PENANGGULANAN DARURAT BACA BUKU

Kepada Yth.
Seluruh Seminar Event
Para Kepala Sekolah
Para Pemilik Yayasan
di Seluruh Indonesia

Hal: Penanggulangan Darurat Baca Buku dengan SSR


Dengan hormat,
Saat ini Indonesia dalam kondisi Darurat Baca Buku. UNESCO menyatakan kita sebagai negara paling malas baca di dunia, padahal kita negara pemilik perpustakaan No. 2 terbanyak di dunia. Menurut kami ada kesalahan program literasi yang dilakukan pemerintah, yakni memperbanyak perpustakaan tapi tidak menggalakkan seminar/workshop/pelatihan SSR (Super Speed Reading) atau Baca Sangat Cepat. Masyarakat kita disuruh baca, tapi tidak diajarkan car abaca buku yang benar, cepat tapi berkualitas.
Dari pengalaman kami memberikan pelatihan SSR, kami memastikan rendahnya minat baca buku di Indonesia bukan tidak ada buku atau buku mahal, tapi kecepatan membaca kita sangat rendah. Rendahnya kecepatan membaca ini sangat berhubungan dengan rendahnya minat baca. Karena itu jika bangsa ini ingin berubah dan ingin meningkatkan mutu SDM untuk menghadapi Era Industri 4.0/5.0 tidak ada cara yang sangat efektif kecuali membaca buku dan menggalakkan workshop SSR.


Fakta menunjukkan kecepatan membaca para guru dan dosen hampir sama dengan kecepatan membaca pelajar SD yakni sekitar 200 kpm (kata per menit). Ini sebabnya mengapa ketika negara Asean sudah mampu membaca 5 buku per tahun, kita 1 buku pun tidak. Ketika minat baca Asean naik menjadi 50% kita masih 0,0001%. Kami telah berupaya menyurati presiden, perpustakaan nasional, bahkan bagian peningkatan minat baca di perpustakaan nasional untuk bekerjasama berupaya meningkatkan minat dan kecepatan baca buku, tapi belum ada respon.


Karena itu, demi missi kami Indonesian Dream (terciptanya masyarakat yang Cerdas, Mandiri, Sejahtera, dan Berakhlak) tanpa menunggu dukungan pemerintah, kami menawarkan kepada bapak/ibu para pengelola seminar event,  kepala sekolah, pemilik yayasan, para donator, CSR perusahaan untuk menyelenggarakan Workshop atau pelatihan SSR (Super Speed Reading) di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kecepatan membaca para pelajar, guru, dosen, dan masyarakat


Berapa biayanya? Kami menetapkan investasi karena lembaga dan trainer kami harus tetap eksis. Belum ada lembaga sosial atau donator yang membantu usaha kami mencerdaskan bangsa. Karena pelatihan SSR ini harus kita lakukan dengan swakarsa, swadana, dan swadana. Biaya pelatihan SSR ini minimal  Rp 1.500.000 juta bahkan Rp 3.500.000/orang. Namun karena Indonesia dalam kondisi Darurat Baca Buku Alfateta memberi kesempatan kepada lembaga pendidikan mana pun yang ingin menyelenggarakan pelatihan SSR selama bulan Maret dan April 2020 kami berikan biaya investasi yang sangat rendah yakni hanya Rp 1.000.000/jam  untuk 100 anak. Biaya ini tidak termasuk biaya jasa EO, sewa tempat, dan transportasi pelatih yang diperkirakan akan menjadi Rp 2.000.000/jam atau lebih. Jika waktu  yang dibutuhkan 4 jam, total Rp 8.000.000. Atau jika dibagi 100 peserta, tetap biaya sangat rendah terjangkau (Rp 80.000) per peserta. Ini sangat jauh dibandingkan biaya pelatihan semacam ini minimal Rp 1.500.000.


Jumlah peserta 100 kami perbolehkan untuk meminimalkan biaya. Namun akan sangat efektif jika peserta pelatihan dibatasi 50 orang. Ini akan mampu meningkatkan minat dan kecepatan pembaca peserta didik dari 200 kpm menjadi 500 kpm (atau ini sama dengan rekor pembaca tercepat di dunia). Jika waktu pelatihan total 7 jam dan peserta maksimal 50 orang, maka kami garansi peserta mampu membaca minimal 1-3 buku sehari (atau sampai 800-1000 kpm. Dan menyelesaikan 1 buku pelajarannya dalam waktu  hanya 1 hari.
Biaya promo ini hanya kami berikan untuk 20 lembaga (20 hari) selama bulan Maret April, baik sekolah, kursus, kampus. Tidak berlaku untuk instansi pemerintah maupun swasta.  


Biaya Rp 1.000.000/jam  adalah penerimaan bersih yang diterima oleh trainer kami di luar transport, akomodasi dan konsumsi dari domisili kami di Jakarta ke daerah pengundang.  


Kami sisihkan 2 dari 20 pelatihan yang kami selenggarakan diberikan dalam bentuk sedekah bekerjasama dengan donator. Pelatihan diberikan kepada anak-anak terlantar, anak jalanan, panti asuhan, fakir miskin, dan para pelajar tidak mampu. Untuk ini kami membutuhkan kerjasama dari para donator untuk membiayai penyelenggaraan acara termasuk  membantu biaya perjalanan, akomodasi, dan konsumsi  trainer kami sejak pemberangkatan sampai kembali ke Jakarta. Menyumbangkan ilmu pengetahuan yang bermanfaat adalah amal Zariah.


*Kesempatan ini kami berikan kepada 20 lembaga pertama yang mengajukan permohonan bulan Maret 2020, pelaksanaan Maret-April 2020. Jika minat bangsa ini sangat tinggi untuk berubah melalui kegiatan membaca maka kami akan memperpanjang bakti sosial kami ini.

Salam

Bambang Prakuso
Pendiri/CEO/Pelatih Utama
Alfateta Indonesia Mind Power Academy
HP 081380642200.
Email: bambangprakuso@gmail.com

Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP