JIKA KAMU TAK INGIN MENYESAL

PELAJAR WAJIB BACA INI JIKA  KAMU

TIDAK INGIN MENYESAL SEUMUR HIDUP

Kemarin saya melihat video di youtube secara tidak sengaja.  Video tawuran pelajar yang dibuat oleh gojeker di suatu tempat di Jakarta. Terlihat 2 kelompok pelajar saling serang di jalan raya. Para pelajar banyak yang menggunakan celurit.

Ketika salah satu kelompok pelajar berlarian mundur dari serangan, seorang pelajar tertinggal. Kemudian dihantam celurit berkali-kali oleh beberapa pelajar lawannya. Orang-orang hanya menonton. Si siswa berlumuran darah.

Saya tak berani menayangkan video tawuran yang mengakibatkan seorang pelajar menghadapi sakratul maut dengan tubuh penuh darah tersebut. Tapi saya coba capture saat seorang anak dihabisi dengan celurit beramai ramai. Orang tidak ada yang berani melerai, hanya menonton sambil mengatakan "sudah-sudah". Saat pelajar yang secara brutal mencelurit pelajar tadi lari, teman-teman korban menggotong rekannya yang sudah berdarah-darah.

Apa komentar Anda?
Saya jadi teringat beberapa waktu lalu saya ke sebuah panti difabel di Jakarta. Salah seorang yang duduk di kursi roda adalah seorang mantan pelajar SMA yang lumpuh akibat korban tawuran. Punggungnya berkali-kali dihatam clurit yang mengakibatkan tulang belakangnya rusak.

Sesal Kemudian Tidak Berguna
Kerusakan tulang belakang mengakibatkan kaum difabel berkursi roda yang ada di panti itu menderita siang dan malam. Setiap mereka tidak ada kesibukan, terutama menjelang tidur, mereka merasakan nyeri sangat di bagian kaki mereka. Seperti ada kawat yang ditarik dari tulang kaki mereka. Kesakitan itu berlangsung tiap malam saat mereka akan tidur. Saking sakitnya banyak yang tidak bisa tidur atau tergantung obat perasa nyeri.  Sakitnya bukan main. Mereka umumnya karena kecelakaan lalu lintas atau kecelakaan lainnya.

Yang miris adalah penghuni panti yang remaja korban tawuran tadi. Sepanjang hidup hanya bisa menyesali hidupnya yang tak lagi bisa berjalan sejak peristiwa tawuran terjadi.
Hai kalian para pejalar, apakah temanmu yang jadi korban tadi menganggap mereka  pahlawan? Tidak. Mereka cuma akan menyesali kebodohanmu.

Wahai pemuda, para pelajar... yang suka tawuran, apakah peristiwa semacam ini tidak menjadi pelajaran bagi kalian. Orangtua telah melahirkan, membesarkan dan menyekolahkan. Balasannya telah membuat orangtuamu menderita.Lihat temanmu korban tawuran di panti difabel itu, harus menerima kenyataan pahit, hidup di panti difabel karena telah membuat orangtua susah. Haruskah kamu memilih hidup seperti itu? Hidup ini adalah pilihan. Kamu yang memilihnya.
Pikir dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna...

Para Remaja...
Jika kalian tidak tahu apa yang harus kamu lakukan dan kalian tidak termotivasi atau tidak tahu harus berbuat apa, silakan kamu buka www.alfateta.com mungkin ada inspirasi besar yang bisa kamu dapatkan dari komunitas Alfateta. Bergabunglah bersama kami, untuk mengubah mindsetmu, membantu mengubah mindset temanmu, Bacalah web kami, mungkin ada inspirasi yang bisa mengubah hidupmu. Masa depan negara ini di tanganmu, bukan di tangan kami.

Mari bergabung bersama kami.
Buat dirimu jadi berkualitas.

Kami bersedia menjadi coach mu jika orang didekatmu tidak kamu percaya dan tidak menjadi suri teladanmu. Karena kami pernah seperti kamu... Dan kami tahu, apa yang seharusnya kami lakukan.



Bambang Prakuso Alfateta



Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP