MY DREAM BOOK EFFECT

Kamis, 04 Januari 2018 oleh Admin BUKU ALFATETA
MY DREAM BOOK EFFECT

MY DREAM BOOK EFFECT

THE MY DREAM BOOK EFFECT


img-1526952144.jpg

Buku ke 36 saya, My Dream sangat menyiksa saya. Buku ini memiliki banyak formulir yang harus saya isi setiap hari.
Sebagai penulis dan pelatih psikomagnetik saya paham betul akibatnya jika saya mengisi formulir yang ada didalamnya. Intuisi saya tak kenal waktu mengganggu saya. Dia meminta segera saya tuliskan ide besar yang terlintas di pikiran saya. Kl siang hari tidak mengapa, tapi umumnya intuisi saya membagunkan saya di tengah malam atau dini hari.
Seperti anak balita yang rewel minta susu, ia akan membuat saya tidak bisa tidur sebelum saya mencatat ide yang muncul di pikiran saya. Sepertinya intuisi saya tak membolehkan saya menunda menangkap ide tersebut. Kalau saya menunda ia akan membuat saya tidak bisa tidur.
Saya beberapa kali lupa menaruh buku My Dream dan menaruh alat rekam di ruang tidur. Alat rekam dan buku My Dream ada di ruang depan. Saya malas mengambil alat rekam walau saya tahu ide itu sangat luar biasa. Intusi rewel, tak mengizinkan saya tidur.
Tadi malam, semalaman saya tidak tidur. Intuisi saya berisik minta ide di kepala segera direkam. Saya coba melawan, tapi tetap tak bisa tidur. Sampai hampir sahur saya tak bisa tidur.
Saya pun terpaksa ambil alat rekam, merekam ide luar biasa yang memang ada di kepala saya. Total 5 menitan. Baru rasa kantuk muncul, tapi telat sudah mau sahur.
Praktis satu malam saya g bisa tidur. Itulah risiko memiliki buku My Dream. Intuisi benar-benar rewel persis bayi yang minta susu di malam hari.
Tapi syukurlah hari ini ada ide besar dan brilian yang akan saya umumkan kepada mitra dan anggota Alfateta, Pasukan Monas (Pasukan Penggerak Motivator Nasional) dan adiknya Triyana..
Tx My Dream Book.


Jakarta, Selasa 22 Mei 2018.


  • Artikel Terkait

Belum Ada Komentar