BERI VOUCHER HINDARKAN KORUPSI

Pemerintah saat ini mulai dari Lurah, Gubernur sampai Presiden bagi-bagi sembako dengan mengumpulkan orang. Mereka tidak bisa bedakan mana kampanye, mana darurat wabah Corona. Entah kenapa tidak ada pejabat yang berpikir membagi-bagikan voucher belanja. Mentalitas bangsa ini dari  rakyat sampai pejabat tidak pernah berubah. Tidak berubah karena mereka tidak banyak membaca buku. Tidak baca banyak buku mengakibatkan rendahnya kreativitas. Rendahnya kreativitas mengakibatkan kita sulit untuk membangun dan mengubah mentalitas bangsa ini.
Seharusnya Pak Jokowi bisa memerintahkan pejabatnya yang tidak kreatif untuk berhenti membagi-bagikan sembako. Kita harus terbiasa kerja efekttif dan efisen, salah satunya membagikan voucher daripada bagi-bagi sembako. Biar masyarakat membeli apa yang mereka butuhkan. Jangan memberikan apa yang tidak dibutuhkan masyarakat.
Pemerintah gak usah atur mereka harus beli beras atau sembako. Biar itu urusan mereka. Lihatlah ada masyarakat miskin yang menolak bantuan beras dengan alasan berasnya banyak. Mereka lebih butuh susu darpada beras untuk anaknya saat ini.
Tugas pemerintah bagikan voucher senilai Rp 300.000 misalnya sebulan. Kalau staf bapak bagi sembako itu artinya bapak membiarkan staf bapak korupsi. Bantuan Rp 300.000 bisa diterima cuma separuhnya. Belum biaya penyalurannya yang pasti lebih besar, butuh banyak orang, transportasi, dll
Ini bukan cuma imbauan buat bapak, tapi juga para gubernur, termasuk Anies Baswedan yg banyak viral bantuannya sampai ke masyarakat hanya separuh dari nilai yg digembar gemborkan Anies.

Bagikan Post

Artikel Terkait
Komentar
  1. Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar

Komentar Anda *

Nama Lengkap *

Email *

Kode Verifikasi *

Profil

ALFATETA INDONESIA

ALFATETA Indonesia adalah lembaga pelatihan perubahan mindset dan pemberdayaan pikiran yang memiliki missi Indonesian Dream, terciptanya masyarakat yang cerdas, mandiri,

Subscribe

Kategori
Artikel Populer
Video
Event Terdekat
Go to TOP