MEMBACA SANGAT CEPAT MARET 2019

Kamis, 07 Februari 2019 oleh Admin PELATIHAN ALFATETA
MEMBACA SANGAT CEPAT MARET 2019

MEMBACA SANGAT CEPAT MARET 2019

PELATIHAN BACA SANGAT CEPAT

SUPER SPEED READING

(GABUNGAN SEMUA TEKNIK MEMBACA CEPAT)


 

img-1549641026.jpg


*APA ITU PELATIHAN

BACA SANGAT CEPAT?*

Membaca Sangat Cepat (Super Speed Reading) adalah sebuah teknik membaca yang dapat membuat kemampuan membaca kita naik minimal 400%, atau dari rata-rata 200 kpm menjadi 800 kpm (kata per menit).


Kemampuan Baca Orang Dewasa Indonesia = Pelajar SD

Tahukah Anda bahwa kemampuan membaca 150 sd 200 kpm sama dengan kemampuan membaca murid SD. Jadi sesungguhnya kecepatan membaca kita tidak pernah naik dari tahun ke tahun. Apalagi setelah ada gawai (gadget) kita bahkan tidak lagi pernah membaca buku. Ini sangat berbahaya bagi diri kita sendiri dan anak-anak kita.


Kita Bisa Membaca Lebih Cepat dari Pembaca Tercepat

Tahukah Anda kecepatan membaca pembaca tercepat di dunia yang pernah ada adalah 500 kpm (Indira Gandhi, Jhon F. Kennedy). Jadi jika kita bisa meningkatkan membaca kita sampai 400% atau 800 kpm. Wow tentu Anda akan menjadi luar biasa. Itu sebabnya mengapa biaya pelatihan ini relatif sangat mahal. Bisa mencapai Rp 3,5 juta untuk pelatihan 2 hari.

Dalam membaca cepat yang diajarkan oleh Bambang Prakuso Alfateta, Anda tidak hanya bisa membaca cepat, tapi juga mengingat dan mempresentasikannya dengan cepat. Sehingga sangat cocok untuk para pelajar, mahasiswa, guru, dosen, dan mereka yang bergerak di bidang komunikasi, public speaking, penulis dll.

Kami sangat merekomendasikan pelatihan BACA SANGAT CEPAT ini diikuti oleh Anda dan keluarga Anda.  Jangan sampai gawai menguasai kita dan kita tidak lagi jadi pembaca buku. Padahal buku adalah cara paling cepat membuat kita cerdas, mandiri, sejahtera, dan berakhlak. Anda harus memaksa diri Anda dan keluarga Anda ikut pelatihan ini. Jika tidak belum tentu ada kesempatan lagi ada public training yang biayanya sangat murah dibandingkan dengan privat.

Pelatihan Baca Sangat Cepat adalah pelatihan mengenai bagaimana caranya Anda bisa membaca dengan cepat, termasuk mengingat dan mempresentasikannya.



VIDEO PELATIHAN


APA DAN BAGAIMANA MEMBACA CEPAT:

;t=0s&index=3&list=PLcOJr3XeUNfoVT6iTPM8o6ZS1QEfFkbks;t=0s&index=3&list=PLcOJr3XeUNfoVT6iTPM8o6ZS1QEfFkbks">


PELATIHAN BACA SANGAT CEPAT

https://youtu.be/R8fVOF-cnAM?list=PLcOJr3XeUNfoVT6iTPM8o6ZS1QEfFkbks

*KAPAN (WHEN)?* img-1549640828.jpg


*Hari/Tgl:*


Kamis, 7 Maret  2019


*Waktu* :

Pkl 09.00 -17.00 WIB


img-1549640893.jpg

*DI MANA (WHERE)?*


*Tempat*:

Rivoli Hotel Jl. Kramat Raya No.41, Senen Jakarta Pusat

(Jka ada perubahan tempat kami akan menelpon peserta yang mendaftar saja, yang tidak mendaftar harap hubungi kami di 081380642200)



 *SIAPA (WHO)*

img-1549641150.jpg


PELATIH:

Bambang prakuso, BSM


1. Pendiri, Pemimpin, dan Pelatih Utama Alfateta Indonesia*.

2. Pendiri Gerbaku 11 (Gerakan Baca Buku 1 Bulan 1)

3. Pendiri Germental (Gerakan Revolusi Mental)

4. Pendiri Gersemot (Gerakan Sejuta Motivator)

5. Motivator)Direktur Pelatihan Yayasan Rehabilitasi Penyalah Guna Narkoga TENAR.

6. Telah menulis 36 judul buku,

7. Penyusun 100 modul pelatihan Kelas Dekat.

8. Penyusun dan penghimpun ratusan modul Kelas Jauh

9. Telah melatih puluhan ribu orang dari Aceh sampai Papua.

10. Dengan pengetahuan ini ia mampu membaca 10 buku dalam waktu setengah hari.

11. Pemenang Lomba Karya Tulis Tingkat Kabupaten, Kotamadya, Propinsi, Nasional

12. Pendiri Alfatetaku (Program Belajar Gratis, Dapat Uang, dan Program Trainer).


img-1549640683.jpg

PESERTA:


1 Para pelajar dan mahasiswa

2. Para guru, dosen, cendekiawan

3. Para pegawai, karyawan suvervisor, manajer, dan direktur

4. Siapa pun yang di pekerjaannya dituntut untuk bisa membaca cepat




*MENGAPA PELATIHAN INI SANGAT PERLU BAGI ANDA DAN BANGSA?*


Tahukah Anda perbandingan minat baca dan kecepatan membaca bangsa kita dengan bangsa Asean dan bangsa lain di dunia?

Kita bangsa paling malas baca buku di dunia. Bandingkan dengan Asean saja kita jauh. Mereka sudah mampu baca rata-rats 5 buku sehari. Kita 1 pun tidak. Sementara Jepang 13 buku setahun, Eropa 22 buku/tahun.

Ayo mari kita berubah! Kalahkan record baca Eropa dengan kemampuan baca minimal 2 buku/bulan.


img-1549641217.jpg


img-1549641235.jpg

Kita adalah pengguna internet No.6 terbesar di Indonesia:

img-1549641253.jpg

Apakah digunakan untuk membaca ebook? Tidak. Digunakan untuk menonton video, dengarkan musik, main game, chating, main media sosial. Sedikit sekali yang menggunakannya untuk belajar.

img-1549641313.jpg

Di atas foto di luar negeri, khususnya di negara-negara Eropa di Indonesia? Sekarang lihatlah fakta. Naik ke comuter line atau bis kota. Ada kah yang membaca buku? Tidak. Nyarus 100% main gawai. Bagaimana nasib bangsa kita di masa depan? Akan jadi generasi HOAX.



KEKURANGAN MEMBACA MENGAKIBATKAN

PERSAMALAHAN PADA DIRI SENDIRI DAN BANGSA:


img-1549641818.jpg



*PENTINGNYA BACA CEPAT*


Di zaman luber informasi ini, *kemampuan membaca cepat sangat diperlukan.* 

Dengan kemampuan *Baca Sangat Cepat*, kita akan menjadi jauh lebih cerdas. 

Dengan kecerdasan Anda mampu meraih apa pun yang kita impikan

Membaca buku adalah kunci memahami sebuah ilmu secara komprehensif.* Hanya dengan banyak membaca buku kita tahu mindset kita yang salah.


MANFAAT MEMBACA CEPAT


  • Hanya dengan banyak membaca buku kita bisa menjadi cerdas, mandiri, sejahtera, dan memiliki ahklak mulia.

  • Buku adalah kumpulan pemikiran, pengalaman, pelajaran yang dibahas tuntas yang dibuat oleh seorang ahlinya. Membaca buku memotong waktu puluhan tahun karena kita menarik inti sari dari pengalaman terbaik dari seseorang, sehingga kita tidak melakukan kesalahan yang sama sebagaimana yang dilakukan penulis selama bertahun-tahun.


  • Membaca Buku jauh lebih baik daripada ebook, karena buku memiliki keunggulan, lebih mudah diingat, tidak merusak mata akibat radiasi HP, mudah dan cepat manakala kita membutuhkan informasi, buku tidak tergantung baterei, dan buku bisa kita coret, beri warna, catatan dll yang membuat apa yang kita baca lebih mudah masuk dalam bawah sadar kita.

  • Buku dapat disimpan dan mudah ditemukan kapanpun kita butuh. Tidak demikian halnya dengan ebook. Banyak orang mengatakan bahwa peran buku telah digantikan oleh ebook. Bohong jika orang rajin membaca ebook. Mungkin benar bisa disimpan di gawai, tapi apakah itu dibaca. Umumnya tidak. Mendapatkan ebook lebih mudah, tapi membacanya tak semudah dibayangkan. Sekalipun Yahudi negara modern, minat baca buku tetap tinggi.



 *APA YANG DAPATKAN DARI PELATIHAN INI?*

  • Meningkatkan kemampuan membaca Anda minimal 200% sampai 400%, atau sama dengan mampu membaca 2 jam 1 buku setebal 100-200 halaman.

  • Anda bukan hanya bisa membaca cepat, tapi juga bisa mengingat, dan mempresentasikannya setelah selesai membaca 1 buku

  • Menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca

  • Anda tidak hanya mampu baca cepat,  tapi juga bisa memahami, mengingat bahkan mempresentasikan apa yang Anda baca.


img-1549640415.jpg


*MENGAPA BISA?*


Karena ini era "otak." Kita baru gunakan 0,0001% dari potensi otak kita. Penemuan terbesar abad ini  adalah kemampuan manusia membangkitkan bawah sadarnya. Salah satunya  membaca 1 hari 5 buku, bahkan 1 detik 2 halaman.


img-1549640488.jpg

KURIKULUM


1. Kesalahan yang membuat kita lamban membaca

2. Manfaat luar biasa dari kemampuan Baca Sangat Cepat

3. Metode skiming

4. Metode Scaning

5. Metode Menginat dan Memahami dengan Cepat

5. Metode Photographi Reading

7. Pengetahuan Dasar Menulis Buku dengan Cepat

8. Membangkitkan kebiasaan membaca (Reading Habit)

9. Mengatasi Gangguan dalam Membaca

10. Menggunakan Teknologi Gawai dalam Membantu Baca Sangat Cepat

11. Membaca Cepat Berbagai Jenis Buku (fiksi, buku pelajaran, buku Ilmiah, Buku Motivasi, dll)

12. Membaca dengan menggunakan Metode Double Mind Power




100% PRAKTEK


  • Teori itu penting, praktek juga penting. Tanpa teori kita tidak punya dasar berpikir. Jika dengan teori, dibutuhkan waktu 2 bahkan 3 hari untuk mempelajari Baca Sangat Cepat. Bagaimana agar kita bisa mempelajari Baca Sangat Cepat dalam 1 Hari dan teori tetap didapatkan utuh? Ini solusinya:


    Bagi yang telah mendaftar dan membayar penuh, kami kirim video teori tentang Baca Sangat Cepat. Anda wajib mempelajari teori ini sebelum kita mulai seminar. Jadi begitu di tempat seminar, kita tidak akan belajar teori lagi, tapi langsung praktek. Sehingga pada akhir sesi, minimal Anda sudah bisa baca 1 buku setebal apa pun, dan mampu mengingat serta mempraktekkannya.


Peserta wajib membawa:

1. Minimal 5 buku yang sangat ingin Anda baca dalam sehari.

2. Text liner atau stabilo bos minimal 1 warna

3. Membawa Gawai atau gadget sangat disarankan.




 *TERBATAS*


  • Untuk efektivitas pelatihan, kami membatasi jumlah peserta hanya 30 orang/angkatan. Jika lebih dari 30 orang, maka pelatihan diselenggarakan lagi pada waktu yang ditentukan peserta di kantor Alfateta/Yayasan Tenar  di Jl. Kalibata Timur I No. 17. Peserta hanya dikenakan biaya tempat dan konsumsi, Rp 200.000 (bagi yang ingin mengikuti penambahan waktu).

  • Peserta wajib mengisi formulir baik difoto dan dikirim via WA www.bit.ly/2GAW4Tb.



img-1549636290.jpg

*BONUS SENILAI RP 1.000.000 

DALAM BENTUK*


  • e-makalah MEMBACA SANGAT
  • Buku PANDUAN dan LATIHAN MEMBACA SANGAT CEPAT
  • Gelang Power Ranger
  • Poster untuk Konsistensi Membaca
  • Free Membership Alfatetaku PPD (Paket Pelatihan Dasar) berisi pelatihan Medsos Marketing untuk program Alfatetaku.
  • Free PPU Cara Raih Nilai A (berisi pelajaran Cara Raih Nilai A dan Mind Map)
  • Free PPP Cara Melejitkan Prestasi Siswa
  • Buku Alfatetaku (Program Belajar Gratis Dapat Uang)
  • Katalog Pelatihan Alfateta
  • Mendapatkan hak bisnis untuk mengajak orang lain belajar dengan reward belajar gratis, dapat uang, dan jadi trainer Alfateta. Program ini akan dijelaskan dalam waktu 15 menit sebelum atau sesudah atau di sela sela pelatihan Baca Sangat Cepat.
  • Sertifikat



*DISEDIAKAN*


Makan siang

Cofee Break


*Untuk di luar Jabodetabek, jika ada 20 orang berminat kami akan adakan dengan biaya yang sama.*

img-1549636551.jpg


MENGULANG GRATIS


  1. Jika  kecepatan baca  Anda *tidak naik* dari umumnya 250 kpm (kata per menit) menjadi minimal 500 kpm. Fakta sebagian besar peserta bisa mencapai *2000 kpm (800%).*

  2. Itu artinya Anda bisa membaca minimal 2 buku dalam 1 hari atau 1buku/1 jam @150 halaman. Dan anda bisa mempresentasikannya.  Jika menyediakan waktu penuh, pelatih mampu membaca sampai 25 buku perhari. Itu = kemampuan membaca orang Eropa 1 tahun.


    GARANSI TIDAK BERLAKU JIKA MASALAHNYA KARENA ANDA MEMANG MALAS MEMBACA.

    ANDA TIDAK MENJALANKAN INSTRUKSI DAN BIMBINGAN KAMI.
    img-1549636609.jpg


*BERAPA INVESTASI?*


1. Pembayaran bulan Februari Rp 1.000.000,-


2. Pembayaran bulan Maret  Rp 1.250.000


3. Pembayaran saat acara (on the spot) Rp 1.500.000


img-1549636668.jpg


DISCOUNT KHUSUS  DARI BIAYA DI ATAS:


  • Pelajar SD, SMP, SMA, Mahasiswa (30%)
  • Pasca Sarjana (20%)
  • Member Alfatetaku (20%)
  • Alumni Alfateta dengan menyebut pelatihan/ waktu pelatihan (20%)


(Discount tidak dapat digabungkan jika Anda memenuhi lebihd ari 1 kriteria penerima discount)


img-1549636733.jpg


*INFORMASI & PENDAFTARAN*

BILA BUTUH INFORMASI:

Bisa hubungi:

BAMBANG PRAKUSO 087775477733

atau

DIAH MUSTIKASARI 083894948700

Untuk pendaftaran via WHATSHAPP


img-1549853470.jpg

Klik:

https://bit.ly/2GAW4Tb

atau WA 08777547677733

EMAIL: bambangprakuso@gmail.com


img-1549636876.jpg

PEMBAYARAN TRANSFER VIA BCA ATAU BRI:

Ke rekening

* BCA 3191903062*  a.n. Bambang Prakuso

* BRI 7228-01-020191-53-9 a.n. Bambang Prakuso


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

img-1549636980.jpg




*FORMULIR KEPESERTAAN WORKSHOP*


*BACA SANGAT CEPAT.*


Pendaftaran wajib melalui website Alfatetaku yang kode referalnya di dapat diminta kepada sponsor yang memperkenalkan program ini atau  orang yang menginformasikan pelatihan ini. Pendaftaran bisa dimulai dari sekarang atau pada saat pelatihan. Untuk yang mendaftar sebelum acara mintalah link dari sponsor atau orang yang menginfokan pelatihan ini. Isilah pilihan PPD (Paket Pelatihan Dasar). Ini adalah paket member dasar.

Waktu:     Hari..............................Tgl................ Bulan ..............................2019.

User Name SPONSOR: .............................

User Name ANDA: ........................................


*Data Anda:*

Nama          : ..............................................................................................

Pekerjaan    : ...............................................................................................

Domisili        : ..............................................................................................

No.HP/WA    : .............................................................................................

email             


Pembayaran Tanggal....... bulan..... tahun       : Rp ...................................... Discount (jika ada). Pembayaran Rp ......................................... ditransfer via bank  : ................................................  Pada        : Hari.................../Tgl ................../ jam.............



*Catatan:*


Anda boleh mendaftar sekalipun belum membayar. Namun pembayaran harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Jika lewat maka Anda akan dikenakan biaya sesuai bagtas waktu tanggal.

Perubahan tempat acara jika terjadi, akan diberitahukan via SMS atau W

Kuitansi dapat diambil saat acara.

Jika dari suatu daerah di luar Jabodetabek ada 20 orang, kami akan mengadakan di kota tersebut. Silakan daftar di www.bit.ly/2GAW4Tb





img-1549637051.jpg


PERALAAN YANG PERLU DIBAWA

img-1549637174.jpg


MENGUKUR KECEPATAN MEMBACA ANDA



Inginkah Anda mengetahui berapa kecepatan membaca Anda. Jika kecepatan membaca Anda di bawah 300 kpm, kami sarankan Anda untuk ikut pelatihan ini. Tetapi jika di atas itu, Anda boleh pertimbangkan ulang, apakah perlu mengikuti pelatihan ini.

Caranya adalah sbb:

Silakan Anda mengikuti test untuk mengetahui kecepatan membaca Anda. Caranya sbb:

Jangan baca dulu tulisan di bawah ini. Sebelum membaca Anda harus persiapkan sbb: Ambil jam atau HP yg ada stop watchnya. Di HP ada.

  1. Begitu stop wath mulai. Mulailah membaca. Ingat membaca dengan mahami ya. Karena setelah selesai membaca anda harus menjelaskan apa isi dari tulisan tsbt.
  2. Setelah selesai, lihat stop watch. Berapa menit dan detik waktu  yg anda perlukan untuk membaca artikel di bawah ini.
  3. Setelah selesai membaca, jangan membaca ulang.
  4. Beritahu jumlah menit dan detiknya ke saya di 087775477733. Saya akan beritahu kecepatan membaca Anda.
  5. Bagi calon peserta kita tidak akan melakukan test ini lagi di lokasi. Anda SMS kan saja hasil dari perhitungan Anda di rumah, atau bawa saat pelatihan. Kita nanti tinggal menjelaskan cara menghitungnya dan bagaimana meningkatkan kecepatan membaca kita sampai 400% atau 4 kali lipat lebih cepat.





Pelarangan Buku dan Minat Baca Rendah

Surya Perkasa        23 Mei 2016 15:52 WIB

 

Metrotvnews.com, Jakarta: Buku adalah jendela ilmu pengetahuan. Secara kodrati manusia memiliki hasrat untuk mengetahui. Dalam arti sempit pengetahuan hanya dimiliki makhluk yang bernama manusia.

Berbeda dengan binatang, manusia tidak dapat hidup berdasarkan instingnya saja. Tuhan telah menganugerahkan akal bagi manusia agar mampu memperoleh pengetahuan yang diperlukan dalam hidupnya, bahkan juga mengembangkannya menjadi beraneka ragam pengetahuan.

Karena manusia hidup tidak hanya untuk makan semata atau mengisi perut saja. Namun, hidup itu penuh dengan persoalan yang harus diselesaikan. Itu alasannya, betapa pengetahuan amat penting bagi kehidupan manusia.

Bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional pada 17 Mei, penting pula untuk menjadikannya momentum bagi masyarakat Indonesia mengevaluasi bagaimana perkembangan buku, termasuk kaitannya dengan budaya membaca dan menulis di Nusantara.

Indonesia hingga saat ini masih termasuk dalam daftar 41 negara yang mendapat perhatian khusus Organisasi Pendidikan, Pengetahuan dan Kebudayaan Persatuan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Hasil riset UNESCO yang diterbitkan awal tahun lalu menunjukkan Indonesia masih belum berhasil mencapai tingkat melek huruf universal (universal literacy).

Tingkat melek huruf universal tercapai bila sebuah negara berhasil menekan tingkat buta huruf hingga di bawah dua persen. Namun, tingkat buta huruf Indonesia masih berada di angka 5,97 juta jiwa pada akhir November 2015. UNESCO memproyeksikan masih ada 5,2 persen penduduk dewasa (15 tahun ke atas) yang masih buta huruf.

Sebenarnya kondisi tingkat literasi Indonesia terus meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Begitu yang disampaikan oleh riset yang dilakukan UNESCO tersebut.

 

Baca juga

• Pangkas Pajak Buku Demi Gairahkan Minat Baca

• Hari Buku, Ratusan Anak SD di Solo Membaca di Sawah

• Cerita Presiden yang Hobi Baca Komik

 

Program Wajib Belajar 9 tahun, yang kemudian dikembangkan menjadi Wajib Belajar 12 tahun pada Juni 2015, berhasil menekan tingkat buta huruf penduduk usia sekolah (15 tahun ke bawah) sekitar 0,3 persen pada tahun lalu.

 

Budaya membaca rendah

Tingkat melek huruf atau tingkat literasi bukan satu-satunya parameter penting. Minat membaca merupakan satu indikator penting yang tidak kalah pentingnya.

“Memang, budaya membaca buku Indonesia masih belum baik,” ungkap pendiri Freedom Institute Andi Rizal Mallarangeng kepada metrotvnews.com, Minggu (22/6/2016).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) Dedi Junaedi menyebut teknologi memang mempengaruhi tren membaca di Indonesia. Walau tren membaca sudah bergeser dari buku ke media eloktronik, bukan berarti budaya membaca Indonesia berubah secara signifikan.

Miris bila mencermati minat membaca di Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2012 menyatakan hanya sekitar 17,6 persen masyarakat Indonesia yang membaca buku secara rutin. Sangat timpang bila dibandingkan 96,1 persen masyarakat yang secara rutin menonton televisi.

Secara umum, Dedi menyebut rasio tingkat membaca Indonesia memang sangat mengkhawatirkan. Lihat saja tingkat konsumsi surat kabar di Indonesia yang rendah. “Rasionya itu 1 berbanding 45. Idealnya itu 1 koran dibaca 10 orang,” ujar Dedi ketika berbincang dengan metrotvnews.com, Jumat (20/5/2016).

UNESCO tahun 2015 mencatat indeks minat membaca buku Indonesia yang hanya 21 berbanding 1.000. Angka ini menunjukkan bahwa dari setiap 1.000 orang Indonesia, hanya sekitar 21 orang yang rutin membaca buku di luar buku pelajaran.

Jumlah rasio buku yang dibaca masyarakat Indonesia pun sangat jauh berbeda dengan negara-negara besar lain di Asia, Eropa dan Amerika. Di Amerika, setiap penduduk membaca sekitar 20-30 buku tiap tahunnya. Di Jepang setiap penduduk membaca setidaknya belasan buku tiap tahunnya.

Rata-rata penduduk di negara kawasan benua Asia, membaca 1 sampai 3 buku tiap tahunnya. Sedangkan di Indonesia tidak sampai 1 buku dibaca per kapita tiap tahunya.

“Di Indonesia, penulis kalau sudah bisa menjual 10.000 sampai 20.000 eksemplar bukunya sudah bisa dianggap pencapaian. Nah, kalau di Amerika itu 500 ribu sampai 1 juta eksemplar itu biasa,” pungkas Rizal yang juga sempat menjadi peneliti di CSIS.

Sangat disayangkan bila masyarakat lebih memilih menonton televisi ketimbang membaca buku, jurnal, atau surat kabar. Padahal banyak riset membuktikan membaca dapat memberi manfaat seperti meningkatkan fungsi otak, mengurangi resiko terkena penyakit alzheimer, hingga menekan tingkat stres.

 

Dua sisi koin

Budaya membaca dan budaya menulis merupakan dua hal yang tidak dipisahkan. Semakin tinggi budaya membaca, akan semakin tinggi pula budaya menulis. Begitu juga sebaliknya. Kedua hal tersebut ini akan meningkatkan pembentukan gagasan dan pengetahuan di masyarakat.

 

“Keduanya bagai dua sisi koin,” kata Rizal.

Pria yang pernah menjadi staf ahli Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Menko Kesra) ini menyebut budaya menulis di Indonesia sudah semakin meningkat. Dapat dilihat dari semakin banyaknya penulis-penulis berbakat bermunculan. Baik untuk karya sastra maupun penelitian.

Semakin banyaknya judul-judul yang didaftarkan untuk mendapatkan nomor ISBN (International Standard Book Number) di Perpustakaan Nasional menjadi salah satu indikator. Penulis di Indonesia semakin menggeliat.

Jumlah buku-buku yang didaftarkan meningkat tajam jika dibandingkan lima tahun silam. Pada tahun 2015, tercatat 44.128 judul buku yang didaftarkan untuk mendapatkan ISBN. Sangat jauh melojak jika dibandingka pada tahun 2010 yang hanya 7.886 judul.

 Secara statistik, jumlah judul yang diproduksi oleh penulis Indonesia masih kalah dengan negara lain yang budaya membacanya sudah baik.

 Diperkirakan tiap tahunnya tak sampai 20.000 judul buku diterbitkan per tahun di Indonesia. Sebagian besar penjualan toko-toko buku pun lebih banyak dipenuhi buku untuk kebutuhan kurikulum sekolah dan buku anak.

 Coba bandingkan dengan Jepang yang mencapai 40.000 judul buku per tahun. Atau bandingkan dengan India yang mencapai 60.000 judul dan China sekitar 140.000 judul buku per tahun.

Secara hitung-hitungan, judul buku yang diterbitkan Indonesia sama banyaknya dengan Malaysia dan Vietnam. Tapi jika dilihat dari tingkat penduduk, rasio produktivitas penulis dan penerbit Indonesia bisa dikatakan cukup rendah.

Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Titiek Kismiyati menjelaskan bahwa jumlah ISBN ini tidak serta merta pula menunjukan jumlah ketersediaan bacaan bagi masyarakat. “Karena kadang buku yang didaftarkan penerbit ini tidak langsung dicetak dan didistribusikan,” papar Titiek saat berbincang dengan metrotvnews.com, Jumat (20/5/2016).

Berdasarkan data yang dimiliki Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), jumlah buku yang dijual tiap tahunnya hanya berkisar di angka 60-70 juta eksemplar. Tren penjualan buku pun tidak selalu meningkat.

 

Contohnya pada tahun 2013, jumlah penjualan eksemplar toko buku mencapai 69,76 juta. Namun pada tahun setelahnya penjualan justru menurun hingga 62,65 juta buku.

 

Jumlah buku untuk masyarakat Indonesia sangat hanya sekitar 4:1, atau setiap satu buku untuk dibaca 4 orang. Padahal idealnya, perbandingan rasio kapita per buku justru lebih banyak buku dibanding buku yang terjual.

 

Masalah dan solusi

Terbatasnya akses buku serta lambatnya budaya membaca dan menulis mengakar di Indonesia ini disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah budaya membaca dan menulis di Indonesia yang tidak ditanamkan semenjak dini. Rizal dan Dedi menilai masyarakat Indonesia tidak dibudayakan membaca dan menulis semenjak kecil.

“Kalau sejak kecil sudah dipaksa membaca, bukan menonton, akhirya akan terbiasa. Setelah biasa dan semakin banyak, akhirnya tergelitik untuk menulis,” kata Rizal.

Dia menilai perlu ada keterlibatan pemerintah agar budaya membaca buku ini semakin berkembang di Indonesia. Hal ini tak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Dedi. “Dulu kurikulum ‘memaksa’ kita untuk menulis lewat pelajaran mengarang. Tapi itu kan sempat hilang. Jadi akhirnya kita terbiasa menuangkan gagasan di dalam tulisan,” kata dia.

Hal ini pun dilakukan oleh komunitas pendidikan penulis asal Pontianak, Kalimatan Barat yang bernama Forum Indonesia Menulis (FIM). Komunitas yang diinisiasi oleh Fakhrul Ar-razi untuk berbagi ilmu menjadi penulis ini dimulai dengan komitmen membaca 1 buku dalam satu minggu.

Terbukti setelah 5 tahun terbentuk, sekitar 500 orang yang tergabung dalam FIM telah menelurkan 171 buku, dimana 71 diantaranya telah diterbitkan. “Kita sendiri berusaha membentuk bagaimana seseorang belajar sisi bisnis dalam menjadi penulis,” kata Fakhrul saat bertemu dengan metrotvnews.com, Jumat (20/5/2016).

Kebiasaan membaca dan menulis masyarakat Indonesia sendiri sebenarnya dapat mulai terlihat. Entah buruk atau baik, pembaca dan penulis kerap mengikuti tren yang sedang terjadi. Saat sebuah novel fiksi meledak pamornya, penjualan buku sejenis meledak dan kemunculan buku bergenre sama menjamur.

Sebagian penulis dan penerbit memanfaatkan tren pasar yang sedang meningkat. Sebagian lagi tetap mempertahankan idealisme dan bertahan di genrenya tanpa terpengaruh pasar.

“Saat ada penilaian buku mata pelajaran di Kemendikbud, penerbit berbondong-bondong mendaftar buku pelajaran. Kalau menjelang ramadan,  permohonan ISBN bertopik puasa dan doa meningkat,” beber Dedi.

Persoalan sulitnya membaca dan menulis menjadi budaya ini terkait juga dengan mahalnya biaya produksi dan pajak untuk literatur. Apalagi belum ada regulasi yang memastikan buku-buku ini dapat terjual murah ke seluruh lapisan.

Dedi menyebut biaya kertas masih mahal dan buku non-pelajaran masih diberikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini sangat disayangkan karena buku akan menjadi mahal dan akses masyarakat ke buku berkurang. Walau hal tersebut dapat dibantu oleh keberadaan perpustakaan.

“Tapi kan belum banyak filantropis yang mau menyumbangkan buku-buku di masa sekarang. Walaupun sebenarnya kita bersyukur keberadaan pustaka sendiri di Indonesia semakin banyak,” kata Rizal.

Selain itu masih banyak penulis yang belum dapat hidup dan berkembang dari hasil karyanya. “Selama ini berapa banyak sih yang bisa didapat penulis dari royalti? Tidak begitu banyak, karena rata-rata buku yang terjual itu paling hanya sekitar 1.000-10.000 eksemplar. Hanya beberapa yang bisa menjual jutaan eksemplar,” ujar Dedi panjang lebar.

Di beberapa negara memiliki skema tersendiri untuk mendorong penulis berkembang. Seperti bantuan dana dan penghargaan bagi penulis. Baik dilakukan oleh pemerintah, swasta atau pribadi.

Saat ini Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Pemerintah dan pemangku kepentingan lain tengah menggodok Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Perbukuan. Ada beberapa hal yang akan menjadi perhatian.

Pertama, menegaskan hak dan kewajiban pemerintah, penerbit, penulis, pembaca (masyarakat) maupun pemangku kepentingan lain. Beberapa diantaranya terkait pajak bagi buku dan bahan bakunnya, royalti dan hak cipta, distribusi, serta hal lain. Terutama yang mempengaruhi harga yang terjangkau namun tetap memastikan penulis dan industri bertahan.

Kedua, diharapkan ada badan nasional yang mengurus perbukuan secara independen. Ketiga, diharapkan ada pembinaan dan pengembangan yang terus-menerus terhadap dunia perbukuan.

Keempat, pemerintah diharapkana melakukan penelitian mengenai minat baca masyarakat Indonesia. Sehingga upaya membudayakan membaca dan menulis bukan lain sekedar wacana.

Membentuk budaya ini memang bukan perkara mudah. Tapi bukan berarti membentuk budaya membaca dan menulis mustahil dilakukan. Perlahan-lahan, mari kita mencintai membaca dan menulis.

------------------------------------


Untuk mengetahui berapa kpm kecepatan membaca Anda silakan infokan kepada saya berapa lama Anda membaca  artikel ini (menit dan detik). Misal 00:08:10. Kirimkan ke WA 081380642200.

 

 

 

 

1593



img-1549774562.jpg



BERMASALAH DENGAN PEMBAYARAN?


Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Alfateta memiliki program ALFATETAKU. Anda bisa melihatnya di www.alfatetaku.com. Program ini memungkinkan orng dapat mengajak teman belajar atau mengikuti seminar. Kami memberikan komisi langsung yang lumayan buat Anda. Namun syaratnya Anda harus mendaftar dulu di www.alfatetaku.com. Sebelum mendaftar mintalah website replika orang yang mengenalkan program ini kepada Anda. Masuklah melalui link itu. Begitu pun Anda ketika mengajak orang, berikanlah link web referal Anda. Anda tak perlu khawatir menyebarkan informasi sebanyak-banyaknya tentang seminar baca cepat ini. Yang penting berikan website referal ini kepada mereka. Semua peserta wajib mendaftar melalui website. Dengan demikian kamia kan tahu siapa sponsor mereka. Berapa besarnya komisi, silakan Anda tanya kepada sponsor Anda atau WA 081380642200. Bahkan, sssssst, kami memberikan bonus jika orang yang Anda ajak mengajak orang lain. Demikian seterusnya sampai 10 orang di bawah Anda.

Ingat program Alfatetaku tidak saja persoalan komisi, tetapi ada reward menjadi pelatih atau trainer. Alfateta. Mintalah ebook Alfatetaku terbaru pada orang yang memberikan informasi ini.  Sebelum Anda menawarkan pelatihan kami kepada banyak orang, Anda harus jadi memberr dulu. Biaya member hanya Rp 50.000.

Khusus untuk peserta pelatihan akan mendapatkan member keanggotaan gratis. Mereka akan mendaftar di grup PPD (paket Pelatihan Dasar). Ketika mereka masuk, Anda akan dapat 20% dari 50.000. Khusus untuk komisi pembayaran pelatihan lansung Anda mendapatkan 15% dari pembayaran yang kami terima (setelah dipotong discount jika peserta mendapatkan discount).

Mengapa 10% karena kami masih harus membayar akomodasi dan konsumsi peserta. Jika Anda gunakan komisi untuk ikut pelatihan, maka komisi Anda 20%. Artinya jika Anda mengajak 5 orang, Anda gratis 1 tiket pelatihan Namun komisi tidak dapat lagi. Kecuali komisi jaringan.



"Bayangkan.  Dengan membaca banyak buku dengan cepat anda bisa mengatasi berbagai masalah kehidupan. Apa pun kunci sukses dan kaya adalah banyak membaca. Bacalah dan praktekkan!


 JANGAN LUPA, DAFTAR DI:

www.bit.ly/2GAW4Tb



  • Artikel Terkait

Belum Ada Komentar