CARA JADI EO ALFATETA


KETENTUAN BAGI HASIL DENGAN

EVENT ORGANIZER


Sehubungan dengan banyaknya keinginan rekan-rekan yang ingin menjadi event organizer, maka kami mengatur system bagi hasil untuk EO berbeda dengan apa bila yang menjadi EO adalah Alfateta. Jika yang menjadi EO adalah Alfateta maka ketentuan komisi yang berlaku adalah 3:1 reseller/marketing, 6:1 agen, dan 12:1 perwakilan.

Tetapi jika EOnya bukan Alfateta, melainkan yang diundang hanya pelatihnya saja, maka berlaku system komisi dan bagi hasil sbb:

5:1 reseller/marketing, 10:1 agen, dan 20:1 perwakilan.

Selain mendapatkan komisi di atas, EO mendapatkan bagi hasil atas hasil bersih pelaksanaan acara.


Hasil bersih adalah:

Pada public training (Pelatihan yang digagas dan diselenggarakan atas inisiatif EO):

Penerimaan cash – komisi marketing (5:1) agen 10:1 dan perwakilan 20:1 – biaya penyelenggaraan pelatihan. Sisanya dibagi 70% Alfateta, 30% EO.

Contoh:

Jumlah peserta pelatihan 20 orang. Biaya per orang Rp 1 juta = 20 x 1.000.000 = Rp 20 juta.

Biaya marketing/EO: Rp 20.000.000 – (20/5 = 4.000.000) – (20/10 = 2.000.000) – (20/20 = 1.000.000) Total Rp 7.000.000

Biaya penyelenggaraan pelatihan: transportasi, akomodasi, dan konsumsi pelatih maupun peserta: seumpama Rp 5 juta:

Hasil bersih Rp 20.000.000 – Rp 7.000.000 - Rp 5.000.000 = Rp  8 juta

Alfateta 70% = Rp 5.600.000

EO 30% = Rp 2.400.000

Sekadar diketahui, Alfateta membagi bagiannya untuk (Alfateta 30%, Pemilik Hak cipta 20%, 50% Pembicara. 50%).


Sebelum diselenggarakan pelatihan pihak EO atau Alfateta akan membuatkan perjanjian. Seluruh biaya transportasi danj akomodasi di awal ditalangi oleh Event Orngazer.


Inhouse Training

Inhouse Training adalah pelatihan yang diselenggarakan internal komunitas seperti lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi dll.  Untuk inhouse training, biasanya mereka tidak menghitung orang, tapi menghitung berapa biaya per sekali mengundang pelatih.

Bagaimana pun kita harus memperhitungkan jumlah orang, karena investasi pelatihan di Alfateta sangat bergantung dari jumlah peserta. Setidaknya pengundang bisa memberikan perkiraan jumlah orang.

Dengan mengetahui jumlah orang kita bisa mengetahui berapa biaya yang akan kita bebankan.

Berapa biaya seharusnya?

Biaya pelatih per jam termasuk biaya lainnya adalah Rp 2 juta - Rp 3 juta per jam. (Biaya ini tergantung dari audiens). Jika pelajar tentunya biaya Rp 2 juta per jam jika perusahaan 2,5 juta sd Rp 3 juta/jam. Pelatihan hanya ada 2 durasi, 1/2 hari (max 4 jam) dan 1 hari (max 8 jam). Jadi biaya dikalikan saja dengan durasi.

Jumlah pelajar dengan biaya di atas maksimal 100 orang, sedangkan biaya untuk karyawan 50 orang. Dengan demikian inhouse traiining menjadi lebih murah.

Contoh:

Biaya Public Seminar Pelatihan Baca Cepat Rp 1 juta x 50 orang = Rp 50 juta

Biaya inhouse training 7 jam x 3 juta = 21 juta. 21.000.000 : 50 = Rp 420.000/orang.


Jika terjadi penawran, maka angka Rp 3 juta bisa diturunkan menjadi Rp 2,5 juta.  Apagi jika jumlah orang kurang dari 25 orang, maka perlu dilihat berapa harga yang pantas. Intinya ada pelatihan kita yang bisa ditawar ada yang tidak. Pelatihan baca cepat dan pasikotransmiter adalah pelatihan yang jika pun bisa ditawar hanya bisa dikurangi 25%, dengan catatan biaya seluruhnya mereka tanggung.

Komisi yang kita berlakukan adalah membagi jumlah uang yang diterima dengan jumlah peserta akan ditemukan jumlah voucher. Kita akan melakukan pembagian sesuai dengan ketentuan.

Jika seluruh biaya ditanggung oleh pihak pengundang , maka bagi hasil kita dari bersih adalah 50:50 (tanpa ada biaya akomodasi, konsumsi, dan transportasi).


Demikian sementara kami sampaikan. Sistem bagi hasil ini bisa akan ada perubahan. Namun tetap akan kami informasikan sebelum perjanjian kerjasama ditandatangani.


Salam


Bambang Prakuso



 



Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP