CARA JADI EO ALFATETA

Minggu, 09 September 2018 oleh Admin PELUANG ALFATETA
CARA JADI EO ALFATETA

CARA JADI EO ALFATETA

EVENT ORGANIZER atau EO

(Bagaimana Cara Dapat Rp 40 juta dalam Sebulan?)



DEFINISI

Event Organizer (EO) adalah mereka yang melakukan aktivitas bukan saja pemasaran tetapi juga pelaksanaan penyelenggaraan pelatihan, mulai dari penawaran sampai dengan penyelenggaraan dan eveluasi.


TUGAS EO (EVENT ORGANIZER):

1.      Setelah Anda terdaftar sebagai EO ALFATETA, maka Anda dapat melakukan aktivitas menjadi Event Organizer ALFATETA.

2.   Seperti dipersyaratkan dalam pembahasan Reseller, sebaiknya EO adalah agen yang memiliki banyak reseller khususnya di wilayahnya sendiri.

3.   Sebelum menentukan pelatihan mana yang cocok, EO sebaiknya melakukan survey pasar. Tiap daerah berbeda kebutuhannya. Namun berdasarkan kesimpulan kami, sebenarnya semua daerah sama kebutuhannya. Hanya saja masing-masing daerah seringkali tidak mendapatkan informasi awal yang penuh terhadap sebuah pelatihan. Contoh Membaca Sangat Cepat, tidak diminta karena sekolah atau guru atau kepala sekolah yang kita negosiasi tidak memiliki pengetahuan atau informasi yang cukup tentang pelatihan tersebut. Tugas marketing atau EO lah yang menjelaskannya.

4.  Untuk memberikan penjelasan yang maksimal, memang diperlukan presentasi sebelum melakukan pelatihan. Presentasi lobal bisa dilakukan oleh EO dengan melihat video presentasi Alfateta yang ada di Youtube.com.

5.   Jika telah ditentukan judul yang diambil, biasanya kesepakatan masalah biaya. Jika masuk ke pembahasan ini, kita sudah punya standard harga. Bagi marketing yang profesional, harga tersebut sangat masuk. Biaya pelatihan kita jauh lebih rendah dibandingkan lembaga mana pun. Silakan dicek di Google. Baca Cepat misalnya, biaya pelatihan ini di toko sebelah mencapai Rp 3,5 juta. Atau serencdah-rendahnya Rp 1.500.000.  Di Lembaga kita walaupun dengan Public Training bisa hanya Rp 1.000.000 atau bahkan Rp 750.000. Jika Inhouse Training, bisa hanya Rp 200.000 atau kurang. Jadi dalam negosiasi harga silakan Anda selalu membandingkannya dengan toko-toko sebelah. Dalam menentukan biaya, Anda juga harus menyebutkan manfaat yang didapat.

6.   Bayangkan manfaat dari membaca cepat yang membuat seorang bisa membaca minimal 5 buku sehari. Pelatihan kita untuk di luar baca cepat dan Psikotransmiter, hanya Rp 2 juta. Brain Map misalnya bisa hanya 3 jam dan itu berarti Rp 2 juta x 3 jam = Rp 6 juta. Jika ini dibagi 100 siswa, 1 siswa hanya membayar Rp 60.000. Padahal brain map atau mind mapping, di Jakarta untuk 4 jam pelatihan bisa Rp 400.000 per orang. Jadi soal harga kita harus punya bekal untuk negosiasi.  Penjelasan lebih lanjut dan kurikulum, silakan baca brosur yang sudah ada. Brosur ini sudah cukup menjelaskan tentang materi suatu modul. Pengalaman kami menunjukkan, dengan modal brosur EO kami di daerah bisa menjelaskan dengan baik. Dan keingintahuan mereka yang tertransfer ke klien membuat klien bersedia mengorder. Faktanya EO kami di Medan, lebih dari 40 kali mengundang kami sekalipun EO kami tersebut tidak pernah mengikuti pelatihan Alfateta.

7.    Sebelum menentukan harga atau biaya (dalam dunia pelatihan sering disebut sebagai Investasi) perlu ditanyakan lebih dulu waktu penyelenggaraan pelatihan, tempat acara dan jamnya. Tempat acara harus disesuaikan dengan judulnya atau audiensnya. Jika audiensnya pelajar aula kelas, aula sekolah atau pinjam dari PGRI, Pemda, dll juga bisa, tapi kalau untuk psikotransmiter Anda harus menyewa hotel atau restoran yang nyaman karena harga pelatihannya tinggi. Atau Anda bisa menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Tetapi bila biaya pelatihan rendah, maka tempat dan fasilitas harus disesuaikan.

8.      Brosur atau poster untuk sekolah bisa kita bantu buatkan.
Tetapi jika pelatihan public training, EO dapat mendesain sendiri dengan meminta petunjuk dari pusat.  Desain brosur boleh dirancang sendiri atau boleh meniru dari brosur-brosur ALFATETA yang ada www.alfateta.com. Brosur dicetak setidaknya dengan dua warna dan jangan difotokopi. Cetak brosur dengan asumsi 10 brosur menghasilkan 1 peserta.  Jadi jika 1000 brosur (2 rim) menghasilkan 100 pesertan.
Jangan mengadakan public training dengan mengandalkan peserta dari pemuatan iklan termasuk iklan di media sosial. Jika Anda punya anggaran untuk iklan, Anda kami harapkan dapat menggunakannya untuk merekrut calon marketing. Tugas mereka menyebarkan brosur, memfollow up. Untuk public trainging,Berikan system numerasi yang baik, missal untuk penjualan tiket kurang dari Rp 1 juta maka komisi hanya 10%, tapi ketika ia berhasil lebih dari Rp 1 juta berikan reward berupa kenaikan komisi menjadi 15%. Untuk merangsang peserta, peserta boleh mengikuti pelatihan gratis jika membawa 5-10 orang tergantung dari harga tiket. Makin besar, makin kecil jumlah orang yang direkrut untuk mendapatkan kepesertaan gratis.

9.      EO dapat melakukan kerjasama dengan sponsor untuk membiayai pengadaan tempat, pengadaan spanduk dll, biaya pelatih, perbanyakan makalah dl tanpa mengurangi harga yang telah ditetapkan. Jika seluruh atau sebagian pengeluaran ditanggung oleh sponsor sehingga mengakibatkan biaya yang telah disepakati menjadi lebih murah atau tidak berbiaya, maka pemasukan sponsor dianggap penerimaan dan tetap menggunakan table bagi hasil public training. Jika pun sponsor dianggap sebagai pemasukan tersendiri, maka biaya dari sponsor seluruhnya menjadi hak EO.

10.  EO dapat menjual buku-buku ALFATETA dan berhak mendapatkan rabat sebagaimana yang telah disepakati. Rabat berbeda jika buku bukan berasal dari ALFATETA.



KETIKA ACARA

1.     EO harus menyiapkan tim yang cukup untuk melakukan aktivitas pendaftaran ulang dan penerima tamu. Panitia harus menyiapkan formulir dengan kolom untuk diisi huruf balok untuk menuliskan nama peserta dengan huruf cetak agar tidak ada kesalahan pada penulisan huruf.

2.      Lakukan Cek Ulang, sehingga mereka tidak complain ketika nama mereka salah akibat mereka salah tulis sendiri.

3.      Panitia harus menyiapkan kelengkapan pelatihan seperti sound system yang bisa dihubungkan dengan laptop dengan kabel RCA dan infokus.

4.    Staf lainnya seperti bagian pengurusan konsumsi, peralatan pelatihan, dokumentasi, pembuat sertifikat, dll. PASCA ACARA Diusahakan sertifikat dapat diselesaikan pada saat acara sehingga para peserta pulang sudah mendapatkan sertifikat yang sudah ada nama mereka. Naskah bunyi redaksional sertifikat disiapkan oleh ALFATETA Pusat.Petugas membantu mengemasi barang panitia dan pembicara setelah pelatihan usai.




PERHATIAN:

1.        Pengalaman menunjukkan EO yang mengandalkan iklan tanpa mau susah payah mencari peserta sulit dapat berhasil. Mereka harus melakukan kunjungan langsung dan menawarkan pelatihan ke pihak yang berpengaruh dengan memberikan komisi yang diambil dari bagian marketing atau pembayaran free jika membawa lebih dari beberapa orang.

2.        Sasaran yang paling tepat untuk peserta pelatihan adalah: 1. Para guru, 2. mahasiswa, 3. Pelajar, 4. Komunitas marketing direct maupun non direct, 5 staf karyawan. Para guru memiliki budget untuk mengikuti pelatihan, dan mereka selain haus ilmu pengetahuan juga membutuhkan adanya sertifikat dalam rangka kenaikan pangkat mereka.

3.    Tim Anda minimal terdapat Anda sendiri, seseorang yang Anda andalkan karena banyak jaringannya dengan peserta, beberapa staf. Pembagiannya bagian Anda terbesar pertama, bagian ke dua mitra Anda yang memiliki jaringan tadi, bagian ketiga dibagi rata adalah orang yang membantu Anda.

4.        Setelah itu sisihkan keuntungan. Kalau bisa salah satu tim Anda harus punya mobil agar Anda bisa menyewanya dengan lebih murah namun tetap memberikan bagi hasil kepadanya di luar komisi bagi hasil.

5.     Jika Anda menetapkan biaya kurang dari Rp 100 ribu maka jumlah peserta harus minimal 100 orang. Salah satu EO kami di Yogya mampu mendatangkan antara 150 orang sampai dengan 500 orang, di daerah yang bahkan pedesaan.


l undangan pada saat itu.

Menawarkan pelatihan di wilayahnya masing-masing ke sekolah, instansi pemerintah, organisasi, dll. Mereka bukan saja mengirim surat, memfollowup dan negosiasi, tetapi juga melaksanakan penyelenggaraan acara sampai melakukan evaluasi.


SYARAT JADI EVENT ORGANIZER:

  1. Seorang reseller atau marketing dapat menjadi EO
  2. Namun seorang EO jika ingin berhasil setidaknya memiliki 25 reseller di daerahnya sendiri. Hal ini untuk menjamin bahwa seorang event organizer bisa sukses menyelenggarakan sebuah pelatihan semakin banyak resellernya maka semakin sukses
  3. Memiliki lokasi kerja dapat berupa rumah sebagai sekretariat.
  4. Mampu bekerja dalam team.
  5. Bersedia mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Alfateta dalam menyelenggarakan pelatihan inhouse training maupun public training di daerah masing-masing.

HAK EO  DALAM PUBLIC TRAINING

  1. Biaya yang dikenakan untuk EO dalam penyelenggaraan public training adalah sama dengan biaya penyelenggaraan inhouse training. Yakni Rp 2 juta/jam atau Rp 2 juta/jam. Tergantung dari judul pelatihan.
  2. EO dapat menetapkan jumlah biaya atau investasi pelatihan sendiri. Misal Menaikkan biaya pelatihan Baca Sangat Cepat menjadi Rp 1.000.000/orang. Yang hadir 50 orang. Maka yang diterima oleh EO adalah 50.000.000. Keuntungan yang didapat EO adalah 1.000.000 x 50 = Rp 50.000.000. Biaya Alfateta Rp 3.000.000/jam x 7 jam = Rp 21.000.000. Keuntungan EO Public Training adalah Rp 50.000.000 -21.000.000 = 29.000.000. Dari sini EO masih mendapatkan bagian 40% dari 29.000.000 = 11.600.000. Total Keuntungan EO adalah Rp 29.000.000 + 11.600.000 = 40.600.000


HAK DAN KEWAJIBAN RESELLER DAN AGEN PADA PELATIHAN LANGSUNG

  1. Jika Reseller bukan EO, maka komisi untuk reseller adalah tetap 25% dan agen 10%.
  2. Tetapi jika reseller atau agen menjadi EO, maka komisi tersebut tidak berlaku. Seluruh ketentuan mengenai hak Reseller dan Agen ditentukan sendiri oleh EO, karena pada dasarnya EO adalah agen dan reseller Alfatetea, yang dalam pelatihan langsung mendapatkan hak bagi hasil lebih besar yakni total 40%.


  • Artikel Terkait

Belum Ada Komentar