CARA ATASI KORUPSI dan TERORISME

Minggu, 01 April 2018 oleh Admin ARTIKEL OPINI
CARA ATASI KORUPSI dan TERORISME

CARA ATASI KORUPSI dan TERORISME

CARA MEMBERANTAS KORUPSI DAN TERORISME

Sebelum saya memberi pendapat saya tentang cara memberantas korupsi dan terorisme, saya kenalkan dulu diri saya. Saya Bambang Prakuso (56 th). Lulusan Sekolah Tinggi Publisistik. Total pengalaman bidang kewartawanan 10 tahun mulai dari wartawan, redaktur pelaksana, pemimpin redaksi, pemimpin umum, bahkan pemilik media. Saya pernah bekerja di Pos Kota sebagai wartawan dan redaktur di Indofood sebagai Public Relations Officer. Saya pendiri, pemimpin, dan pelatih utama Alfateta Indonesia Mind Power Academy. Saya juga telah mendirikan Gerakan Sejuta Motivator, Gerakan Revolusi Mental, Pasukan Monas (Penggerak Sukarelawan Motivator Nasional), dan Gerakan Membaca 1 Bulan 1 Buku.

Saya telah menulis 36 judul buku di bidang motivasi, mind power, kewirausahaan, dll,  menyusun 50 judul modul pelatihan meliputi Revolusi Mental, Pemberdayaan pikiran untuk pelajar. Saya mengajar baca cepat, hypnotic selling, hypnotic writing, psikotransmiter, psikomagnetik, kewirausahaan, dll. Saya telah melatih puluhan ribu orang dari Aceh sampai Papua sejak tahun 2007 sd sekarang.

Potret Indonesia saat ini, kita negara  paling jago korupsi se Asia Pasifik, ½ penduduk kita miskin (kriteria WB), lebih 60% remaja kita melakukan seks bebas (21% pernah aborsi), ada 7 juta pengangguran di Indonesia, produktivitas kita rendah dan konsumtif, bahkan garam pun kita impor dari luar negeri.  Why?

Ketika Jokowi kampanya menjadi gubernur DKI, saya pernah memberi masukan pentingnya pendidikan mindset. Program Revolusi Mental ia luncurkan saat jadi presiden. Saya telah mengirimkan Rancangan buku Revolusi Mentan 400 halaman ke istana, walau beliau tidak membalas bahkan ucapan terima kasih.


Menurut Jokowi Revolusi Mental hanya 3 (integritas, gotong royong, etos kerja). Ini salah besar. Terlalu naif. Gagasan Revolusi Mental saya 4 Pilar (Revolusi Akhlak berbasis agama, Revolusi Moral berbasis Ideologi Pancasila, Revolusi Budi Pekerti berbasis budaya, dan Revolusi Mindset berbasis Mind Power).

Ketidaktahuan 4 pilar Revolusi Mental ini telah mengakibatkan pemerintah membiarkan masyarakat focus pada revolusi akhlak berbasis agama, melupakan 3 pilar lainnya. Akibat melupakan unsur lainnya terjadi dekadensi moral di semua sisi kehidupan. Mereka yang focus pada agama ada yang cenderungt intoleransi yang mengakibatkan radikalisme dan berujung pada terorisme. Sebagian masyarakat kita lupa pada ideologi negara dan budanyanya sendiri.

Mengapa kita jago korupsi walau kita negara Islam terbesar? Karena kita lupa pilar ke-2, ke-3 dan khususnya ke-4 Revolusi Mindset berbasis Mind Power. Pemerintah abai pentingnya Revolusi Pilar ke-4 ini. Akhirnya kita bukan saja didera dekadensi moral, tapi juga kalah dengan bangsa lainnya.

Sebuah negara menjadi adi daya, maju karena apa? Agamanya, ideologinya, budayanya atau mindset (pola pikir) bangsanya? Jawabannya karena MINDSETNYA. 89% kesuksesan ditentukan pola pikirnya Kita melupakan pelajaran tentang akal.  Orang jadi kaya atau miskin karena mindsetnya, bukan karena agama, ideology, atau budayanya. Orang baik, orang jahat, orang sukses atau gagal karena mindsetnya.  Itu sebabnya orang yang berpikir agamanya paling baik tetap saja korupsi, melakukan tindak bom bunuh diri. Bukan karena agamnya, tapi karena pola pikirnya salah.  Mindset biang sulitnya maju bangsa ini. Manusia baru menggunakan  0,001% dari potensi pikiran kita. Kapan kita bisa maju jika kita tidak belajar dan mengajarkan ilmu pikiran.

Jadi kunci untuk mengatasi dekadensi moral di Indonesia adalah kita harus mensosialisasikan Revolusi Mindset di Indonesia.  Apa itu ilmu mind power dan revolusi Mental versi saya, lihat www.alfateta.com.


  • Artikel Terkait

Belum Ada Komentar