20 JUTA ORANG AKAN KEHILANGAN PEKERJAAN

Jum'at, 31 Agustus 2018 oleh Admin ARTIKEL FEATURE
20 JUTA ORANG AKAN KEHILANGAN PEKERJAAN

20 JUTA ORANG AKAN KEHILANGAN PEKERJAAN

Dua puluh juta tenaga kerja di Indonesia akan kehilangan pekerjaan dengan munculnya ekonomi digital dalam waktu dekat. Tampaknya masyarakat kita tenang-tenang saja.  Tidak ada upaya mempersiapkan diri menghadapi masa depan

Kita tetap tenang bukan karena kita siap menghadapi apa yang terjadi, tetapi karena memang tidak tahu. Tidak tahu karena bangsa kita malas membaca dan belajar. Kita hanya kaget ketika masa depan itu sudah kita hadapi. Dan di saat itu bangsa kita akan teriak-teriak menyalahkan pemerintah. Padahal kita sendiri yang tidak siap, malas membaca, malas belajar, apalagi sadar bersiap akan masa depan.

 

HANYA BISA PROTES

Saya jadi teringat ketika di zaman SBY, saat itu serikat buruh mengatakan siap menghadapi AFTA. Mereka mungkin tidak tahu apa itu AFTA. Kalaupun mereka tahu mereka tidak peduli. Karena kita berpikir kita akan aman-aman saja.

Sementara di belahan bumi yang lain, Cina misalnya, giat belajar bahasa Indonesia, karena mereka tahu di saat AFTA tiba, mreka boleh bekerja di Indonesia bahkan menjadi sopir bus, hak yang sama juga diberikan kepada bangsa Indonesia yang datang ke Cina atau belahan bumi mana pun.

Ketika bangsa lain sibuk membaca dan belajar, kita lebih suka belanja android dan sibuk sharing hoax. Bukan sibuk sharing hoax saja, bahkan sibuk bikin hoax.

 

KITA MENYALAHKAN PEMERINTAH

Masa diberlakukannya AFTA terjadi zaman Jokowi. Ribuan orang Cina masuk ke Indonesia. Lalu masyarakat yang malas baca dan belajar tadi teriak, negara ini di ambang bahaya, karena akan masuk tentara Cina menyamar jadi pekerja. Para buruh protes... mereka takut orang asing akan menguasai pekerjaan di Indonesia. Itulah yang terjadi. Mereka lalu negative thinking, Indonesia akan dikuasai Cina. Semua yang dibangun untuk Cina.. Buntut kekesalan, yang disalahkan pemerintah.

Kita dan buruh kita yang tadinya teriak siap menghadapi AFTA tidak siap menghadapi AFTA. Mereka cuma tahu kata AFTA tapi tidak tahu apa akibatnya jika mereka tidak siap menghadapi AFTA.

Sama kasusnya dengan masuknya Digital Ekonomi. Kita akan teriak-teriak dan demo pada perusahaan yang menggantikan pekerjaan dengan robot dan digital. Mereka tidak siap. Berita ancaman bahwa profesi mereka akan digantikan robot atau digital tak pernah dipedulikan.

 

MASIH BANGGA DENGAN GAPTEK?

Masihkah kita tidak mau belajar? Masihkah kita menganggap ancaman hanya angin lalu tanpa mempersiapkan diri kita. Masihkah Anda hanya bisa mengeluh Gaptek tanpa mau belajar.

Hei belajar itu tidak mesti mahal. Lembaga Alfateta adalah lembaga yang peduli pada bangsa ini bagaimana kita bersiap menghadapi masa depan. Jika Anda merasa umur Anda tidak panjang lagi itu masalah Anda, tapi Anda punya keluarga yang masih memiliki waktu panjang untuk menghadapi masa depannya. Jika Anda lebih mementingkan membeli hamberger seharga Rp 50 ribu daripada mengikutsertakan anak Anda atau diri Anda sendiri belajar di Alfateta, bersiaplah, anak Anda pun akan terkena dampaknya. Jika mereka tidak siap mereka akan kalah. Dan ada peran Anda di sana.

 

Salam Power Ranger

*FORM Pendaftaran*  http://alfatetaku.com/?id=alfatetaku

  • Artikel Terkait

Belum Ada Komentar