BERSYUKUR ATAU TERSUNGKUR?

Kehadiran Covid-19 berkah atau musibah? Alam semesta memang luar biasa. Ketika manusia tidak mampu dipaksa untuk belajar, maka alam semesta memaksa kita harus belajar. Kehadiran Covid-19 telah memaksa setiap orang harus belajar dan bisa bekerja di rumah sebagaimana tuntutan Era Industri 4.0/5.0.

Covid-19 hadir di semua negara, yang mengakibatkan kerugian bagi banyak masyarakat dunia tak dapat ditolak. Semua negara mendapat jatah yang sama. Di sini mentalitas bangsa dan para pemimpinnya diuji. Apakah kita mengatasinya dengan cara yang biasa atau luar biasa. Banyak negara yang pemimpinnya kreatif sehingga bisa menekan angka korban. Tapi tidak sedikit, walau negara dengan penduduk kecil tak mampu mengatasi wabah Covid-19 ini sehingga terjadi korban banyak.

Bagaimana kita seharusnya mengahdapi bencana ini. Tentu saja jangan panik, ikuti anjuran pemerintah, berpikir positif. Jangan sampai kepanikan malah menghilangkan nyawa kita atau merusak mentalitas kita. Kita tetap harus bersyukur menghadapi Covid-19 ini. Ingatlah, sebentar lagi kita akan menghadapi Era Industri 4.0/5.0. Tidak ada lagi orang yang Gaptek. Semua harus melek IT. Mereka harus bisa berbisnis dengan menggunakan internet. Jika tidak maka dia akan tergilas oleh zaman.

Selama ini banyak bangsa kita malas baca buku, malas belajar, niat belajar pun tidak ada. Tidak ingin berubah, merasa diri sudah tua tidak perlu belajar internet. Merasa diri Gaptek, dan tak perlu belajar internet. Apa yang terjadi sekarang? Tak ada pilihan. Kita harus bekerja dari rumah. Harus menggunakan waktu untuk belajar, membaca, dan belajar IT. lebih jauh harus mengenal apa itu website, hosting, landing page, email marketing, WA marketing, medsos marketing, dll. Kita diberi kesempatan untuk belajar.

Tinggal sekarang apakah kita mengeluhkan situasi, meratapi musibah, stress dll atau kita memilih untuk belajar, banyak membaca dan mempelajari internet suka atau tidak suka. Tidak suka kita akan kalah. Tinggal pilihan dan sikap ada di tangan kita,  setelah "badai" berlalu,  apakah kita berubah menjadi lebih cerdas dan siap menghadapi era industri 4.0/5.0 atau tambah tersungkur? (Bambang Prakuso ARAI-Asosiasi Reseller Alfateta Indonesia)

Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP