Artikel Populer

CUCI OTAK PELAKU TERORIS

CUCI OTAK PELAKU TERORIS

Admin Senin, 04 Desember 2017 ARTIKEL OPINI
CUCI OTAK PELAKU TERORIS

CUCI OTAK PELAKU KEJAHATAN TERORISME

- Bambang Prakuso, BSM-

Namanya teroris... Pastilah mereka orang yang dalam kehidupan sehari2 baik. Rajin beribadah. Saat mereka di penjara mereka ya pasti terlihat baik. Alangkah aneh kl taat beribadah menjadi ukuran otak dan cara berpikirnya pasti benar. Lalu kemudian polisi atau pihak Lapas tidak mengawasi mantan napi teroris. Tapi itulah yang terjadi di Indonesia. Sehingga ada mantan napi teroris yang berulah... Mengebom gereja di Samarinda.


Karena itu tidak tepat melakukan pendekatan agama dan ideologi kepada napi teroris, wong dia merasakan pengetahuan agamanya lebih baik dari yang menceramahinya di penjara. Diajari ideologi Pancasila ya mental... Gak ngaruh.


Lalu pendekatan apa yg dilakukan pada teroris? Menurut kami "Pendekatan mindset berbasis Mind Power". Inilah pendekatan yang tidak dilakukan pemerintah. Akibatnya setiap ada aksi terorisme, para ahli dan pengamat sibuk berdebat dan perang teori dan analisa yg tak pernah bisa memecahkan masalah.


Terorisme adalah kejahatan pikiran. Karena itu cara terbaik adalah membenahi cara berpikir mereka. Kita katakan mereka salah... Tapi dalam pandangan mereka, mereka lah yang paling benar. Sayang pemerintah tidak memiliki pemahaman terhadap ilmu perubahan mindset berbasis mind power.


Saya pernah melatih di penjara di Bogor. Saya pastikan mereka sebenarnya ingin berubah tapi tidak tahu caranya. Saat saya selesai melatih mereka menghampiri saya. Bukan cuma mengucapkan terima kasih tapi juga keinginannya mereka untuk belajar lebih banyak. Mereka bukan saja meminta no hp saya tapi minta selembar kertas yang saya pegang berisi kata2 untuk membrain wash pikiran mereka. Brain washing (memformat dan menginstall ulang pikiran) adalah teknik yang kami gunakan untuk mengubah cara berpikir dan bertindak para pelaku kejahatan kriminal apa pun termasuk terorisme.


Jika teroris melakukan cuci otak dengan gampang terhadap "calon pengantin" mereka, mengapa pemerintah tak berdaya mencuci otak teroris agar kembali ke jalan yang benar? Saya tidak mungkin datang dan melatih ke penjara di seluruh Indonesia, harus ada orang yang membantu saya membrain wash bukan saja para napi, tapi juga kaum duafa, anak jalanan, penyandang masalah sosial, para remaja, pemuda, masyarakat yang selalu jadi trouble maker karena tidak memiliki wawasan tentang cara berpikir. Itulah dasar mengapa Alfateta Indonesia menciptakan GSM (GERAKAN SEJUTA MOTIVATOR) dan PASUKAN MONAS (Penggerak Sukarelawan Motivator Nsional). GerakanĀ  yang seharusnya menjadi kewajiban dan tanggung jawab negara.


Kami bangun GSM dan Pasukan Monas dengan sumber dana sendiri. Alhamdulillah dalam waktu singkat proyek ini menunjukkan perkembangan luar biasa.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Kontak

Jl. Kalibata I No.,17, Pancoran, Jakarta Selatan
081380642200 / 087775477733
081380642200
surfatalfateta@gmail.com

Jejaring Sosial

© Copyright 2018 ALFATETA INDONESIA. Oleh Webpraktis.com | sitemap