MENGAPA ALFATETA GUNAKAN SISTEM JARINGAN

Minggu, 30 September 2018 oleh Admin ALFATETAKU
MENGAPA ALFATETA GUNAKAN SISTEM JARINGAN

MENGAPA ALFATETA GUNAKAN SISTEM JARINGAN

  1. Uang sebagai dorongan belajar. Masyarakat kita dalam kondisi sulit. Harus bekerja keras. Uang adalah sumber kesejahteraan. Karena itu banyak orang Indonesia yang lebih fokus cari uang daripada mengasah otaknya agar dapat meraih uang lebih cepat. Karena itu, imbalan uang untuk memotivasi bangsa kita belajar masih diperlukan. Perhatikan tindakan pemerintah, menyelenggarkan seminar atau pelatihan, pesertanya dibayar bukan membayar. Di satu sisi cara ini membuat orang mau belajar, tapi di sisi lain merusak mentalitas belajar bangsa kita.
  2. Membantu Mereka yang Minim Dana. Faktor kedua yang membuat masyarakat kita belajar adalah rendahnya pendapatan. Jangankan untuk belajar sebagian orang untuk makan pun susah. Setiap orang Indonesia menyadari pentingnya punya usaha, dan setiap usaha butuh modal. Modal di Alfateta untuk membeli modul dan memulai bisnis bisa dimulai dengan Rp 100 ribu saja. Dengan demikian dengan Rp 100 ribu orang bisa mempelajari seluruh ilmu yang ada di Alfateta. Guru PAUD di beberapa daerah Jawa Barat yang kami latih membayar pelatihan kami Rp 50.000 walaupun gaji mereka hanya Rp 100 ribu. Ini menunjukkan kesadaran untk belajar sudah tinggi. Sayang pemerintah belum punya cara bagaimana menciptakan pelatihan massal dengan biaya murah. Alfateta memiliki idenya. Kami yakin pemerintah bijak jika banyak usaha tidak direkomendasi pemerintah karena tidak ada izin MLM dll, maka jika hal yang sama dilakukan pemerintah terhadap Alfateta, maka sama dengan pemerintah membunuh rakyatnya sendiri. Mereka tidak bisa beri solusi tapi menghancurkan. Tapi kami yakin jika pemerintah mengikuti pelatihan ini, mereka akan memberi dukungan moril maupun materil. Kita tidak berharap dukungan pemerintah saat ini karena masih kecil. Tapi jika sudah besar, kita mudah mendapatkan dukungan.
  3. Percepatan Jumlah Pembelajar. Alfateta sudah 10 tahun mendirikan Alfateta, dan 15 tahun sebelumnya mendirikan Lemjuri, yang keduanya bergerak di bidang pelatihan. Total seluruh alumni kami sekitar 20.000an. Ini terlalu lama. Dengan system MLM (multi level marketing) atau jaringan, kita bisa melipatgandakan alumin bisa ratusan atau ribuan kali lipat. Produk baru dan asal saja jika dijual dengan MLM bisa terkenal dalam waktu cepat terkenal dan tersebar keseluruh Indonesia. Yang penting bagi kita bukan uangnya, tapi adalah jumlah pembelajar akan tumbuh sangat cepat. Hanya dengan membuka wawasan bangsa kita, maka negara kita bisa mengatasi permasalahan bangsa termasuk kemiskinan, korupsi, pengangguran, kriminalitas, dll. Hanya dengan meningkatkan jumlah pembelajar kita bisa berpikir sejajar dengan bangsa maju di dunia.
  4. Menumbuhkan mental kewirausahaan. Pemberian BLT, raskin dll adalah wujud kesalahan berpikir pemerintah. Berapa pun uang diberikan akan habis saat itu juga. Ini adalah pola pengurangan angka kemiskinan yang semu. Uang Rp 100 ribu akan menjadi berarti bila dibayarkan mengikuti pelatihan Alfateta. Wawasan mereka akan terbuka, jiwa kewirausahaan akan tumbuh. Selain Alfateta memberikan peltihan mindset kewirausahaan dan rahasia dapat modal tanpa jaminan, Alfateta juga menyediakan bisnis di mana peserta pelatihan dapat mengajak peserta pelatihan baru.
  5. Remaja dan Ibu RT bisa Berbisnis. Kurwa ALFATETAKU akan bisa membuat seorang ibu atau anak remaja yang tidak bisa banyak keluar rumah berbisnis menghasilkan uang jutaan, puluhan juta atau ratusan juta. Semua bisa dilakukan dari rumah dengan menggunakan WA dan media sosial lainhya. Banyak ibu rumah tangga dan remaja menguasai Medsos. Jika pun tidak Alfateta mengajarkan banyak ilmu internet dan medsos marketing.
  6. Cepat Tercipta Trainer di Daerah. Cita-cita Indonesian Dream hanya akan dapat terjadi jika di tiap kabupaten/kota minimal ada 2 trainer dan 2 EO. Mereka ini adalah pasukan darat yang akan memberikan pelatihan offline ke masyarakat khususnya para pelajar untuk perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran.
  7. Sudah 2 tahun Gerakan Sejuta Motivator kami luncurkan tapi hasilnya kurang memuaskan. Program Kurwa ALFATETAKU, diharapkan bisa menyegerakan penciptaan trainer Alfateta dan EO Alfateta di daerah. Cara paling cepat adalah lewat penciptaan jaringan.
  8. Menyegerakan Indonesian Dream. Melalui serangan udara pelatihan jarak jauh, dan serangkan darat penciptaan pelatih 2 orang di tiap kabupaten/kota maka Indonesian Dream (terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri, sejahtera, dan berakhlak) segera dapat kita lakukan dengan swadaya, swakarsa, swadana. Kita tidak bisa berharap banyak pada pemerintah dan masyarakat untuk ini. Kita yang harus kreatif melakukan revolusi mental. Revolusi mental untuk rakyat dari rakyat.

    img-1538321666.jpg

img-1538321774.jpg

  • Artikel Terkait

Belum Ada Komentar