanya, serta bagaimana cara memberdayakannya. Di mana pelajaran mindset itu? Tidak ada. Itu sebabnya kita sulit sekali melihat dari sudut pandang orang lain (empati), dan itu sebabnya mengapa Jepang memiliki empati yang sangat tinggi.


“Tidak ada bangsa yang berhasil melakukan transformasi besar tanpa dimulai cara pandang, perubahan mindset” (Pidato Presiden RI SBY 17 Agustus 2010)


Semua orang khususnya para pejabat, mengakui pentingnya perubahan mindset, pemberdayaan pikiran, dan  revolusi mental. Namun, …. Dari zaman Bung Karno sampai Jokowi kita tak pernah merancang kurikulum pendidikan mindset yang bersumber dari  pemberdayaan kekuatan pikiran (mind power) Akibatnya banyak orang yang tidak tahu cara berpikir di negara ini, termasuk para pejabatnya. Efeknya bukan saja terjadi Dekadensi Moral, tapi negara ini begitu sulitnya maju, sangat tidak mandiri, dan rakyatnya tidak juga sejahtera.


Beberapa Kebijakan Pemerintah Yang Mengabaikan Pola Pikir Justru Mengakibatkan bangsa ini pada semua lini menjadi malah menjadi tidak cerdas, tidak mandiri, tidak dapat memberikan kesejahteraan, dan jauh dari akhlak mulia. Mindset salah mengakibatkan kebijakan yang salah. Betapa bahayanya jika DPR dan pejabat negar tidak mempelajari ilmu mindset, mereka akan membuat Undang-undang dan kebijakan yang salah. Maksudnya baik, tapi diterjemahkan oleh rakyat menjadi sebaliknya. Kami telah memperesentasikan contoh-contohnya di kementerian. Mereka manggut-manggut saja.  Berikut ini contohnya:


        Kementerian Daerah Tertinggal (yang terimajinasi adalah tertinggal).  Kementerian ini tidak akan pernah bisa mengentaskan daerah yang tertinggal karena mindset terfokus pada yang tidak diinginkan “Tertinggal”.


        KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Lembaga ini memunculkan gambaran korupsi secara terus menerus. Akibatnya korupsi bertambah banyak. Hampir semua anggota Partai Demokrat yang mengatakan Katakan TIDAK pada korupsi masuk bui semua karena korupsi. Demokrat tanpa disadari memprogram pikiran anggotanya seperti itu.


        Impian Indonesia adalah adil dan makmur. Sampai kiamat pun impian ini tidak akan pernah tercapai karena tidak jelas dan tidak bisa digambarkan.


        BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Nama lembaga ini memvisualkan jaminan sosial, tapi faktanya yang diberlakukan adalah semacam aturan asuransi (masa aktif kartu, pengcoveran hanya tertentu, denda atas keterlambatan membayar, dll).  Wajar jika terjadi pemahaman yang salah di masyarakat, bahkan MUI menganggapnya haram atau tidak sesuai syariah. 


         Para orangtua dan masyarakat juga banyak sekali melakukan program pikiran yang sala yang berakibat justru yang mereka tidak inginkan terjadi, masyarakat tidak ingin jadi miskin menjadi justru miskin, diminta menjauhi narkoba malah mendekati, diminta tidak merokok malah merokok.


 



6.   SARAN UNTUK REVOLUSI MENTAL PERIODE 2


 1.   KONSEP REVOLUSI MENTAL HARUS DIPERBARUI DAN DIGAUNGKAN KEMBALI. Saya mengusulkan Pak Jokowi mempelajari REVOLUSI MENTAL PARIPURNA UNTUK RAKYAT yang saya usulkan, dan telah saya presentasikan di masyarakat dan ketika saya diundang 3 kementerian. Untuk menga0dopsi ini staf kementerian mengatakan ini urusan Presiden, karena kementerian mengurusi departemen masing-masing, sedangkan Revolusi Mental yang saya sarankan bersifat menyeluruh. Presiden harus memimpin sendiri Gerakan Revolusi Mental. Pelaksana dari program ini biarkan rakyat. Saya siap membantu presiden dari luar pemerintahan. Tekad saya ini hanya karena keprihatinan saya terhadap mentalitas bangsa ini yang sudah semakin parah dan harus segera dibenahi.


2.    INDONESIAN HARUS PUNYA IMPIAN. SAYA MENYARANKAN “INDONESIAN DREAM”. Ada 2 tujuan Revolusi Mental pertama adalah untuk mewujudkan INDONESIAN DREAM yakni terciptanya masyarakat yang Cerdas, Mandiri, Sejahtera dan Berakhlak. Kedua adalah menyelamatkan bangsa ini 5 tahun ke depan. Jika kita tidak serius atau gagal melaksanakan Revolusi Mental, Indonesia dalam Bahaya. Kami khawatir jumlah pendukung Khilafah dan anti Pancasila akan semakin banyak. Pelajaran pada Pilpres ini harus kita baca sebagai sebuah ancaman. Ini bukan pemenangnya Prabowo atau Jokowi, tapi seperti dikatakan oleh Kepala BIN Hendropriyono ini pertarungan antara NKRI vs Khilafah.


3.      REVOLUSI MENTAL PARIPURNA. Revolusi Mental Paripurna adalah Revolusi Mental yang didasarkan pada 4 pilar yakni: Akhlak, Moral, Budi Pekerti, dan Mindset. Mengapa radikalisme di Indonesia terus menaik dan banyak simpatisannya, karena kita tidak punya konsep revolusi mental sebagaimana yang kami usulkan. Kondisi yang terjadi saat ini, agama dianggap sebagai satu-satunya cara untuk memecahkan masalah pribadi atau bangsa. Sehingga dengan mudah rakyat diarahkan untuk membentuk negara khilafah yang berlandaskan Al Quran dan Hadits. Pancasila menjadi sangat lemah karena pemerintah tak lagi dapat mengajarkan Pancasila dengan baik sesuai dengan kemajuan zaman. Pancasila dianggap usang dan tak cocok lagi dengan kemajuan zaman. Bahkan banyak masyarakat yang semakin buta terhadap Pancasila. Budi Pekerti dan budaya juga ditinggalkan.


4.    REVOLUSI MENTAL HARUS JADI KURIKULUM. Karena ketidakpahaman dan ketidakseriusan kita terhadap ide yang luar biasa tentang Revolusi Mental akibatnya para pejabat tidak bisa mengusulkan Revolusi Mental sebagai kurikulum.  Dengan menjadikan revolusi mental sebagai kurikulum kita dapat mengakomodasi pelajaran moral Pancasila, budi pekerti berbasis budaya, mindset, mind power anti terorisme, anti narkoba,  anti korupsi ke dalam satu pelajaran saja. Saya memiliki 100 modul untuk dijadikan kurikulum Revolusi Mental. Saya sumbangkan untuk negara jika negara menghendaki. Semua saya lakukan untuk mencegah Indonesia dalam Bahaya. Menambahkan pelajaran Revolusi Mental dalam kurikulum akan mudah jika  gerakan Revolusi Mental dipimpin sendiri oleh Presiden Jokowi .


5.      KURIKULUM REVOLUSI MENTAL.   Jika negara menginginkan bantuan dari saya, saya telah memiliki kurikulum Revolusi Mental yang beberapa pelatihannya telah saya latihkan pada puluhan ribu orang dari Aceh sampai Papua. Tujuan kurikulum adalah Indonesia Dream (terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri, sejahtera, dan berakhlak). Dana kami terbatas, sehingga kami hanya bisa fokus pada Revolusi Mindset, sedangkan 3 Revolusi lainnya seperti Akhlak, Moral, dan Budi Pekerti, hanya bisa kita laksanakan jika pemerintah punya kemauan membuat Revolusi Mental sebagai kurikulum. Kurikulum Revolusi Mental  akan menggabungkan antara ilmu agama, ideology, budaya, dan motivasi serta keterampilan sehingga mampu membuat masyarakat berubah dengan cepat.  Dengan 1 pelajaran saja Revolusi Mental, kita dapat menciptakan pelajar dan masyarakat yang berkualitas. Kurikulum Revolusi Mental dapat dijadikan pelajaran tambahan. Sekalipun pelajaran tambahan tapi pelajaran ini sangat bermanfaat bagi warga negara. Saya melihat sebagian negara telah menerapkan sebagian ilmu mind power dan mindset.  Hasilnya negara mereka menjadi sangat hebat. Kita dapat mengejar kertinggalan jika kita memasukan pelajaran tentang ilmu mindset, ilmu mind power dalam kurikulum Revolusi Mental. Pemerintah tidak perlu mengerahkan puluhan ahli atau mengeluarkan dana besar. Saya sudah mempersiapkan puluhan judul pelajaran memperkuat atau mengisi Kurikulum Revolusi Mental.  Kurikulum Revolusi Mental tidak harus menjadi pelajaran pokok, tapi cukup sebagai ekstra kurikuler. Selain untuk pelajar juga untuk masyarakat agar kita tidak menunggu perbaikan terlalu lama, tapi secepatnya kurang dari 5 tahun. Pelajaran dalam Ekstra Kurikuler Revolusi Mental meliputi  misalnya cara meraih nilai A (min map, super memory, speed reading), change mindset, the power of dream, cara melamar kerja, cara jadi manusia berkualitas, entrepreneurship, creative writing, menulis buku, internet dan social media, mind power for healing, dll.


6.      REVOLUSI MENTAL DITERIMA DI MASYARAKAT. Pelajaran Pancasila tidak relevan atau sulit masuk di ranah agama seperti di masjid-mesjid, tetapi pengalaman kami pelajaran Revolusi Mental berbasis Mindset dapat diterima. Beberapa kali kami memberikan pelatihan di kelompok pengajian bahkan yang ekstrem dan radikal sekalipun, pelajaran mind power dapat diterima. Dan mereka berharap ilmu mind power dan ilmu mindset diajarkan di masjid, pesantren, pengajian-pengajian. Pelatihan Revolusi Mental Alfateta telah saya latihkan kepada  puluhan pesantren dan  semua menerima. Pelatihan Revolusi Mental saya yakinkan dapat menekan laju intoleransi, radikalisme dan menghindarkan terorisme berkembang. Yang luar biasa dengan pelajaran Revolusi Mental kita bisa menekan angka kemiskinan, pengangguran, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, korupsi, tingginya konsumerisme, tawuran, dan tindak criminal lainnya.


7.      PELAKSANA REVOLUSI MENTAL ADALAH RAKYAT. Walaupun program ini bagus, namun tidak semua orang mamahami program ini. Program ini harus serius dilaksanakan oleh semua pihak, tidak bisa ASN atau birokrat saja. Semua rakyat harus dilibatkan. Presiden harus memimpin sendiri Revolusi Mental karena masalah perubahan mental adalah mendesak dan sangat penting. Tidak harus menggunakan APBN atau APBD. Program ini biar diselenggarakan dengan swadana, swakarsa, dan swadaya masyarakat. Pemerintah hanya memberikan dukungan dan memfasilitasi.


8.     KALAU BIASA HASILNYA JUGA BIASA. Agar Revolusi Mental dapat kita laksanakan dengan sukses 5 tahun ke depan. Kita tidak bisa melakukannya dengan biasa saja, karena sudah pasti hasilnya akan biasa saja. Jika kita melakukannya luar biasa, maka hasilnya akan luar biasa.  Jika Revolusi Mental Paripurna ini dilaksanakan pemerintah, dalam 5 tahun kita akan mampu mengubah pola pikir bangsa dan mampu berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia.


9.   ORGANISASI PELAKSANA. Saya memiliki pengalaman melatih puluhan ribu orang di bidang revolusi mental dari Aceh sampai Papua, telah mendirikan organisasi pendukung seperti Germental (Gerakan Revolusi Mental), Gersemot (Gerakan Seribu Motivator), Pasukan Monas (Penggerak Sukarelawan Motivator Nasional) dll. Saya menyerahkan kepada pemerintah, mau dilaksanakan oleh pemerintah sendiri, bekerjasama dengan orsospol, LSM, atau lembaga yang pernah saya dirikan, semuanya terserah kepada pemerintah. Saya sebagai rakyat Cuma menyumbangkan apa yang saya bisa.  Pemerintah bisa meneruskan apa yang sudah kami konsepkan. Pelatihan Revolusi Mental harus menggunakan sistem sel yang bisa masuk ke semua kegiatan masyarakat, baik agama, budaya, ideology, dan motivasi. Setiap desa memiliki 2 trainer/motivator. Tidak perlu atas biaya negara. Negara hanya mendukung, mendorong dan memfasilitasi para trainernya saja. Pada dasarnya rakyat haus motivasi dan pelatihan yang bisa menyelamatkan diri mereka dan keluarga mereka. Masyarakat zaman now tidak lagi menginginkan training atau pelatihan yang bersifat dogma, karena tidak memberi manfaat langsung. Pelatihan yang kami buat memberi manfaat langsung sehingga masyarakat membayar pun bersedia. Jika negar ingin membantu, bantulah membayar pelatihnya saja, pelatihan gratis, atau jika pun harus membayar, biayanya kecil. Masyarakat mau. Karena dengan membayar masyarakat terdorong untuk menghargai ilmu. Karena itu pelaksana program ini harus lembaga yang bersifat sosial bisnis. Tidak mengambil keuntungan, tapi dapat menggulirkan dana pembinaan SDM.


 


7.  BAGAIMANA MENGAMANKAN 3 KARTU SAKTI JOKOWI DENGAN REVOLUSI MENTAL?

 

=    Pak Jokowi dalam kampanye Presiden Periode ke-2 meluncurkan 3 kartu yakni kartu Sembako Murah, Kartu Pra Kerja, dan Kartu Kuliah. Sebelumnya sudah ada Kartu Sehat atau BPJS. 3 Kartu Sakti Jokowi adalah program yang sangat bagus, apalagi tidak menggunakan APBN. Saya tidak tahu menggunakan apa.  Kartu kartu ini harus diamankan agar  tidak membebani negara. Kalau pun harus membebani negara hasilnya terukur.


=    Program Jokowi ini tentu sangat bagus, dapat membantu rakyat. Tapi sebagai pelatih Mind Power kami agak khawatir, tujuan Pak Jokowi yang ingin membantu rakyat berubah menjadi membuat masyarakat kita manja dan malas berpikir dan pada akhirnya jadi beban negara. BPJS menjadi contoh. Dalam proposal atau draft Revolusi Mental yang saya ajukan ke Presiden Jokowi tahun 2014 setebal 400 halaman, kami sudah memperingatkan bahwa BPJS bisa bangkrut. Bukan saja BPJS yang bisa bangkrut tapi negara. Biaya untuk pembangunan tersedot untuk mengobati rakyatnya yang demikian jika sakit berat.  BPJS menciptakan mental sakit. BPJS bagus, tapi menciptakan mental sakit. Pencegahan dan penyembuhan alternatif tak lagi jadi harapan. Semua orang bergantung ke medis untuk penyakit ringan sekalipun. Padahal pencegahan dan penyembuhan dengan mind power telah me njadi alternatif di dunia Barat seperti lahirnya EFT, Hypnoteraphy, Quantum healing, dll. Bahwa penyakit disebabkan oleh pola pikir yang salah, pola hidup yang salah, dan pola makan yang salah. Karena itu penyembuhan yang terbaik dimulai dari pikiran.


=    Pengaman 3 Kartu Jokowi. Kami sangat khawatir, sumber pendanaan 3 kartu Jokowi akan menjadi masalah ketika pemerintah tidak melakukan revolusi mental lebih dulu pada rakyatnya. Jika pada BPJS diperlukan revolusi mental dengan mengajarkan mencegah dan menyembuhkan penyakit dengan kekuatan pikiran, pada calon penerima 3 kartu tersebut harus lebih dulu dilakukan revolusi mental, sub perubahan mindset. Bagaimana mungkin kita bisa menjamin pemuda bisa bekerja sementara kepada mereka tidak dibekali dengan mentalitas pekerja yang berkualitas? Apa jadinya kita memberikan kartu sembako murah, tapi mentalitas konsumtif tidak lebih dulu dibenahi? Akan terjadi pemborosan ketika mereka yang mendapatkan kartu kuliah tetapi mentalitas pelajar tidak dibenahi sebelum menerimanya.


=    Ubah Mindset Rakyat Dulu dengan Pendidikan Revolusi Mental. Sebelum Pak Jokowi membagikan kartu-kartu ini Pak Jokowi atau negara harus  memperbaiki mindset bangsa ini lebih dulu kartu-kartu ini akan menjadi permasalahan baru. Seperti BPJS program yang bagus, tapi karena mentalitas masyarakat dan pengelolanya tidak diperbaiki lebih dulu dengan Revolusi Mental, pada akhirnya mengakibatkan BPJS mengalami defisi mencapai triliunan. Program dana desa sangat bagus, tapi jika tidak diberikan pendidikan Revolusi Mental lebih dulu maka ini sama saja dengan kita mengantarkan sebagian kepala desa ke pintu penjara. Begitu juga kartu-kartu yang maksudnya baik bisa menjadi masalah baru seperti Kartu Kuliah, Kartu Kerja, dan Kartu Sembako.


Terus terang mindset bangsa kita masih belum siap untuk dimanjakan. Masyarakat menjadi salah mengartikan karena tidak adanya pendidikan mindset. Untuk menurunkan kemiskinan bukan memberikan sembako, kartu kuliah, kartu kerja begitu saja. Kita harus ajak masyarakat berpikir untuk bisa mendapatkannya. Misal, mereka yang ingin mendapatkan kartu kuliah tidak harus pintar di sekolah, tetapi  harus memiliki prestasi. Prestasi bisa lomba telah menulis 1 buku misalnya, juara seni, punya karya ilmiah dll.  Jadi mereka kita minta berprestasi dulu, jangan main berikan saja tanpa harus ada usaha. Begitu juga untuk Kartu Sembako dan Kartu Kerja. Untuk ini insya Allah saya ahlinya.


=    PEMBANGUNAN SDM. Jokowi mengatakan, pembangunan SDM akan digalakkan secara besar-besaran di Periode kepemimpinan Jokowi di periode ke 2. Tapi Jokowi sendiri belum memiliki konsep bagaimana pembinaan SDM dilakukan. Perlu diketahui, sejak zaman Soeharto sampai Jokowi di periode sebelumnya, kebijakan bersifat bottom –up. Artinya konsep pemerintahlah yang harus dijalankan. Masukan dari rakyat diabaikan. Terbukti draft Revolusi Mental 400 halaman yang saya buat tidak pernah didiskusikan apalagi dilaksanakan.


=    UBAH POLA PIKIR PENTING. Jika pemerintah mau mempelajari draft Revolusi Mental 400 halaman yang kami kirim ke Presiden pada tahunb 2014 hal ini saya bahas. Kondisi BPJS akan rugi atau bangkrut telah saya uraikan. Bahkan saya memberikan cara mengatasi hal ini. Tapi dengan tidak dilaksanakannya apa yang ada dalam konsep di draft itu, membuktikan proposal kami memang tidak dibaca. Sangat mungkin Jokowi meneruskan ke stafnya, tapi stafnya tak suka baca. Karena bangsa kita memang malas baca, termasuk para pejabatnya.


=  PERTIMBANGKAN REVOLUSI MENTAL PARIPURNA. Daripada pemerintah harus mengerahkan tenaga, waktu, biaya yang sangat besar, lebih baik pemerintah mempelajari konsep REVOLUSI MENTAL PARIPURNA yang kami miliki dan telah kami ajarkan kepada puluhan ribu orang di seluruh Indonesia pada semua kalangan.


=  SUMBANGSIH KAMI. Jika pemerintah menganggap ide kami baik, kami siap menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran kami untuk negara. Kami punya  hampir 100 modul untuk merevolusi mental bangsa yang siap kami hibahkan untuk negara. Kami tidak berpikir mensukseskan periode Jokowi 5 tahun ke depan saja, tapi memikirkan jauh ke depan, bahwa Revolusi Mental Paripurna bisa menyelamatkan bangsa kita 5, 10, 20 bahkan 50 tahun ke depan.


=  KESALAHAN BAHASA OTAK. Foto di sebelah kanan adalah sebuah contoh kebijakan atau jargon yang salah dari pemerintah yang membuat orang miskin tambah miskin. Ini akibat jangankan pejabat daerah, pejabat pusat pun tidak memahmi cara kerja pikiran dan cara mengubah mindset.  Kelihatan sederhana tapi dampaknya bahaya.



8.       BEBERAPA MASUKAN  PENTING UNTUK PAK JOKOWI


1.      Warning Ideologi Khilafah Gantikan Pancasila. Saat ini rakyat seperti kurang kepercayaan terhadap ideologi Pancasila. Budaya pun tak bisa diandalkan mengingat budaya tidak bersifat universal, ada budaya baik ada budaya buruk. Maka orang melirik agama sebagai sebuah solusi. Semakin banyak orang yang tertarik untuk menjadikan Agama khususnya Islam (Al Quran dan Hadits) sebagai dasar negara Para orangtua mulai memilih sekolah-sekolah agama sebagai tempat mendidik anak-anak mereka.. Jika ini dibiarkan maka semakin banyak orang yang mulai anti Pancasila. Penelitian yang saya lampirkan di bab sebelumnya adalah bukti.


Dalam Al Quran dikatakan, orang yang diangkat derajatnya adalah orang yang bermiman dan beilmu. Saat ini banyak orang yang memiliki ketidakseimbangan. Apa yang bisa membuat seimbang? Pancasila? Budaya? Tidak. Ilmu mindset atau ilmu mind power jawabannya. Pada saat sekarang ini bisakah kita mengajarkan Pancasila atau budaya di masjid-mesjid? Tidak. Tapi bisakah ilmu mind power atau mindset masuk ke masjid-mesjid? Bisa. Ilmi mind power lah yang bisa menyatukan ilmu agama, Pancasila dan budaya. Kami telah mengajarkan ke banyak pesantren, dan semua pesantran bahkan pengikut aliran Islam Radikal pun bisa menerima ilmu mind power. Lewat ilmu mind power bisa ditumbuhkan kesadaran bernegara dan berbudaya. Mengapa kita sulit sekali mencegah dan mengatasi radikalisme dan terorisme adalah karena pemerintah memang tidak pernah mengelai ilmu mindset atau ilmu mind power sehingga tidak bisa mempersatukan ajaran Pancasila dan budaya. (LIhat kembali 4 Pilar Revolusi Mental Paripurna di bab sebelumnya).


2.      Warning Hoax. Saya lulusan Sarjana Mudah Sekolah Tinggi Publisistik dan berpengalaman sebagai wartawan dan pengamat dunia pers. Dunia pers kita sudah berubah dengan cepat. Perkembangan dunia online telah mengakibatkan hancurnya sendi-sendi dan aturan tentang pers. Kini setiap orang bisa menulis apa pun tanpa aturan yang terkendali. Pemerintah harus melakukan pengaturan yang ketat terhadap orang-orang yang bukan jurnalis tapi mengemukanan pendapat tanpa dapat mempertanggungjawabkannya.  Lemahnya control pemerintah mengakibatkan berkuasanya orang bodoh bahkan tidak sekolah dengan membuat hoax, kemudian diupload dan disebarkan oleh orang yang berpendidikan. Karena sebagai pengguna media sosial, walau Kemeninfo melakukan kontrol tetap saja masyarakat setiap hari disuguhi oleh hoax yang membahayakan pikiran seorang atau negara. Sekarang setiap orang bisa mencuci otak orang lain tanpa perlu khawatir. Jika pemerintah kesulitan mengatasi masalah ini, sebenarnya pemerintah harus melakukan pendidikan revolusi mental agar orang tidak mudah terpengaruh hoax. Pikiran yang positif tidak mudah menerima hoax. Tetapi 90% informasi adalah negative, dan masyarakat tidak memiliki bekal ilmu mind power yang dapat menangkisnya. Karena itu penting mengajarkan Revolusi Mindset di samping revolusi akhlak, moral, dan budi pekerti. Hoax dikhawatirkan akan makin menyuburkan kemiskinan, kebodohan, kejahatan dan menguatnya radikalisme, terorisme dan upaya warga negara untuk mengganti ideology Pancasila menjadi khilafah. Saya melihat ada upaya organisasi sosial, keagamaan dan poliltik yang terus mengarahkan bahwa solusi mengatasi persoalan bangsa adalah agama, khususnya keharusan mendirikan negara khilafah. Mer eka ingin mengubah negara dengan jalur konstitusional sehingga negara susah mencegah. Berbeda kasus dengan DI TII, Permesta mereka gagal merebut kekuasaan karena tidak dijalur parlemen. (Foto di sebelah adalah iklan saya yang sangat berharap Pak Jokowi dapat melanjutkan Kepemimpinan Periode 2  dengan mengajak semua elemen rakyat memerangi hoax. Kekalahan Pak Jokowi adalah kekalahan NKR.


3.      Ada ilmu yang mempercepat bangsa kita membangun mentalitas bangsa ini. Ingatlah bahwa kita baru menggunakan kurang dari 0,001% kemampuan pikiran kita. Cara untuk memberdayakan pikiran kita adalah dengan mengajarkan secepat ini ke masyarakat. Bayangkan Kemendiknas kita sangat lamban menemukan kurikulum yang tepat untuk dunia pendidikan. Kita masih menggunakan pola-pola lama dalam belajar. Di saat dunia sudah menggunakan mind map, super memory, hitung cepat, baca cepat, dll dunia pendidikan kita masih pakai peta konsep, tidak tahu cara menghapal, menghitung lamban, baca super lama. Padahal ilmu mind power telah melahirkan ilmu baru BSC (Baca Super Cepat) Siswa bisa membaca 1 hari 5 buku, dan bisa dibuktikan langsung. Mengapa Kemendiknas lamban? Karena banyak birokrat malas berpikir dan ingin mempertahankan kekuasaan dengan tidak mau berubah.


Dengan ilmu mind power kita bisa mengatasi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, korupsi, terorisme, kemiskinan, pengangguran, konsumerisme dan rendahnya produktivitas bangsa. Saya siap presentasikan masalah ini. Ketika saya presentasikan di Kemenkopolhukam yang dihadiri 5 Kepala Deputy, mereka sangat mengaggumi adanya ilmu baru yang bisa memecahkan banyak masalah termasuk terorisme. Bukti mereka tertarik adalah waktu yang semula diberikan hanya 1,5 jam menjadi molor 2,5 jam. Waktu itu kepala Deputy Kemenko Polhukam mengatakan, seharusnya memang ini dibahas di tingkat presiden karena meli puti semua bidang kehidupan, tidak saja hukum dan pertahanan negara.


 

 9.  PENUTUP


 1.   Perhatian Pemerintah. Saya berharap surat saya ke 8 dan 1 proposal ini dapat dengan serius ditelah pak Jokowi. Jika bapak putus harapan dengan Revolusi Mental, saya sebagai motivator akan menguatkan kembali tekad bapak untuk merevolusi mental ini.  Bukankah selama ini pak Jokowi dikenal dekat dengan rakyat. Jika anak kecil ingin sepeda atau ingin bertemu Jokowi saja diladeni atau dikabulkan, Pak Jokowi mau menerima siapa pun yang ingin menemuinya walau hanya kepentingan sesaat, masakkan saya yang telah menulis 400 halaman draft Revolusi Mental untuk memberi masukan menyelamatkan negara diabaikan? Semoga kejadian yang sama tidak berulang kembali. Alhamdulillah kami bisa disertakan untuk membicarakan bagaimana merevolusi mental bangsa ini secara massif, structural dan sistematis. Karena bagaimana pun kami yang punya konsep dan pengalaman melaksanakan konsep ini. Saya memaklumi mengapa kementerian bapak tidak bersedia saya presentasi revolusi mental, dan yang bersedia tidak berbuat apa-apa tentang revolusi mental ini, karena mereka tidak paham. Kemendiknas beberapa kali saya kirim surat untuk melihat pelatihan saya, jawabannya selalu tidak punya waktu. Padahal jelas sekali bahwa Kementerian Pendidikan tertinggal dalam menerapkan metode belajar dengan menggunakan kekuatan pikiran.


2.     Ayo kita serius. Kami berharap, Presiden Jokowi serius membaca dan mempelajari proposal ini. Mohon kiranya presiden memberikan atensi yang baik kepada masyarakat seperti kami yang bersedia memberikan masukan secara konstruktif tanpa harus turun ke jalan atau mencari perhatian dengan cara yang kurang terpuji.  Kami khawatir, jika kita tidak serius atau gagal melaksanakan revolusi mental 5 tahun ke depan, Indonesia dalam Bahaya. Setidaknya apa yang kami khawatirkan dalam proposal sebelumnya yang kami kirim 4 tahun lalu ke Istana, hari ini terjadi.


3.    Sumbangan Ikhlas. Pak Jokowi semoga memahami bahwa saya bukan saja sekadar sebagai orang yang setia menciptakan konsep dan program Revolusi Mental sejak 10 tahun lalu, tetapi juga pelaksana program Revolusi Mental melalui pelatihan. Jadi seharusnya tidak ada lagi alasan istana mengabaikan proposal sala. Mengapa bapak harus merespon dan memberikan dukungan kepada saya? Karena saya adalah motivator, pekerjaan saya memotivasi rakyat. Nama pelatihan saya Revolusi Mental. Adalah sangat janggal jika saya menamakan Revolusi Mental tapi tidak mendukung dan tidak didukung oleh pemerintah terutama bapak sebagai penggagas Revolusi Mental.


4.      Proposal ini Berusia 10 Tahun dan telah Diperbarui. Walaupun kami sudah membuat proposal ini lebih dari 10 tahun, dan mengeluarkan uang tidak sedikit untuk membuat, memperbanyak, dan mengirimkannya kepada pak Presiden, tidak ada harapan imbalan bahwa kami akan menjadi trainer negara, pejabat negara, atau karya kami dibeli oleh negara. Jika memang negara butuh, kami akan serahkan semua konsep ini untuk negara. Bagi kami jika Indonesian Dream (terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri, sejahtera, dan berakhlak) tercapai, kami sudah sangat gembira. Inilah karya besar yang bisa kami berikan kepada negara sebelum kami kembali menghadap sang pencipta. Dari alam sana  kami bisa ikut melihat kejayaan bangsa ini di masa yang akan datang.


5.       Siap Presentasi. Saya siap mempresentasikan tentang bagaimana kita menyiapkan pendidikan Revolusi Mental ini untuk rakyat. Saya sudah mempersiapkan konsep ini selama 10 tahun. Bukan sekadar konsep tapi sudah saya latihkan kepada puluhan ribu orang tanpa bantuan pemerintah dari Aceh sampai Papua. Saya telah memberikan pelatihan mulai dari kelas rakyat jelata sampai pejabat. Kunci untuk memajukan bangsa ini hanya satu: Negara harus bantu membenahi pola pikir bangsa ini dengan pengetahuan yang bersifat logika yaknik Ilmu Mindset dan Ilmu Mind Power. Dengan ilmu ini mereka tidak saja bisa mengubah pola pikirnya tetapi juga mampu memberdayakan pikiran mereka sehingga dapat berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia.


Jika Pak Jokowi mendukung pendidikan Revolusi Mental maka kami tidak akan kesulitan seperti selama ini. Dukungan Pak Jokowi akan mampu menggerakankan pemerintah daerah untuk ikut mendukung, rakyat mendukung, media massa mendukung.  Saya ingin memotivasi bangsa ini agar menjadi bangsa yang berkualitas dengan berbagai kompetisi yang didukung semua pihak. Kita harus memaksa bangsa kita berpikir, jangan terlalu dimanjakan. Fakta pak Jokowi memanjakan mereka malah mengakibatkan mental mereka tidak berkembang. Kita boleh memanjakan masyarakat, tapi kita harus memiliki tujuan yang jelas dan hasil yang terukur.


Contoh hasil yang terukur, kita jangan hanya menyuruh masyarakat membaca. Tapi membantu mereka dengan ilmu membaca. Ilmu BSC (Baca Sangat Cepat) yang saya ajarkan dapat mengubah orang dari malas membaca jadi keranjingan membaca, orang yang membaca buku 1 setahun, bisa kita buat menjadi mampu membaca  3 buku 1 bulan. Ini bisa dibuktikan. Bayangkan, jika ini didukung pemerintah, kemudian kita berikan penghargaan bagi mereka yang bisa membaca buku minimal 3 sebulan, dan mereka yang mau menulis buku, bangsa ini akan sangat cepat maju. Bagaimana mungkin kita bisa maju jika rakyatnya malas baca? Bagaimana mungkin para cendekiawan kita bisa berbagi ilmu jika jika tidak tahu ilmu menulis buku, bagaimana mungkin penulis buku kita rajin menulis buku kalau sudahlah honornya sangat kecil, kena pajak pemerintah, dan tidak ada daya rangsang pada mereka.  


Jangankan yang masih muda, untuk para pensiun pun saya mengajarkan cara menulis buku. Karena jika mereka tahu ilmu menulis buku mereka bisa menuangkan pengetahuan dan pengalamannya ke dalam buku. Mereka tidak membawa mati ilmu mereka dan bisa mereka bagikan pengetahuan mereka pada generasi berikutnya.


Terlampir bersama ini Laporan tentang Revolusi Mental dari Roadshow saya dari beberapa kota di Indonesia, yang pernah saya laporkan kepada Bapak dan kemudian saya presentasikan ke PMK tapi tak mendapatkan respon apa pun, saya melampirkan foto-foto ketika saya memberikan pelatihan di seluruh Indonesia kepada semua lapisan masyarakat, saya juga melampirkan kurikulum macam apa yang sebaiknya kita berikan dalam pelajaran Revolusi Mental yang bermanfaat untuk pelajar dan masyarakat.


Terakhir saya ringkas apa yang ada dalam proposal ini dan bahan presentasi saya nanti dalam bentuk mind mapping. Mind Mapping adalah pelajaran yang diajarkan di Singapura dan Thailand, tapi tidak dimanfaatkan oleh dunia pendidikan kita. Kita sangat tertinggal di bidang pendidikan. Jika tidak 5 tahun ini kita melakukan revolusi mental, kita akan tertinggal.


 


LAMPIRAN


1.                  LAPORAN TENTANG REVOLUSI MENTAL DARI ROADSHOW KAMI DI DAERAH


Laporan ini pernah kami sampaikan kepada Presiden Jokowi, kemudian kami mendapatkan panggilan dari Kementerian PMK. Saya hanya diterima staf PMK yang hanya bisa menampung dan tak pernah bisa menjelaskan apalagi menindaklanjuti. Karena kami mendesak untuk membahas ini, kami diminta untuk menemui 5 Kemenko yang juga menangani Revolusi Mental, tapi tak ada satupun dari 5 Kemenko yang bersedia mengundang kami. Setelah kami desak hanya 1 Kemenko yang bersedia menerima kami. Namun jawaban mereka, mereka tak punya orang yang menangani khusus Revolusi Mental.


 

PEMERINTAH MERUSAK MINAT BELAJAR MASYARAKAT.


Sintang, Jakarta, Papua


Event Organizer (EO) kami di Sintang Kalimantan Barat ditertawai Pemda saat akan mengadakan pelatihan Revolusi Mental. Di Sintang selama ini peserta pelatihan dibayar bukan membayar. Tapi EO kami tetap positive thinking, jika Waktu itu kami tetap bertekad menjual pelatihan kami di Sintang. Jika pemerintah mau membantu cukup membiayai transporatasi dan akomodasi pelatih. Pemda setuju. Pemda Sintang cukup kaget karena jumlah peserta pelatihan kami mencapai 150 orang.  Tapi ketika kami memberikan pelatihan gratis kepada staf Pemda, malah hadir beberapa orang saja. Karena mindset mereka sudah terbentuk, ikut pelatihan dibayar. Hal buruk semacam ini terjadi di semua kota di Indonesia, mereka berpikir jika ada pelatihan merekalah yang dibayar. Masyarakat Papua yang mau ikut pelatihan dibayar Pemda Rp 1 juta. Di Jakarta banyak orang yang pekerjaannya menghadiri seminar yang menyediakan uang transport dan uang saku. Jika kebiasaan ini diteruskan maka pemerintah tanpa sadar merusak mental masyarakat.

 


Saran kami:


Pemerintah harus segera menghentikan kebiasaan membayar peserta seminar. PNS yang ikut seminar adalah kewajiban tidak perlu dibayar. Maysarakat yang diajak ikut seminar atau pelatihan yang memiliki kesadaran belajar terlebih dahulu. Lebih baik menggunakan uang negara untuk memperbanyak pelatih daripada untuk dibagi-bagikan ke peserta. Kami dapat membantu pemerintah menciptakan banyak pelatih untuk memberikan pelatihan langsung kepada masyarakat.


 

GURU TK/PAUD MAU MEMBAYAR PELATIHAN RP 50 RIBU, WALAU GAJINYA RP 100.00/SEBULAN


Banjarnegara


Kota Banjar, Ciamis, Pangandaran adalah 3  kota dari 9 kota yang HIMPAUDInya pernah bekerjasama kami untuk menyelenggarakan pelatihan untuk para guru PAUD di wilayah Jawa Barat.  Jumlah peserta pelatihan rata-rata 100 orang. Berapa gaji seorang guru PAUD? Rp 100.000- Rp 300.000. Tapi karena pelatihan berkualitas, tiap guru PAUD bersedia membayar pelatihan kami Rp 50.000. Tidak ada bantuan materil maupun moril dari pemerintah, tapi pelatihan berjalan dengan baik.  Tapi apakah kami untung? Tidak, karena untuk menyewa Gedung milik sebuah Parpol kami harus membayar Rp 3,5 juta. Keuntungan habis. Kami rela membawa pulang hanya  Rp200.000. Tapi itu adalah fakta di negeri ini.


 

Saran:


Jika saja pemerintah menyatakan program Revolusi Mental untuk Rakyat didukung penuh oleh Pemerintah, dan semua Pemda mendukung, tentu pelatihan untuk guru PAUD akan jauh lebih banyak kami berikan. Pelatihan Alfateta bukan saja bisa memberikan solusi bagaimana cara mendidik anak Balita, tapi juga membuka wawasan para guru PAUD agar mereka juga bisa mengubah nasib diri mereka sendiri dan nasib bangsa ini.


 

REVOLUSI MENTAL DIGUNAKAN UNTUK MEMENANGKAN PEMILU.


Bandar Lampung


Banyak calon kepala daerah yang menolak kami tawarkan pelatihan digunakan sebagai sarana untuk menarik simpati massa. Kebanyakan calon peserta Pemilu pesimis warganya mau ikut pelatihan, mereka berpikir masyarakat desanya tidak tertarik ilmu pengetahuan. Faktanya  calon legislatif di Lampung yang menggunakan jasa kami untuk memberikan pelatihan pada pelajar kelas 3 SMA secara gratis dapat memenangkan Pemilu untuk calon legislatif. Dari fakta ini Alfateta memberikan jasa edu politik untuk kampanye Pileg, Pilgub, Pilwali, Pilkades dll.


Ketika saya mendapatkan kesempatan menjadi Caleg DPR RI dari PSI, saya melakukan kampanye dengan menawarkan pelatihan sebagai janji saya jika saya menang. Saya akan menggaji 8 trainer untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat Kuningan, Ciamis, Pangandaran, Kota Banjar selama 5 tahun. Judul pelatihan lihat poster. Dapil Jabar 10 itu terpaksa saya ambil karena tinggal itu Dapil yang ada. Namun sekalipun saya tidak kenal 1 pun masyarakat di sana, dan hanya kampanye lewat facebook dan SMS saya mendapatkan jumlah pemilih yang lumayan. Sayangnya Dapil Jabar 10 banyak simpatisan Gerindra dan PKS sehingga selain saya tidak bisa masuk ke Senayan, PSI juga tidak masuk karena tidak mendapatkan ambang batas 4%.


 


Saran:


Setiap calon peserta Pemilu harus sudah menyadari bahwa mengubah mentalitas masyarakat melalui pelatihan adalah penting. Peserta Pemilu harus menyadari zaman sudah berubah, masyarakat kini banyak yang mulai sadar pentingnya ilmu pengetahuan. Kampanye dengan memberikan pelatihan jauh lebih baik daripada memberi nasi bungkus, kaos, atau mendirikan baliho.


 

ANAK BEGAL HAUS MOTIVASI


Kota Bumi


Abung Timur adalah daerah yang terkenal banyak begalnya. Ketika kami memberikan pelatihan di daerah ini kami terpaksa harus diantarkan para pelajar dari Metro Lampung. Kami akui pendidik di sana kurang ramah dan curiga dengan orang asing. Kami melatih di sekolah di daerah ini atas permintaan seorang anggota DPR Pusat.  Namun fakta yang kami dapat para pelajar di sini sangat tertib menerima pelajaran, mereka sangat tekun bahkan selama 3 jam pelatihan tidak ada satupun yang keluar untuk ke WC. Bahkan mereka sangat antusias berfoto dengan para pelatih.


Saran:


Pemerintah kami desak untuk mengadakan pelatihan yang mampu memotivasi dan membangkitkan potensi masayarakat di dearah yang mungkin bermasalah. Pelatihan mindset bisa membantu perubahan mental masyarakat agar menjadi cerdas, mandiri, sejahtera dan berakhlak. Sesungguhnya masyarakat bukan tidak mau berubah dan mendukung pemerintah, tapi mereka tidak tahu caranya.


 

NARAPIDANA INGIN BERUBAH TIDAK TAHU CARANYA.


Bogor


Penjara adalah sekolah kejahatan, orang baik yang masuk penjara malah menjadi jahat, yang jahat bertambah jahat. Mengapa begitu? Karena mindset adalah pola pikir yang salah atau benar yang diyakini sebagai kebenaran. Banyak orang di penjara tahu salah, tapi tidak tahu bagaimana cara untuk berubah. Berubah bukan soal pikiran sadar, tapi bawah sadar. Ketiadaan ilmu mengatasi bawah sadar ini yang membuat penjara menjadi sekolah kejahatan. Saat kami melatih narapidana di LP Paledang, mereka sangat tertib. Yang luar biasa mereka mengatakan kepada kami setelah pelatihan, “Mereka ingin berubah, tapi tidak tahu caranya”. Lalu mereka minta puisi brain wash yang kami pegang untuk difotokopi dan mau ditempelkan di dinding sel mereka. Kemauan berubah ada, tapi pihak pengelola penjara tidak tahu bagaimana mengubah mindset seseorang berbasis mind power.


Kami ingin berubah tapi gak tahu caranya juga adalah pertanyaan yang diajukan beberapa siswa setelah mengikuti pelatihan. Sehari setelah pelatihan, beberapa siswa di Bengkalis mengirimkan SMS kepada kami, “Kami ingin hadu Power Ranger, mau berrubah, tapi kami tidak tahu caranya,” ujar pelajar SMP Bengkalis melalui SMS. (Foto: Narapidana di Lapas Paledang Bogor, dan Cipinang Jakarta.)


 


Saran:


Sekolah tidak memiliki pendidikan mindset. Kita berpikir pendidikan agama, Pancasila, atau Budi Pekerti adalah pendidikan mindset. Semua itu pembentuk mindset. Mindset adalah pelajaran tentang otak dan pikiran serta bagaimana cara memberdayakan pikiran. Kita tidak perlu pendidikan anti Narkoba, Anti Teroris, Anti Korupsi,  budi pekerti, tapi cukup satu pelajaran saja MINDSET berbasis MIND POWER. Ilmu Mindset menjelaskan logika mengapa kita harus melakukan atau tidak boleh melakukan sesuatu. Agama menganjurkan sedekah, tapi tidak mendampinginya dengan logika mengapa harus bersedekah, tidak boleh memutus silaturahmi. Tidak diberitahu logikanya. Pokoknya begitulah ajaran agama.


 


ILMU MIND POWER BISA MEMBANGKITKAN POTENSI MASYARAKAT.


Tapanuli Utara


Ketika kami memberi pelatihan Mind Power dan Revolusi Mental di Tapanuli Utara, kami melihat sikap pesimisme, apatis, dan ketidakpercayaan diri dari kepala desa. Bagaimana mungkin kepala desa bisa membangkitkan potensi rakyat di desanya jika mereka sendiri pesimis? Pelatihan Mind Power dan Revolusi Mental yang kami berikan telah menyadarkan mereka bahwa mengubah mindset orang lain bisa dilakukan siapa saja tanpa memandang pendidikannya. Karena dianggap mampu memberikan kesadaran bagi para kepala desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa mengundang Alfateta memberikan pelatihan juga kepada para istri camat dan Kepala Dinas se Tapanuli Utara. Ceramah agama, motivator kami umpamakan juice. Jika Anda butuh vitamin C maka akan diberikan juice mangga atau jeruk. Motivator memberi pelatihan sesuai kebutuhan. Jadi kita tidak bisa menyelesaikan banyak masalah dalam satu waktu, karena dibutuhkan begitu banyak juice atau pemecahan masalah. Ilmu mind power adalah seumpama blender, yang bisa menyiapkan berbagai macam juice atau menyelesaikan banyak masalah dengan menguasai cara kerja pikiran. (Foto: Pelatihan Revolusi Mental bagi para kepala desa, PKK, Koperasi, dll di Tapanuli Utara)


 


Saran:


Untuk membangkitkan SDM dan potensi masyarakat di sebuah daerah, pemerinta  h harus sudah mulai memperkenalkan ilmu Mind Power untuk menyelesaikan berbagai masalah. Ilmu Mind Power memiliki banyak fungsi seperti membuka mindset masyarakat, mengatasi permasalahan desa seperti pengangguran, kesehatan, kebodohan, kemiskinan, kejahatan, dll. Ilmu mind power bersifat universal yang bisa diterima semua suku, agama, dan golongan. Dari pada mengundang motivator dari pemerintah yang umumnya kaku, atau motivator nasional yang umumnya memberi pelatihan parsial dan berseri, kami sarankan gunakan pelatihan Mind Power dengan sekali pelatihan masyarakat desa bisa menyelesaikan berbagai permasalahan.


 


ILMU MIND POWER DITERIMA DI MANA PUN BAHKAN DI MESJID


Bandung


Kami  pernah diundang untuk preview menjelaskan program Alfateta kepada para pemuka masyarakat di Bandung, termasuk para pemuka agama. Sebelum pelatihan dimulai, panitia mengatakan agar menjaga ucapan apalagi berkaitan dengan agama, karena orang-orang yang berada di barisan depan adalah Islam ekstrem di bandung. Mereka yang dimaksud memang datang lebih awal berasal dari berbagai pesantren.  Karena selama ini tidak ada masalah dengan pelatihan mind power, saya menyampaikan apa adanya saja tentang ilmu mind power. Alhamduillah sampai selesai tidak ada masalah atau pertanyaan yang ekstrim. Malah saat selesai beberapa orang dari barisan depan menyalami dan memeluk saya, mereka mengatakan “Pelajaran ini harus masuk masjid pak,” ujar para pemimpin mereka.


Apa yang kami alami di Bandung kami alami juga di Kisaran Sumatra Utara. Jemaah dengan tekun menjelaskan ilmu mind power yang saya sampaikan setelah acara sholat tarawih dan ceramah. Bahkan beberapa orang minta agar kami datang kembali ke Kisaran untuk memperdalam penjelasan ilmu mind power untuk Jemaah masjid.


 

Saran:


Pancasila mungkin ditolak diajarkan di masjid-mesjid, tapi masjid menerima ilmu mind power. Pelajaran mind power sangat penting diajarkan di masjid masjid dan pesantren. Mengapa? Karena dalam agama Islam jelas sekali disebutkan kata Afala Ta’qilun dan la’alakum tafakarun diucapkan lebih dari 50 kali. Di Al Quran juga terdapat 750 ayat kauniyah sedangkan ayat Fi1ih hanya 100 ayat. Ilmu mindset atau mind power (mikro kosmos) adalah penjelasan ilmiah terhadap hukum-hukum Tuhan (maha kosmis). Karena tidak tahu logika atas suatu ayat, seringkali kita hanya membaca tapi tidak memahami dan bis amelaksanakannya.


 

MIND POWER HARUSNYA MASUK MESJID.


Depok


Seperti juga di Bandung, kami pernah diminta untuk memberikan pelatihan bagi warga Depok. Yang menarik di antara para peserta ada sekitar 15 orang Jemaah Tabliq, di Jakarta dikenal dengan Jemaah kebon jeruk. Tidak usah dijelaskan bagaiman penampilan mereka, tapi selama pelatihan Jemaah memotret slide pelatihan saya. Dan setelah pelatihan mereka mengatakan, pelatihan ini seharusnya masuk ke masjid. Mereka berniat mengundang saya ke komunitas mereka. Beberapa tahun lalu saya pernah diundang ke komunitas LDII, mereka menyatakan minatnya untuk mempelajari ilmu mind power, termasuk pesantren yang sulit dimasuki pembicara dari luar di Kediri. Namun kami berhasil memberikan pelatihan kepada komunitas pesantren tersebut walau di luar pesantren. Kami telah melatih ilmu mind power pada puluhan pesantren di seluruh Indonesia. Ternyata semua pesantren bisa menerimanya. Apalagi kami mengaitkan antara ilmu agama dan ilmu pikiran.


 

Saran:


Ilmu mind power perlu diperkenalkan ke pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia agar tidak terjadi fanatisme berlebihan yang menganggap agama adalah segala-galanya, tidak perlu belajar Pancasila, budi pekerti, dan pikiran. Ini sangat berbahaya. Fakta banyak orang yang memahami secara kafah agama, tapi karena mindset yang salah mereka melakukan korupsi, penipuan, pelecehan seksual dll. Mengajarkan ilmu agama, budi pekerti, dan Pancasila kepada para teroris tidaklah tepat. Karena mereka merasa diri mereka paling benar. Tapi kami jami mereka tunduk pada ilmu mind power karena mereka melihat ada kebenaran universal dalam ilmu mind power.


Manusia Indonesia yang paripurna dan berkualitas adalah yang menguasai 4 pilar revolusi mental yakni akhlak, moral, budi pekerti dan mindset. ‘ (Foto, memberi pelatihan The Power of Dream di Pesantren Ar Raudhatul Hasanah Medan Sumut)


 

BRAIN MAP TERBUKTI MELEJITKAN PRESTASI SISWA.


Bengkalis Riau


Kami sudah kedua kali memberi pelatihan di Bengkalis Riau dalam selang hanya 6 bulan. Ada sekitar 200 anak yang hadir dalam pelatihan, jauh lebih banyak dari kedatangan kami yang pertama. Saat memberikan pelatihan kami bertanya apakah ada yang bisa membuat Brain Mapping?  3 anak menunjuk. Luar biasa di Bengkalis sudah ada yang belajar Brain mapping  rupanya. Kemudian mereka kami minta untuk ke depan untuk membuat brain mapping. Ya ternyata mereka bisa. Kemudian saya tanya darimana Anda belajar brain map? Mereka mengatakan  Alfatetalah yang mengajarkannya ketika 6 bulan lalu datang ke Bengkalis Riau. Gurunya mengatakan, sejak memahami brain map mereka menjadi juara kelas. “Ma  kanya ada banyak orang kami bawah ikut pelatihan hari ini,” ujar gurunya.


 


Saran:


Mengingat pentingnya Pemerintah Singapura dan Thailand mewajibkan Brain Map atau Mind Mapping diajarkan di seluruh sekolah mulai dari SD sampai mahasiswa. Di Indonesia dengan alas an tidak ada dalam kurikulum ilmu ini tidak diajarkan. Sekalipun sekolah boleh mempelajarinya di luar kurikulum, tapi pelajaran SD dan SMA tidak didukung kemudahan di mind map kan. Saran kami pemerintah khususnya Diknas lebih fleksibel menerima ilmu-ilmu baru.


 


 


BRAIN WASH MENGHINDARKAN ANAK BUNUH AYAH


Tangerang


Sebelum pelatihan seorang anak menghampiri kami,  mengatakan mengapa selalu ada dorongan membunuh ayahnya. Bagaimana cara menghilangkannya. Kami mengatakan  ikuti pelatihan kami, mungkin anda menemukan Golden moment. Ia ikut pelatihan. Sebulan kemudian dia telepon kami mengatakan bahwa dia telah berubah, dan taka da lagi bisikan agar ia membunuh ayahnya.  Dia kini justru mengasihi orang tuanya dan menjadi ketua organisasi pemuda di daerahnya Banten.  Alfateta hanya menjelaskan tentang cara kerja otak. Otak kita seperti computer. Kalau salah tekan tombol akan memberi hasil tidak seperti yang kita inginkan. Karena menjelaskan cara kerja otak manusia, maka pelatihan Alfateta seringkali memberikan efek  1,  5, 10, atau 20 tahun kemudian.


 


Saran:


Pelatihan mind power bisa menghindarkan seseorang dari perbuatan criminal atau jahat. Teroris adalah orang yang tidak pernah merasa dirinya salah. Secara mindset dia merasa paling benar. Karena itu seorang teroris tidak bisa disadarkan dari terorisme jika yang diajarkan kepadanya adalah agama. Dia hanya bisa diubah dengan menggunakan ilmu mindset berbasis mind power.


 


PELATIHAN INI COCOK UNTUK KARYAWAN BARU.


Batubara, Sumut.


Ketika kami memberikan pelatihan Pensiun Siapa Takut di Inalum, Batubara, Sumatra Utara, para pensiuan yang belajar Mindset dan Mind Power mengatakan pelatihan ini sangat cocok jika juga diberikan kepada karyawan yang baru bergabung di Inalum, karena mengajarkan bagaimana merka bisa memberdayakan pikirannya selama bekerja. Kami memang sudah lebih dari 30 kali  memberikan pelatihan bagi para calon pensiunan di Inalum. Jika pelatihan semacam ini diajarkan kepada para buruh, perusahaan tidak akan mengalami permasalah perselisihan hubungan industrial, dan pekerja bisa menjadi berkualitas.


 


Saran:


Pemogokan buruh yang disertai anarkhisme telah membuat banyak perusahaan menjadi tidak nyaman. Sebagian karena upah relatif tinggi merelokasi perusahaannya ke daerah luar Jabodetabek. Sebagian lagi pindah ke Cina karena upah buruh lebih murah, dan dukungan pemerintahnya lebih nyata.


 


BAHKAN TENAGA MEDIS SEMBUH KARENA MIND POWER.


Tanjung Pinang


Saat kami melatih tenaga medis dan para medis di asrama Haji Tanjung Pinang, seorang peserta yang terakhir pulang mendatangi kami. Katanya suaminya telepon dan menangis terus, katanya dia ingin meninggal karena sakit tak terhankan. Si istri berpikir suaminya tidak sakit, kecuali pikirannya. Lalu istrinya memohon agar kami jangan kembali dulu ke Batam. Minta bantuan agar suaminya dibantu disembuhkan. Sekalipun kami mengatakan kami bukan tenaga medis akhirnya kami penuhi. Kami memang melihat sang suami untuk shalat pun berdiri sambil pegangan dinding. Setelah shalat kami tanya dia sakit apa. Dia mengatakan sakit jantung. Lalu kami meminta dia untuk melakukan meditasi dan afirmasi. Lalu kami tanya lagi, apakah dia yakin sakit jantung. Dia mengatakan tidak. Dia kini yakin bahwa dia salah menerapkan “ilmu” atau mungkin dia disantet orang. Kami minta ia melakukan meditasi dan afirmasi lagi. Tak lama kemudian dia berdiri dan bisa berjalan. Karena sudah malam kami tidak bisa pulang ke Batam. Mereka berikan kami hotel. Saat di hotel kami berikan suaminya buku Mind Power. Seminggu kemudian ia mengatakan dia sudah sembuh total setelah ia tahu cara kerja pikiran.


 


Saran:


Kasus di atas menunjukkan betapa banyak masyarakat yang sebenarnya bukan sakit fisik, tapi sakit pikiran. Dokter seringkali tidak bisa menyembuhkan seseorang seperti yang kami lakukan, karena itu setiap penyakit dicurigai sebagai penyakit fisik yang harus disembuhkan dengan medis. Akhirnya banyak penyakit yang seharusnya hanya penyakit pikiran yang lari ke fisik disembuhkan dengan cara medis yang sering mahal dan lama. BPJS seharusnya tidak mengalami kerugian besar, jika pelatihan mind power for healing diberikan sebanyak mungkin kepada masyarakat. Sesungguhnya masyarakat bisa mencegah dan menyembuhkan penyakit dirinya sendiri. Tanpa ada dukungan dari Kemenkes terhadap self healing atau usaha kesehatan masyarakat, maka pemerintah akan pusing sendiri. Negara terancam bangkrut karena sedikit sedikit masyarakat pergi ke RS untuk penyakit apa pun.


 


 


PENYEMBUHAN DENGAN EFT MENGURANI PENGUNAAN BPJS.


Medan dan Bima


Saat kami pelatihan di Medan ada seorang yang mengaku tidak bisa makan ikan selama 49 tahun. Usianya saat itu 58 tahun. Dia ingin sekali makan ikan, tapi selalu muntah. Dia mengatakan apakah mind power bisa mengembalikan dirinya bisa makan ikan? Lalu kami sanggupi. Kami coba. Kami ke Kampung Keling di Medan. Setelah melakukan self healing melalui EFT, ia makan ikan sangat lahap. Bisahkan dunia medis melakukan ini? Tidak. Di Bima kasusnya sama. Seseorang tidak bisa makan daging. Jika makan daging tengkuknya mengeras. Lalu karena ia ingin makan daging kami lakukan self healing. Dalam waktu kurang dari 5 menit ia makan daging dengan lahap. EFT juga bisa menghilangkan kecanduan rokok atau penyakit lainnya.


 


Saran:


Dulu ilmu hypnosis dan ilmu akupunktur dianggap sebagai ilmu timur, ghaib, dan belum dianggap ilmiah oleh dunia medis. Faktanya kini hypnosis dan akupunktur dipakai dalam dunia kedokteran modern. Begitupun self healing seperti mind power, NLP, NAC, Hypnoteraphy EFT dll. Belum diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Seharusnya pemerintah segera membuka diri, bukan saja menggunakan ilmu ini dalam penyembuhan tapi mengajarkannya kepada masyarakat. Kami menjamin jika pemerintah terbuka dan mau mengikuti saran kami, BPJS tidak rugi sampai 9 Triliun. Tapi jika kita tidak peduli dan menanggap ini ilmu isapan jempol, bersiaplah BPJS bukan Cuma rugi 9 T tapi akan membangkrutkan negara ini.


 


ANAK SD INGIN IKUT PELATIHAN BERKALI-KALI.


Batam


Ketika kami memberikan preview pelatihan mind power, ada seorang anak  bersama orangtuanya ikut. Setelah selesai, si anak minta ikut sesi 2 yang sebenarnya sama yakni preview. Mengapa anak ini ingin melihat lagi, karena slide Alfateta tiap menit penuh dengan gambar dan film. Bahkan anak-anak pun tidak bosan melihat pelatihan kami.


 


Saran:


Kami sering menjadi naras umber yang disandingkan dengan pembicara dari pemerintah. Slide para pejabat tersebut sungguh sangat membosankan, penuh dengan tulisan dan membikin peserta ngantuk, bete dan pengen keluar ruangan. Saran kami, jika pemerintah ingin pelatihan atau seminarnya diikuti orang, maka mereka harus mengundang para motivator yang dapat menguasai materi dengan baik, mampu menggunakan multi media yang tidak membuat peserta bosan. Bayangkan apa yang terjadi jika semua materi kaku. Tentu seminar yang diselenggarakan pemerintah hanya buang uang dan waktu.


 


MENJADI SISWA TERBAIK SETELAH IKUT PELATIHAN ALFATETA.


Bekasi


Kami pernah diundang pelatihan di sebuah SD di Bekasi. Ibu yang mengundang kami berbicara di sekolah itu menceritakan, beberapa tahun lalu anaknya ikut pelatihan Alfateta. Setelah pulang dari pelatihan si anak melihat ibunya sedang nonton edutainment di TV. Si anak serta merta memarahi anaknya. Kemudian anaknya cerita bahwa acara edutainment akan merusak mindset. Dia menjelaskan apa yang kami jelaskan kepada ibunya. Tapi ibunya tidak mengerti. Lalu ibunya menelepon kami. Teori yang kami jelaskan rupanya dapat dipahami. Karena ibunya paham, akhirnya anak dan ibu tidak lagi nonton TV untuk acara chek n rechek, betis, silet, termehek-mehek dll. Ibu itu pun menjadi EO Alfateta. Ketika anaknya di SMP dia dengan bangga mengundang kami dan bercerita bahwa setelah ia dan anaknya tidak lagi nonton acara yang merusak di TV, anaknya menjadi siswi terbaik dan mendapatkan tawaran 2 beasiwa ke Mesir atau Malaysia.


 


Saran:


Pemerintah tidak bisa menyalahkan media massa atau stasiun televisi yang acaranya terbilang sangat negatif dan cenderung merusak mentalitas generasi mudah dan masyarakat. Hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah membentengi mindset atau pikiran khususnya para pelajar agar bisa menyikapi secara bijak acara semacam itu. Jika sebelum pelatihan para pelajar atau masyarakat membiarkan informasi buruk masuk ke pikiran bawah sadarnya melalui RAS (Reticulary Activation System), kini mereka bisa menghindarkannya. Sebagai mantan wartawan kami menyadari media memiliki efek domino (percontohan atau modelling), bahkan efek Unconscious collective. Ketika terjadi kasus bunuh diri, mutilasi, dll akan diikuti kejadian lainnya. Itu percontohan. Bagaimana dengan berita tabung gas meledak diikuti kejadian yang sama, kecelakaan pesawat diikuti peristiwa yang sama? Ini persoalan gelombang pikiran yang terkirim. Media massa dapat mengirimkan gelombang negatif yang mengakibatkan terjadi kasus yang sama di tempat lain.


 


PELATIHAN MIND POWER DAPAT MENCEGAH PEMOGAKAN DAN ANARKHISME.


Palembang


Pada saat kami bekerja di proyek pemasangan pipa gas PGN di daerah Sumsel, terjadi aksi penekanan oleh masyarakat setempat. Mereka minta dipekerjakan dan melakukan aksi gangguan terhadap proyek. Saat itu tekanan akan berubah menjadi aksi demo. Kami saran pada manajemen agar dilakukan pelatihan perubahan mindset kepada para pelajar di sekitar proyek. Awalnya manajemen menolak. Namun karena tekanan masyarakat semakin kuat bahkan disertai aksi demo. Manajemen setuju kami memberikan pelatihan. Sebelum pelatihan kami memberikan angket ke sekolah di sekitar proyek, apakah mereka mau pelatihan atau ceramah tentang AIDS, Narkoba atau Motivasi. Ternyata 100% minta motivasi. Kami memberikan motivasi di beberapa sekolah. Tekanan masyarakat dan demo berkurang.


Kami telah mengujicobakan Pancasila dan bela negara diajarkan di CV Vulkanin Jaya. Dan kami yakin Vulkanin Jaya yg dipimpin (alm) Robinson satu-satunya perusahaan swasta yang menempelkan butir-butir Pancasila di pabriknya, yang perusahaan negara, BUMN, bahkan instansi pemerintah sendiri tidak melakukannya. Sayang Pak Robinson meninggal dunia (5 Mei 2019). Impian kami menjadikan Vulkanin sebagai model oleh Presiden bagaimana sebuah perusahaan swasta menerapkan Pancasila belum jadi kenyataan. Di perusahaan ini kami mengajarkan pentingya rasa syukur, toleransi antar umat beragama, sedekah, nasionalisme dll.  Namun demikian, Alhamduillah Staf Presiden Bidang Pancasila Yudi Latief sempat meninjau pabrik CV Vulkanin Jaya. Kami bersama pemimpin perusahaan tersebut bapak Robinson tengah memperjuangkan agar apa yang kami lakukan di pabrik Vulkanin dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain. Namun sayang Bapak Robinson mitra kami tersebut meninggal dunia pada bulan April 2019 lalu sebelum cita-cita kami tercapai.  (Foto: Pelatihan motivasi, bela negara, Pancasila, untuk karyawan CV Vulkanin Jaya pimpinan (alm) Robinson.


 


Saran:


Pelatihan revolusi mental seharusnya diajarkan di seluruh masyarakat Indonesia yang tidak terjangkau pelatihan motivasi. Pelatihan semacam ini dapat menumbuhkan kesadaran bukan saja mengubah nasib, tapi juga kesadaran berbangsa dan bernegara.


 


PELATIHAN MIND POWER BISA MENGATASI MASALAH KETENAGAKERJAAN.


Kediri.


Di daerah di Kediri dan kami yakin di daerah lainnya,  untuk menjadi security atau Satpam pun dibutuhkan uang masuk.  Ini bukan rahasia umum, di Medan, dan di berbagai kota untuk masuk kerja dipercaya harus ada relasi dan uang, termasuk di perusahaan swasta.  Untuk itulah EO Alfateta di Kediri menyelenggarakan pelatihan Rahasia Dapat Pekerjaan Yang Diinginkan. Dengan pelatihan ini  diharapkan peserta jika lulus SMA atau SMK tahu cara melamar kerja yang benar. Karena 90% surat lamaran yang masuk layak masuk tempat sampah. Jika kita tidak bisa melamar dengan benar, maka sangat mungkin lamaran yang masuk akan sia-sia. Bagaimana cara mengalahkan lama kerja yang pendidikannya lebih tinggi atau pengalaman lebih banyak, cara memenangkan wawancara kerja dll.


 


Saran:


Untuk mengatasi pengangguran pemerintah perlu menggalakkan pelatihan Rahasia Meraih Pekerjaan yang diinginkan baik di sekolah formal maupun nonformal. Pelatihan ini bukan hanya bisa membuat lulusan sekolah menengah dan tinggi bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai tetapi juga dapat meningkatkan kualitas lulusan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi.


 


SEKOLAH MENGANGGAP PELATIH ALFATETA TUKANG SIHIR.


Tarakan.


Alfateta pernah diundang ibu-ibu Pemda Tarakan.  Selama di sana kami preview dan melatih di beberapa tempat. Ketika kami preview di sebuah sekolah SMP terkenal di Tarakan kami diminta untuk mendemokan apakah anak mereka bisa pintar setelah ikut pelatihan Alfateta. Saat itu kami minta anak yang agak lemah dalam menghapal. Tanpa cara, anak itu hanya bisa menghapal 3 kata dari 10 kata yang kami berikan. Tapi ketika kami berikan caranya, ia bisa menghapal 10 kata. Apa kata guru mereka? Kami tukang sihir dan telah menghipnotis anak mereka.  Ini menunjukkan bahkan sekolah terkenal pun tidak tahu apalagi menerapkan ilmu mind power di sekolahnya.


 


Saran:


Pemerintah seharusnya cepat menyadari bahwa begitu banyak ilmu Teknik mendidik yang sudah maju. NLP, NAC, Hipnoteraphy, Mind Power adalah ilmu-ilmu yang menggantikan banyak guru dalam meningkatkan prestasi pelajar. Banyak guru yang menolak ilmu mind mapping, super memory, baca cepat, minid power, hypnotic student semata-mata karena di sekolah tidak ada kurikulumnya.


Kami pernah diminta untuk presentasi di depan 50 Kepala Sekolah SMA di Jakarta Barat tentang ilmu mindset dan mind power. Saat preview seorang kepala sekolah mengelu, ilmu apa yang kami ajarkan dan  bagaimana mungkin mindset anak didik mereka bisa diubah dalam waktu hanya 1 hari, sedangkan dia sudah 20 tahun menjadi kepala sekolah gak yakin bisa mengubah pola pikir muridnya.  Jawaban kami sederhana, “JIka bapak tidak yakin, bagaiman mungkin mindset anak bapak bisa diubah”. Ini sama dengan pertanyaan seorang mahasiswa STAIN Kediri. “Pak saya merasa pikiran saya lemot, sulit menangkap pelajaran, dll. Bagaimana cara menyembuhkannya?”  Jawaban kami sederhana, “Tidak bisa!” Karena Anda yakin pikiran Anda lemot. Kami katakana salah satu cara kerja pikiran. Salah satunya bekerja seperti Jin. Apa yang Anda minta itu yang dikabulkan. Anda mengatakan pikiran Anda lemot, berarti Anda meminta pikiran Anda lemot. Itulah sebabnya mengapa ilmu pikiran perlu Anda pelajari. Inilah kondisi yang terjadi di masyarakat kita, rakyat kita berpikir tidak bisa, tidak sanggup, tidak mungkin… maka itulah yang terjadi. Penyembuhannya sebenarnya sangat gampang. Pahamkan masyarakat akan cara kerja pikiran. Mereka bukan saja tidak mau berpikir negatif lagi, tapi tidak berani bahkan berpikir negatif.


 


PENDAMPING DESA TAK TERBERDAYAKAN.


Bima dan Lombok Timur


Ketika kami memberikan pelatihan Membaca Cepat di  Bima NTB, kami berkesempatan melakukan pengenalan Alateta kepada para pendamping desa. Kami menawarkan para pendamping desa bersedia menjadi pelatih Alfateta. Kami ingin para pelajar di Lombok mengenal mind power, cara mengubah mindset, mengetahui Teknik meraih nilai A, Brain Map, dan Super Memory. Para pendamping desa sangat antusias. Karena ini bukan tugas dan tanggung jawab mereka maka kami minta syarat pemerintah pusat maupun daerah memberikan dukungan. Walau para pendamping desa akan memperjuangkan, namun karena sifat kebijakan pemerintah top down, apa yang kami harapkan tidak terjadi di Lombok. Andaikata pemerintah mendukung, maka kami akan membantu pemerintah. Namun sampai kami kembali ke Jakarta, tidaka da dukungan pemerintah pusat maupun daerah. Bagaimana mungkin daerah bisa maju? Hal yang sama terjadi di Lombok Timur, kami sempat mengajak Gerakan Masyarakat Cerdas dan Sehat untuk bergabung bersama kami jadi pelatih. Kami ingin pendamping desa mencari kesalahan aparat desa, mencari anak yang putus sekolah, membantu sekolah yang rusak, tapi terjun langsung ke masyrakt memberikan pelatihan bagi seluruh pelajar di desa. Para pelatih pendamping desa, Gerakan Masyarakt Cerdas dan Sehat, PKK, Karang Taruna di Lombok dan Bima dan seluruh Indonesia mengatakan kegiatan yang dilakukan pemerintah untuk mereka nyaris tidak banyak manfaat. Pendapat para pelatih desa, sebenarnya pelatihan Alfateta sangat bermanfaat bila saja pemerintah memberi dukungan. Pada saat kami di sana, dari kementerian desa propinsi dan pusat, sempat melihat namun seperti tak mampu berbuat banyak. Saat kami katakan biar kami yang presentasi ke kementerian Desa Tertinggal, mereka seperti tidak mau membantu, bahkan menunjukkan siapa yang harus kami hubungi di kementerian pusat. Semangat saat kami memberikan pelatihan di desa, tapi ketika di Jakarta melempem.


 


Saran:


Daripada uang pemerintah dihambur2kan untuk membayar Pendamping Desa, Gerakan Masayrakat Cerdas dan Sehat, PKK dll, alangkah baiknya mereka juga dibebankan tanggung jawab untuk memberikan pelatihan revolusi mental untuk rakyat. Mereka juga diberikan kegiatan yang bermanfaat untuk membantu pelajar di desa-desa menjadi cerdas.


 



Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP