Doa Jenderal Mc. Arthur

Doa Jenderal Mc. Arthur

Doa Jenderal Mc. Arthur

A Father's Prayer

Doa Jenderal Mc. Arthur


Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
AKU MOHON, JANGANLAH PIMPIN PUTRAKU DIJALAN YG MUDAH DAN LUNAK.
NAMUN, TUNTUNLAH DIA DI JALAN YG PENUH HAMBATAN DAN GODAAN, KESULITAN DAN TANTANGAN.
BIARKAN PUTRAKU BELAJAR UNTUK TETAP BERDIRI DITENGAH BADAI
DAN SENANTIASA BELAJAR UNTUK MENGASIHI MEREKA YG TAK BERDAYA.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat
untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

* Douglas Mac Arthur adalah seorang jenderal yang sangat ternama dimasa perang dunia kedua. Disamping seorang pemimpin yang sangat disegani baik oleh kawan maupun lawan, beliau adalah seorang bapak yang sangat baik dalam mendidik anaknya. Sampai sampai ditengah kecamuk PD II. beliau masih sempat menulis puisi yang merupakan doa dan harapannya pada sang anak.
Puisi tersebut dipersembahkan bagi putra tercintanya yang pada saat itu baru berusia 14 tahun. Tercermin sebuah harapan besar seorang ayah kepada anaknya. Puisi tersebut diberinya judul “A Father's Prayer".                        

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Facebook